BAD GIRL

BAD GIRL
KABAR BAHAGIA


__ADS_3

Setelah datang ke Rumah Yasmin, Ruddy dan Siska mampir ke rumah besan mereka. Dia ingin membagi kebahagian mereka kepada Celina yang selama ini menginginkan seorang adik, Sekarang keinginan nya akan terwujud.


Setelah menempuh perjalan yang lumayan lama karena harus putar balik dengan arus lalu lintas yang sangat padat membuat Siska dan Ruddy baru nyampe di rumah besan nya setelah satu jam perjalanan.


Ruddy memasukkan mobil nya ke dalam gerbang mewah rumah besan mereka, Ruddy dan Siska turun dari dalam mobil, Ruddy mendekat ke arah Siska yang masih berdiri di samping Mobil. Ruddy menggandeng tangan Siska untuk berjalan ke arah pintu Rumah.


Ruddy mengetuk pintu tiga kali, setelah mengetuk pintu tidak lama Ada yang membuka pintu rumah. "Maaf tuan dan Nyonya mencari siapa???"


"Kami besan Melati dan Patra"


"Maafkan saya tuan dan Nyonya"


"Tidak apa-apa"


"Silahkan masuk saya akan memanggilkan Nyonya dulu"


"Ah iya terima kasin mbak"


"Sama-sama nyonya"


Pelayan yang membuka pintu untuk Siska dan Ruddy masuk ke dalam rumah untuk memanggil Melati yamg memang ada di rumah bersama anak-anak.


Tidak lam setelah kepergian pelayan tadi, melati datang mendekat ke arah mereka dengan senyum mengembang, sedangkan pelayan tadi memanggil Celina yang ada di kamar nya.


"Selamat siang mbak, Mas"


Melati dan Ruddy dan Siska menoleh ke arah sumber suara dimana Melati berjalan mendekat ke arah mereka, Melati memeluk Siska layaknya wanita sosialita bertemu akan memeluk dan cipika cipiki, setelah itu Melati mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Ruddy sebelum Melati duduk di seberang mereka.


"Tumben sekali mbak??? Sering sering mbak datang"


"Iyah ini tadi karena aku dan Mas Ruddy ingin membagi kebahagian kami Mel"


"Wah kebahagian apa mbak yang ingin mbak bagi???"


"Aku hamil dan ingin memberi tahu Celina dan Rian dan juga kamu dan suami kamu"


"Astaga!! Mbak hamil?? Selamat mbak aku senang sekali denger nya"

__ADS_1


"Kami kesepian di rumah tanpa Celina, menjadikan kami program hamil"


"Aku juga ingin punya anak lagi mbak, Anak anak mau tinggal di Apartemen mau mandiri"


"Kamu program aja di tempat aku, barang kali cocok Mel"


"Yah dimana mbak, nanti aku ingin mencoba nya kan mbak tau usia ku juga tidak lagi muda"


"Hahaha tapi kamu masih muda"


Mereka bertiga saling mengobrol membahas tentang anak anak mereka yang akan tinggal di Apartemen sendiri dan hidup mandiri, melati juga memberi tahu kalau Rian akan kuliah di sini karena tidak mau jauh dari Celina. Atau menjauhkan Celina dan orang tua nya.


Melati tau karena saat Rian sedang bersama nya dia bertanya kenapa Rian tidak mau kalau Celina ikut sekolah di sana baru lah Rian menjelaskan bawa Rian tidak mau menjauhkan Celina dengan orang tua nya.


Saat sedang asik mengobrol tentang Celina dan Rian anak anak datang menghampiri mereka semua yang ada di ruang tamu, Celina mendekat ke arah orang tua nya dia mencium tangan ke dua orang tua nya dan mencium ayah dan ibu nya.


Setelah itu di susul Rian, Putri dan Irwan yang terakhir mencium ke dua tangan ke dua orang tau Celina setelah itu mereka duduk di Sofa yang afa di masih kosong di ruang tamu.


"Ibu dan Ayah tumben??? Biasanya hanya video call"


"Kabar baik apa bu???"


