
Jam pelajaran berakhir semua murid berhamburan di keluar kelas ingin segera pulang ke rumah mereka masing masing, begitupun dengan Celina dan Putri yang kini sudah berjalan keluar kelas, saat di depan kelas ada salah satu murid yang memberikan Celina surat.
Celina menerima surat itu setelah itu bertanya siapa yang memberikan nya tapi Lusi tidak tau siapa yang memberikan nya karena dia juga mendapat dari salah satu siswa yang ada di sini meminta untuk memberikan surat itu ke Celina.
"Terima kasih lus"
"Iyah sama sama"
Lusi pergi dari hadapan Celina dan putri, setelah itu Celina dan Putri kembali melanjutkan langka mereka meninggalkan kelas, karena ingin segera pulang dan istirahat sebelum nanti akan jalan jalan bersama suami mereka berdua.
Celina dan Putri masuk ke dalam mobil Putri, Putri melajukan mobil nya keluar gerbang Sekolah. "Kak buka dong surat nya"
"Bentar aku ambil dulu"
Celina mengambil surat yang tadi dia terima dari dalam tas nya, dia mulai membuka kertas yang ada stiker love di depan nya.
"***Celina kamu bagaikan matahari yang bersinar, senyum kamu bagaikan bulan sabit yang bersinar sangat indah.
Mata indah kamu bagaikan air laut yang dalam, seperti aku yang tenggelam dalam pesona kamu,
Wajah cantik kamu tidak perna bisa aku lupakan walau aku tau kamu sudah ada yang memiliki, setiap malam aku memimpikan kamu dalam tidur ku, mimpi bisa bersanding dengan kamu, walau kenyataan nya tidak mungkin.
Celina aku hanya bisa mengagumi kamu dari jauh, tapi aku berharap sewaktu saat nanti aku dan kamu bisa bertemu dan berbicara banyak hal. Walau kenyataan nya tidak mungkin aku akan tetap berharap kalau kamu dan aku bisa bersatu.
Penggemar rahasia mu***.."
Celina selesai membaca surat yang dia terima dengan gemas dengan yang mengirimkan nya bagaimana bisa dia berharap walau tak mungkin. Begitupun dengan Putri yang sangat menghayati surat cinta yang Celina bacakan untuk nya.
"Dari sekian surat cinta ini yang bikin aku gemas"
"Kenapa kak???"
"Sudah tau tidak bisa kenapa masih berharap"
"Nama nya juga penggemar kak, selagi dia tidak mengganggu kakak itu bukan masalah besar"
Celina dan Putri tidak tau saja kalau surat itu bermakna lain, orang yang mengirim surat itu tenga tersenyum menatap photo Celina yang ada di atas meja nya. "Sayang kamu akan aku jadikan Istri ku, aku akan merebut kamu dari Pria itu"
Pria itu bangkir dari duduk nya dia menatap wajah Rian yang ada photo yang dia tempelkan di dinding, dia menatap photo Rian dengan sangat dingin. "Aku akan menyingkirkan kamu dalam hidup Celina!! Kamu enggak pantes dapatin Celina yang begitu sangat cantik"
__ADS_1
Lalu dia menusuk nusuk photo Rian dengan pisau yang dia bawa dari meja yang ada di photo Celina, tidak hanya sekali tapi berkali kali dia menusuk Rian, seakan photo itu adalah Rian sendiri.
Meninggalkan pria misterius yang menyukai Celina dalam diam, Di Apartemen ke Celina dan Putri tenga membuat mie instan yang mereka beli di supermarket. Celina yang dan Putri yang pencinta pedas menambah beberapa cabai di mie yang sedang mereka buat, tidak lupa dengan tambahan telur di dalam mie mereka berdua.
