
"Kalian duluan aja. Ntar gue nyusul. Kebandaranya nanti barengan aja pakai mobil gue"
Rio menganguk kemudian beranjak pergi bersama Rere.
Zhea duduk di dekat kuburan Sarah, bersebrangan dengan exsel.
"Gue turut berdukacita atas kepergian Tante". Sebisa mungkin zhea menahan agar air matanya tidak jatuh.
Exsel tidak menanggapi ucapan zhea. Dia melihat papan lisan Sarah dengan tatapan kosong.
"Yang sabar. Tante udah tenang di sana. Lho harus ikhlas"
"Lho tahu apa hah tentang kehilangan. Lho aja nggak ngehargain orang tua lho, dan sekarang lho nasehatin gue. Ngaca zheaa ngaca, urus aja urusan lho sendiri, itukan yang selalu lho bilang" ucap exsel dengan nada suara meninggi. Dia melampiaskan kesedihan dan kemarahannya pada zhea.
"Sel, jaga nada bicaramu"
"Udah deh nan. Sebaiknya kalian pergi dari sini, gue butuh waktu sendiri"
"Sebaiknya kita tinggalkan exsel di sini sendiri" ucap Adnan. Zhea hanya mengangguk.
------
2 jam kemudian, Rere, zhea dan Rio sudah ada di bandara.
"Sebaiknya gue ikut aja sama lho re. Gue khawatir kalo lho pergi sendirian" ucap Rio
"Iya re, biarin aja Rio ikut sama lho" ucap zhea
"Udah nggak apa-apa, Lagain gue cuma dia hari doang di sana. Zhea, lebih butuh lho di sini Yo. Apa lagi, kita udah di peringatin dosen tadi. Kalo Rio ikut sama gue, yang ada dosen nggak ngasih izin ntar" ucap Rere
"Yaudah kalo gitu lho hati-hati. Jika sampai di sana langsung kabarin kita" ucap zhea
"Iya"
"Salam sama mama papa di sana" ucap Rio.
__ADS_1
Setelah pesawat lepas landas, zhea dan Rio beranjak pergi dari sana.
Sekarang mereka berada di dalam mobil zhea.
"Mau makan duku Zhe?" Ucap Rio
"Gue sih nggak nafsu. Kalo lho lapar, gue temanin lho makan deh"
Mereka berduapun pergi ke caffe tempat mereka sering ngumpul.
"Aneh banget ya rasanya ke sini tanpa Niko dan Rere" ucap Rio
"Heum. Biasanya Rere udah heboh tuh"
"Mau pesan apa?" Ucap pelayan
"Mau apa Zhe?"
"Jus jeruk aja"
"Kalo gitu jus jeruknya dua" ucap Rio
"Lho, nggak jadi makan?"
"Nggak, gue cuma mau ngobrol aja sama lho di sini"
Zhea hanya mengangguk.
"Lho nanti pindah ke apartemen aja dulu, nggak baik juga kan kita tinggal satu atap cuma berdua" ucap Rio
"Kalo gue tinggal di apartemen, yang ada orang-orang tuan marga bisa nangkap gue. Lho aja yang ke sana"
"Nggak mungkin dong Zhe gue ngebiarin lho di kos-kosan sendirian. Yaudah deh kalo gitu, ntar gue tidur di luar aja biar nggak ada fitnah dari tetangga" Zhea mengangguk.
pelayan meletakkan minuman mereka di atas meja. Keduanya pun menikmati minuman mereka.
__ADS_1
"Kalo gue ikut kuliah di AS sama Niko, gimana Pendapat lho Zhe"
"Gue nggak setuju"
"Kenapa?"
"Ya nggak apa-apa. Kenapa? Lho mau kuliah di sana karena udah menangin balapan itu. Kan kita bisa kesana bareng-bareng kalo perlombaan kalian udah dekat"
"Gue cuma nanya doang lho Zhe"
"Kalo lho pergi juga kesana. Yang jagain gue sama Rere ntar siapa?"
"Ya ampun Zhe, lho itu lebih hebat daripada gue dalam hal bela diri"
"Tapi Rere? Dia nggak bisa lho Yo jauh-jauh dari lho. Yang ada dia bakalan ngamuk ntar kalo lho tinggalin. Awas aja kalo lho sampai pergi ninggalin kita"
"Gue cuma nanya doang Zhe"
"Lho nanya, bearti lho udah kepikiran buat ke sana Riooo. Awas aja kalo lho tiba-tiba pergi"
Ke esokkan harinya...
Zhea sudah siap-siap pergi ke kampus. Tapi, Rio masih tidur di depan kos-kosan.
"Yo, Yo. Riooo bangun. Ini udah siang nanti lho telat ke kampus"
"Eum iya-iya. Lho berangkat duluan aja"
"Jangan bolos lho. Cukup gue aja yang sering bolos"
"Iyaa zheaaa"
"Udah sana, buruan mandi. Gue berangkat dulu"
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️
__ADS_1
DNA jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta🙏🏻☺️
Di