
Tibalah di mana hari pernikahan Dian dan Yoga, pernikahan yang di gelar sangat mewah oleh keluarga Yoga untuk putra dan menantu nya, pernikahan yang di adakan di hotel milik Hendra Papa Yoga.
Pesta yang di hadiri banyak kolega bisnis keluarga Yoga dan Dian, termasuk Patra yang juga menjadi salah satu teman bisnis Hendra. Hendra juga mengundang Patra dan Istrinya Melati yang memiliki bisnis di bidang perhotelan. Hanya saja Melati hanya menerima hasil tapi terkadang harus ikut dalam pertemuan penting.
Bisnis yang dijalan kan suami nya karena Melati ingin full time di rumah, menjadikan Patra mengurus dua bisnis. Bisnis properti dan juga bisnis hotel milik Melati sang istri tidak heran jika Patra selalu menyempatkan diri nya ada di rumah bersama keluarga karena terkadang saat ada perjalanan bisnis membuat nya jauh dengan keluarga nya.
Meninggalkan Bisnis keluarga Patra kini kita beralih ke tamu undangan yang sudah sangat ramai di hotel di mana Yoga dan Dian mengelar pesta pernikahan, Dimana kini Irwan, Bastian, Putri, Celina dan Rian juga ada di antara para tamu undangan yang lain.
Celina dan Putri terus berceloteh sampai membaut Rian, Bastian dan juga Irwan bosan mendengar ke dua gadis cantik di depan nya. Mereka terus berkomentar tentang pesta pernikahan Dian dan Yoga pasal nya sangat mewah dan tema yang di ambil sangat indah membuat para tamu undangan sangat kagum.
"Kak, kalau aku sudah merayakan pesta pernikahan dengan kak Irwan aku akan minta Papa membuat nya sanga mewah dan elegan"
"Ah iya kamu benar dek!! Aku akan minta ke Ayah ku juga nanti nya"
"Apa kalian tidak bosan mengulang ulang kalimat kalian??? Suara Bastian terdengar dari belakang Putri dan Celina
Putri dan Celina yang mendengar ucapan Bastian seketika berhenti berjalan mereka berdua secara kompak menghadap kebelakang menatap Rian dengan sangat tajam. " Apa kakak Bosan???" Dengan nada yang di tekan.
Bastian yang di tatap seperti itu merasa ngeri, dengan rasa ngerinya Bastian menggelengkan kepala nya, pertanda jika diri nya tidak merasa bosan. Jika Bastian menganggukkan kepala nya akan dipastikan dua gadis cantik ini akan merusak perta pernikahan Dian dan Yoga.
"Bagus, ikuti dan jalan"
"Baik Nona muda"
Sedangkan Rian dan Irwan tertawa tanpa bersuara mengejek Bastian yang kalah telak dengan para perempuan. Bastian sangat kesal dengan ke dua sahabat nya karena sudah mengejek nya.
Bastian memalingkan wajah nya karena kesal dengan sahabat nya, malah dia tidak sengaja melihat Mawar ada di pesta pernikahan Dian dan Yoga, Bastian berjalan berlawanan dengan yang lain dia berjalan mendekat ke arah Mawar yang tengah bersama kedua orang tua nya.
Bastian hanya fokus ke satu titik yaitu Mawar yang begitu sangat cantik dengan rambut di gerai indah, dengan gaun berwarna Merah darah. "Selamat Malam"
Mawar dan ke dua orang tau nya menoleh ke sumber suara, mereka melihat Bastian yang tengah tersenyum kepada mereka bertiga. "Kak Tian"
"Ah Iya"
"Kamu kenal dengan dia nak???"
"Dia kakak kelas Mawar Mi"
__ADS_1
"Apa yang sering kamu ceritakan dengan Mami???"
"Mami" Evy Mami Mawar melihat putri nya yang malu malu mendengar apa yang dia katakan begitupun dengan Rama yang melihat putri nya tenga malu malu
"War apa kamu sakit kenapa pipi kamu memerah???"
Mawar dengan spontan menutup ke dua pipi nya dengan ke dua tangan nya, Sedangkan Evy dan Rama hanya tersenyum melihat tingkah putri nya yang malu malu sampai membuat ke dua pipi nya memerah.