"Bau nya enak banget kak"
"Iyah, Ayo kita ke ruang tamu kita makan di sana dengan menonton gosip"
"Ayo kak"
Celina dan Putri berjalan ke arah ruang tamu, saat mereka sudah sampai di ruang tamu Celina menyalahkan layar lebar yang ada di depan mereka berdua, sesuai dengan apa yang mereka katakan kini Celina tenga mencari Chanel yang menyiarkan gosip yang lagi hangat.
Mereka menikmati mie yang bercampur cabai dengan melihat gosip maraknya pembunuhan yang dilakukan orang tak dikenal. Mereka berdua merasa ngeri saat mendengar gosip yang ada di layar lebar di depan nya.
"Kok ngeri kak aku denger nya"
"Sama"
Putri mengganti Chanel nya dengan film yang mengisahkan seorang istri yang tersakiti, mereka berdua mengomel bak beo yang belum makan melihat pemain film berselingkuh dari istrinya, bukan hanya selingkuh melainkan sih pria sudah mempunyai seorang anak dari perempuan lain.
Celina dan Putri terus mengomel dengan mulut yang penuh dengan mie, sampai suami mereka yang baru pulang bingung dengan para istrinya kenapa mengomel dengan melihat tv.
"Apa yang kalian omelkan???"
"Mana lagi punya anak pula dengan selingkuhan nya" Putri menambahi
"Lalu kenapa kalian mengomel???"
"Kami gemas dong dengan perempuan nya yang sangat sabar banget sama laki nya"
"Itukan hanya film sayang tidak terjadi"
"Yah kalau aku jadi dia sudah aku cincang itu burung nya biar mampus"
"Kalau aku kak akan aku goreng setelah itu aku beri ke kucing"
Sedangkan Rian dan Irwan merasa ngeri mendengar apa yang dikatakan Celina dan Putri bagaimana bisa mereka hidup tanpa pedang sakti.
"Sayang jangan lihat yang begituan"
__ADS_1
"Lalu kami lihat apa???"
"Yang lain saja"
"Contoh nya???"
"Film kartun saja yang di sukai anak anak"
"Apa???"
Rian dan Irwan menghela napas kasar mendengar para istri bertanya yang tidak ada habis nya membuat kepala Rian dan Irwan ingin pecah. Dengan kesal dan gemas Rian dan Irwan mengambil mangkok mereka lalu memakan nya, niat hati setelah habis mereka akan menggendong mereka ke kamar dan minta bubuk berdua ternyata Rian dan Irawan malah terkejut dengan mie yang baru saja mereka makan, tenyata rasanya sangat pedas.
Rian dan Irwan saling tatap setelah itu dengan rasa gengsi Rian dan Irwan tetap memakan mie itu dengan sangat lahap setelah habis mereka berdua ke dapur mengambil minum untuk mereka berdua.
"Gila mie apa cabai semua"
"Apa apaan mereka dari mana cabai???"
"Mungkin mereka juga membeli nya bersama mie instan"
Mereka berceloteh di dapur dengan meminum jus yang ada di dalam kulkas mereka sampai tandas, itu saja belum cukup menghilangkan rasa pedas di lidah mereka, sedangkan Celina dan Putri menyusul mereka ke dapur ingin membuat mie lagi karena perut mereka belum kenyang.
"Kenapa kalian masih ada di sini??? Celina bertanya dengan memandang adik dan suami nya bergantian.
"Kami ingin minum jus malah sudah habis, yah ka kak???"
Irawan menyenggol lengan Rian agar dia juga mengatakan hal yang sama. "Ah iya nih"
"Kalau begitu kalian ambil saja di bawa sana tadi kami membeli nya satu karton"
"Baik lah nanti kami ambil"
"Kok Nanti, kata nya ingin minum sekarang"
"Dek ambil"
"Ah Iyah iyah"
"Lalu kalian mau apa kemari???"
__ADS_1
"Ingin membuat mie hantu kak"
Rian dan Irwan menggendong mereka berdua berjalan meninggalkan dapur untuk pergi ke kamar, dan mengatakan tidak ada mie hantu, mie hantuan.