BAD GIRL

BAD GIRL
Trik Mendekati


__ADS_3

Bab 60


"Lebih tepatnya sih menghormati Zein dan keluarganya" ucap Raka.


"Boleh aku minta nomor telpon mu" ucap zein


"Buat apa"


"Mungkin saja, ada hal penting yang ingin aku diskusikan padamu tentang perjodohan kita"


"Gue rasa tidak ad yang perlu di diskusikan lagi. Lho hanya perlu menolak nya saja. Gampang kan"


"Om Leon dan papaku sudah merencanakan rancangan pernikahan kita kemarin"


"What! Tunggu dulu, mereka menyiapkan pernikahan untuk kita. Itu bearti lho menerima perjodohan ini"


"Aku tidak mengatakan apapun, sejauh ini. Papamu yang menginginkan Perjodohan ini dan papa ku hanya menyetujuinya saja". Bohong Zein. Karena nyatanya, dialah yang menyuruh papanya mempercepat pernikahan mereka. Raka mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Zein. Karena jelas-jelas Zein yang berbohong.

__ADS_1


"No! Ini nggak bisa terjadi"


"Maka dari itu, aku ingin mendiskusikannya padamu. Aku ada meeting sebentar lagi, jadi apa boleh aku meminta nomormu"


Zhea hanya mengangguk, lalu memperlihatkan nomor HP-nya kepada Zein. Zein pun langsung menyalinnya.


"Kami harus pergi dulu. Maaf, tidak jadi menemanimu makan. Mungkin,lain kali saja. Dan kamu tak perlu membayar nanti. Ini restoran langganan kami, kami yang akan membayarnya. Raka ayo pergi" ucap Zein beranjak pergi. Raka yang tidak mengerti apapun hanya menurut saja.


Mereka berdua masuk dalam mobil dan meninggalkan restoran.


"Gue nggak ngerti deh sama pola pikiran lho Zein. Kemarin lho yang mohon-mohon sama bokap lho untuk mempercepat pernikahan kalian. Sekarang, malah mau ngebatalin pernikahan. Dan satu lagi, tadi nyari-nyari sih zhea, sekarang malah pergi, Dengan alasan mau meeting . Kita nggak ada meeting hari ini. Lho amnesia atau apa " ucap raka


"CK, lho yakin suka sama cewek kayak sih zhea. Banyak lho Zein, pengusaha lain yang ingin menjodohkan anaknya sama lho. Lho nggak mau seleksi dulu gitu"


"Gue milih sih zhea karena dia itu beda dari cewek yang lain. Lho lihat aja penampilannya simple nggak berlebihan. Wajahnya yang natural tanpa make up, bukankah cantiknya begitu alami"


"Untuk itu gue setuju. Tapi masalah nya dia itu selalu main gas. Dan nggak suka sama orang kantoran. Padahal banyak cewek lain yang berusaha buat jadi orang kantoran. Tapi dia kok malah nggak tertarik ya. Kalo misalkan dia mau, udah di pastiin dia bakalan jadi CEO di perusahaan bokapnya"

__ADS_1


"Gue akan buktiin ke dia, kalo orang kantoran itu nggak sama seperti yang dia pikirkan. Dan gue bakal berusaha untuk masuk ke dunianya"


"Maksud lho, lho mau ikut balapan gitu. Ya elah Zein, Zein. Naik motor aja lho itu nggak pernah. Malah sok-sokan mau ikutan balapan"


"Resek lhu!" Ucap Zein menendang kursi Raka yang di depannya.


"Gue bakal belajar buat bisa jadi pembalap"


"Terserah lho deh. Bokap lho kalo tahu juga pasti nggak ngizinin lho"


Zhea keluar dari restoran dan tidak jadi makan di sana. Mendengar ucapan Zein membuat selera makannya hilang. Dia meljukan mobil meninggalkan restoran.


"Damn! Gue nggak nyangka tuan marga akan nikahin gue secepatnya. Rencana gue awalnya nggak kayak gini. Tapi, kalo gue protes ke mereka juga percuma. Yang ada mereka akan nangkap gue dan ngurung gue di kamar" ucap zhea yang membawa mobilnya kebut-kebutan


"Pokoknya, gue harus cari cara buat ngebatalin perjodohan ini"


Zhea melihat-lihat ke jalan lalu berucap "jalan ini satu arah dengan jalan ke rumah sakit. Lebih baik aku kerumah sakit aja dulu, jengukin Tante Sarah"

__ADS_1


**Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️


Dan jangan lupa baca juga karya baru author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan karya author lainnya "COLD CEO IN LOVE" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻🙏🏻


__ADS_2