BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 173


__ADS_3

Bab 173


"Ngapain sih duduk di pinggiran jalan kayak gini" ucap Niko.


"Ya kan capek abis jalan lumayan jauh" ucap Rere


"Kenapa nggak bawa motor aja sih tadi"


"Cari makan yuk, soalnya gue dan Rere pas berangkat nggak sempat sarapan"ucap zhea


"Oke, kita kerestoran aja kalo gitu" ucap Niko


"Kalian aja deh, gue lagi males banget ke tempat-tempat kayak gitu" sahut Rere


"Lah, tadi katanya lapar"


"Emang iya, tapi gue lagi mager aja"


"Makanya kalo capek tuh istirahat aja nggak usah keluyuran, makin capek kan jadinya" ucap Rio


"Kita pesan makanan aja kalo gitu"


"Kalo kalian mau makan di restoran nggak apa-apa kok, biar gue aja yang order makanan, kalian pergi aja". Ucap Rere


"Kalian berdua pesanin makanan di restoran aja kalo gitu. Biar gue yang nemanin Rere di sini" ucap Rio


Niko dan zhea hanya menurut. Tinggal lah Rere dan Rio yang duduk di pinggiran jalan.


Zhea dan Niko duduk di meja menunggu pesanan mereka.


"Sebenarnya Rere itu kenapa Zhe?"

__ADS_1


"Gue juga nggak tahu nik, sejak dia kecelakaan waktu itu, dia jadi pendiam gitu nggak kayak biasanya. Kalo lagi berantem sama Tiffany dan silya keluar deh sifat aslinya"


"Berantem?"


"Heum"


"Kita sering adu mulut di kampus sama mereka. Soalnya dua manusia itu satu fakultas sama kita"


"Aneh juga ngeliat sifat Rere yang sekarang"


"Benar banget. Apalagi, dia tuh udah jarang banget balapan. Dia cuma nemanin gue aja. Apa karena dia trauma karena kecelakaan itu"


"Kayaknya nggak deh Zhe"


"Tapikan selama ini dia nggak pernah tuh kecelakaan bisa jadi dia trauma"


"Karena selama ini selalu ada Rio di samping dia. Lecet dikit aja nggak boleh"


"Mungkin sekarang Rere ngerti, gimana dia sekarang kalo nggak ada Rio"


"Tapi dia nggak posesif kayak dulu lagi lho nik. Contohnya aja tadi, pas dia lihat Tasya dan celline bareng kalian. Kalo dulu, dia pasti akan narik kalian buat jauh-jauh dari mereka tapi sekarang kan nggak"


"Gue rasa nih ya Zhe, Rio sama Rere itu saling suka"


"Suka? Kok lho mikirnya kayak gitu"


"Karena nggak ada orang yang marah selama itu. Dan puncaknya kemarahan seseorang itu diam. Tapi memendam semua rasa, ntah itu kecewa, marah, kesal, dan rindu. Semua rasa itu campur aduk di hati dan pikiran"


"Lho ngomong kayak gitu, udah kayak ahlinya aja"


"Karena gue udah rasain semua itu, bahkan gue kehilangan sesuatu yang sangat berarti di hidup gue" batin exsel

__ADS_1


"Itu sih pendapat gue dari gerak gerik mereka. Apalagi Rere tuh nggak pernah marah selama ini lho"


"Benar juga. Tapi apapun itu, semoga aja mereka berdua segera baikkan deh. Kalo emang saling suka, ya pacaran aja, kan juga nggak ada yang ngelarang"


"Perasaaan itu rumit Zhe. Nggak semudah yang lho bayangin"


"Terserah deh. Asal keduanya nggak terjebak aja dengan yang namanya cinta"



Di bagian lain negara, exsel dan Adnan menunggu ke berangkat mereka.


"Lho udah ngabarin zhea, kalo kita bakalan ke AS"


"gimana mau ngabarin, orang Hp dia ketinggalan di mobil"


"Nggak apa-apa, semoga aja nanti nggak sengaja ketemu sama zhea ketika di AS"


"lho pikir AS itu kecil, sehingga bisa-bisa aja ketemuan tanpa komunikasi atau janji"


"Ya siapa tahu kan"


"Ngadi-ngadi lho"


"Lho nggak bawa apa-apa?" Ucap Adnan, karena exsel tidak membawa apapun kecuali dompet hp dan seragam kedokteran


"Kita tuh di sana cuma beberapa jam doang"


"Tapi perjalanan ke sana itu jauh sel, ala salahnya bersiap-siap"


"Yaudah kalo nanti emang gue butuh sesuatu, gue pinjam sama lho. Gue yakin, lho bawa semua hal, bahkan hal-hal yang nggak penting sekalipun"

__ADS_1


__ADS_2