"Dia tidak sakit nak"
"Lalu kenapa Tan kedua pipi Mawar memerah"
"Ini aku terlalu banyak memakai make up saja"
"Ohh!! Lain kali jangan pakai banyak banyak yah, aku suka kamu yang natural ke cantikan kamu yang alami"
Blussss
Perkataan Bastian yang spontan membuat ke dua pipi Mawar semakin memerah, bukan hanya pipi melainkan ke dua telinga nya yang memerah. "Ah jantung aku enggak aman buat dekat dengan kak Bastian" Batin Mawar
"War kenapa kamu melamun???"
"Iyah Pi"
"Kami tinggal dulu yah nak!!!" Rame menepuk pundak Bastian
"Iyah Om, tan"
Rama dan Evy meninggalkan Mawar dan Bastian yang mengobrol, dengan Mawar yang selalu saja baper dengan perilaku manis kepada nya. Seperti saat ini Bastian tengah memuji Mawar yang begitu sangat cantik dengan gaun yang dia gunakan, Bastian juga mengambilkan minum untuk Mawar, Bastian juga menyelipkan rambut Mawar yang menutupi wajah nya.
Jika Bastian sedang bersikap manis dengan Mawar berbeda dengan teman teman nya yang tenga mencari nya di seluruh penjuru hotel tapi tidak menemukan nya. Sampai akhir nya mereka melihat kedua orang tua nya yang tenga mengobrol dengan ke dua orang tau Yoga.
Mereka mendekat ke arah Patra dan Melati. "Mama Papa"
Keempat orang tau yang tenga mengobrol itu menoleh ke arah sumber suara mereka melihat empat remaja dengan bergandengan tangan dengan pasangan masing masing.
"Sayang"
__ADS_1
"Kenapa Papa dan Mama ada di sini???"
"Yah di sini Mama dan Papa mendatangi undangan pernikahan anak teman bisnis Papa!!! Lalu kenapa kalian ada di sini???"
"Ini pesta pernikahan Dian Pa Ma"
"Kalau sama datang nya mending tadi berangkat bareng Ma, Pa"
"Kamu benar juga nak!!"
"Ah iya Maaf kan kami pak Hendra, ini anak dan menantu saya"
"Yang ini Putri Kami nama nya Putri dan yang sebelah nya menantu saya Irwan, dan yang ada belakang mereka itu juga anak dan menantu saya, yang laki laki Putra kami nama nya Rian dan yang ada di samping nya Celina"
"Selamat Malam Om dan tante"
"Selamat Malam Nak"
Hendra tidak menyangka kalau dunia sanga sempit, ternyata teman bisnis nya juga mengenal menantu nya. "Kalian teman teman sekolah nya nak???"
"Iyah Om, saya dan Rian teman satu kelas nya sedangkan Putri dan Celina adik kelas Dian"
Hendra dan Indri menganggukkan kepala nya setelah itu anak anak pamit untuk mencari Bastian yang tenga hilang entah kemana, tidak tau saja mereka kalau Bastian tenga asik berduaan dengan Mawar di pojokan. Dengan Bastian yang menggombali Mawar sampai kedua pipi Mawar terus berwarna merah.
Setelah keempat remaja itu berkeliling pesta pernikahan Dian dan Yoga Akhir nya mereka menemukan Bastian dengan mawar yang ada pojokan tenga asik mengobrol bercanda dan tawa.
"Kurang ajar yah nih anak dicariin malah berduaan disini"
Bastian dan Mawar menoleh ke arah sumber suara mereka berdua melihat keempat teman nya tenga berkacak pinggang menatap Bastian dan Mawar. Sedangkan Bastian hanya nyengir melihat tatapan garang para sahabat nya, sedangkan Mawar tenga salah tingkah ketahuan dengan para sahabat Bastian.
"Hehe Maaf besti"
"Sialan elo yah, gue sampek kesel nyariin elo, elo malah asik asik di sini gombalin anak orang"
"Hehe, udah jangan marah marah ayo kita beri selamat kepada Dian dan Suami nya aja lah baru kita makan makan"
"Kan habis ini ada dansa nya juga biar bisa ikut gitu"
__ADS_1
"Yah sudah ayo"
Mereka berenam berjalan ke arah Dian dan Yoga yang ada tenga sibuk dengan para tamu undangan, Keenam remaja itu memberi selamat dan doa untuk Dian dan Yoga, Dian juga meminta maaf sama dengan Rian, Celina dan Putri. Mereka bertiga juga sudah memaafkan Dian.