BAD GIRL

BAD GIRL
Terimakasih telah Melahirkan anak kurang ajar ini


__ADS_3

Bab 70


"Tidak ada laki-laki mahal lagi kecuali kak exsel, dia pintar sudah lulus S2 dimana seharusnya dia baru lulus S1. Sudah menjadi dokter hebat, ketika di usia yang sangat muda"


"Itu menurutmu, karena kau menyukainya. Tapi, bagiku dia bukanlah apa-apa. Dan kau tahu laki-laki yang ku sebutkan itu seperti apa? Jika kau tidak tahu cari di internet laki-laki bernama Niko. Kau akan mengetahui betapa hebatnya dia, dan betapa banyaknya penghargaan yang telah dia bawa pulang. Dan satu lagi, dokter kesayangan lho itu, tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan Niko. Dia hanya bisa mengobati orang saja. Dan satu lagi, nyonya lira. Sepertinya aku berubah pikiran sekarang, jika kau ingin menjual rumah terkutuk ini kau harus memperbaikinya dulu. Karena awalnya, aku berencana untuk menghancurkan ataupun membakar rumah ini. Tapi, setelah di pikir-pikir kembali, Sepertinya kau sangat kekurangan dana. Apa uang yang di berikan suamimu itu tidak cukup. Ahh, tidak. Aku abru ingat, mau sebanyak apapun suamimu itu memberi mu uang, bagimu itu tidak akan pernah cukup" ucap zhea tersenyum semirk lalu beranjak pergi.


"Zheaaa kau benar-benar sanak yang kurang ajar" teriak lira


Zhea menongolkan kepalanya dari dalam mobil "terimakasih. Karena telah melahirkan anak kurang hajar ini" ucap zhea terkekeh, sesatt kemudian menginjakkan gas dan dengan kecepatan tinggi pergi dari sana. Walaupun jalan di sana berlubang-lubang tapi, tidak menghalanginya.


"Dia benar-benar gila. Apa dia cari mati, kebut-kebutan Seperti itu" ucap Tiffany

__ADS_1


"Sudahlah jangan hiraukan dia lagi. Cepat lihat di internet pria bernama Niko itu"


Tiffany langsung mencari nama Niko di internet, mereka terkejut melihat banyaknya piagam, piala , dan mendali emas yang di dapatkan Niko. Disana juga, banyak foto zhea dan Niko karena mereka partner balapan.


"Cowok ini kan, yang di rumah sakit waktu itu" ucap Tiffany


"Rupanya zhea dan teman-temannya itu pembalap" ucap lira


Sementara itu, exsel terus mengikuti zhea dari kejauhan. Zhea pergi ke danau. Dia duduk di pohon besar, sambil terus melempari batu ke dalam danau.


"Aku ingin, menjadi setenang mu" ucap zhea menatap danau itu.

__ADS_1


Dia kemudian bersandar, di pohon "hari ini adalah hari kesialan. Di awali dengan bertemu dengan tuan marga, exsel yang membenciku, di usir dari perguruan, dan sekarang bertemu dengan nyonya lira dan anak kesayangannya. Benar-benar hari yang buruk" ucap zhea tersenyum sermik, tapi walupun begitu tanpa terasa air matanya jatuh.


Zhea mengusap air matanya "kenapa aku menangis, tidak ada hal yang perlu aku tangisi untuk hati ini. Bukankah hidupku memang seperti ini" ucapnya lalu memejamkan matanya dan terlelap tidur.


Melihat zhea sudah memejamkan matanya, exsel pun duduk di samping zhea.


Dia menatap lekat-lekat wajah gadis itu, lalu berucap "di hatimu terlalu banyak luka dan dendam. Dan kau tidak akan pernah tenang, jika kau tidak melupakannya. Maaf, karena ku kau mengingat kembali hari-hari burukmu. Istirahatlah, hari ini juga hari yang berat untukmu kan" ucap exsel dia laku membenarkan anak rambut zhea yang menutupi wajah gadis itu. Exsel menyelimuti zhea dengan jasnya.


Sementara itu, hari mulai gelap. Exsel menghidupkan senter hpnya dan dia letakkan di depan mereka. Karena di danau itu tidak ada satu lampu pun. Hingga akhirnya exselpun ikut tertidur


***Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️

__ADS_1


__ADS_2