"Ibu Hamil"


"Hah??


"Ibu Hamil???"


"Apa ibu Hamil??? Celina mendekat ke arah Siska dan Ruddy, Celina memeluk kedua nya dengan sangat sayang dan senang.


"Celina akan punya adik Bu???"


"Iyah nak"


Celina sangat bahagia karena Celina bisa mendapatkan apa yang dia mau selama ini, sayang nya Celina sudah ada yang menemani nya menjadikan Celina tidak kesepian lagi, Walau begitu Celina tetap bahagia mendengar kalau Ibu nya sedang Hamil.


Bukan hanya Celina tapi juga Rian, Putri dan Irwan yang tau selama ini Celina ingin memiliki saudara agar tidak kesepian. Dan keinginan nya terwujud saat Celina sudah menikah itu pun karena Siska merasa sepi di rumah nya, sedangkan Ruddy menuruti kemauan Siska yang ingin memiliki anak kembali.

__ADS_1


Mereka semua melanjutkan mengobrol sampai lupa waktu kalau saja Patra tidak pulang mungkin mereka semua akan berlanjut mengobrol tertawa dan bercanda. Patra yang melihat ada besan nya pun merasa tidak enak karena dirinya tidak ada di rumah saat Siska dan Ruddy datang.


Setelah mengobrol sebentar dengan Patra, Siska dan Ruddy pamit pulang karena waktu sudah menunjukan 5 sore, sangat lama mereka bertamu. Ruddy dan Siska meninggalkan Rumah Patra untuk pulang ke rumah nya.


Sedangkan Melati kini sudah ada di dalam kamar nya begitupun dengan anak anak yang sudah ada di kamar untuk bersih bersih karena waktu sudah sore. Patra bertanya kenapa obrolan mereka tadi sangat seru apa yang mereka bahas, melati menjelaskan kalau mereka membawa kabar baik, Melati juga memberi tahu kalau Siska sedang hamil.


"Apa Ma, Mbak Siska hamil???"


"Iyah Pa!!"


"Jadi Mama juga bisa hamil dong???"


"Mana Mama tahu Pa"


"Kan belum di coba Ma"


"Papa setuju kalau Mama hamil lagi???"


"Iyah, kapan Papa bilang enggak setuju Ma"


"Yah udah besok anterin aku program dong, jangan mau bikinnya aja"


"Hahaha, Iya ibu negara yang cantik"


"Jangan menggombal, malu sama anak-anak sudah pada menikah"


"Biar saja Ma, Papa tidak mau kalah dengan mereka"


Patra menyetujui Melati hamil kembali karena menurut Patra itu lebih baik dari pada Melati harus adopsi anak yang enggak tau latar belakang nya, setelah membahasa anak Patra dan Melati membersih kan diri bersama.


Sedangkan anak anak juga melakukan yang sama, Rian dengan Celina mandi bersama dengan plus plus mandi bukan sembarang mandi, karena mandi ala Rian dan Celina bisa satu jam lama nya begitupun dengan Irwan dan Putri yang mandi plus plus, pengantin baru itu seakan ketagihan dengan hal baru yang baru saja mereka coba.


Mejadikan rumah beras Patra ada tiga pasang yang mandi plus plus, tentu saja Patra tidak mau kalah dengan anak anak nya, karena memang Patra dan Melati masih terbilang muda karena mereka memang di jodohkan saat mereka masih duduk di bangku kuliah.


Setelah mandi yang menghabiskan waktu satu jam, mereka saling tiduran di ranjang king size mereka dengan saling berpelukan, kalau biasanya Melati akan turun untuk memasak kini Dia tiduran dengan Patra karena merasa kesepian.


Saat Jam makan malam baru mereka turun bersama dari lantai dua dimana kamar mereka berada dengan sangat kompak mereka membuka pintu seakan sudah janjian terlebih dulu.atau saling memberi kode agar saat membuka pintu mereka bareng, dan tentu saja mereka bertiga saling tatap setelah itu mereka berjalan ke arah tangga untuk turun kelantai satu.

__ADS_1


__ADS_2