BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 116


__ADS_3

Bab 116


Pukul 8:30 Rere baru sampai di kos-kosan. Mata bengkak, rambut acak-acakan dan baju yang sudah tidak rapih lagi. Dia mengetuk-ngetuk pintu kos-kosan.


"Tok"


"Tok"


"Tok"


Beberapa saat kemudian, zhea pun membukakan pintu.


"Rere, udah balik" ucap zhea


Rere tak menjawab sepatah katapun. Dia langsung masuk ke kamar. Membuat zhea keheranan. Karena, Rere yang sekarang, berubah 180 derajat dari Rere sahabatnya 2 hari yang lalu.


"Re, lho kenapa?"


"Rio memang benar-benar ninggalin kita Zhe"


"Nggak apa-apa lah re, masih ada kita berdua"


"Gue nggak bakalan ninggalin lho Zhe. Kemanapun gue pergi, gue akan bawa lho"


"Ahh, so sweet banget sih sahabat gue ini" ucap zhea memeluk Rere


"Lho tahu Zhe, Rio sengaja pergi ke AS buat ngejauhin gue. Hehehe" ucap Rere dengan tawa paksa


"Ini nggak seperti yang lho pikirin re"


"Dia sendiri yang ngomong Zhe, dia bilang gue salalu bergantung dan manja sama dia"

__ADS_1


"Kalo gitu, lho harus mandiri sekarang. Buktiin ke dia, bahwa lho bisa mandiri"


Rere menganguk "besok, gue akan ikut lho ke kelas bela diri" ucapnya


"Lho yakin?"


Rere mengangguk lalu berucap "gue mau mandi dulu"


"Yaudah gih, aku akan pesan makanan"


Rere mengagguk kemudian beranjak pergi ke kamar mandi. Namun, saat ingin membukakan pintu, dia malah pingsan.


"Astaga Rere" pekik zhea.


"Re, re. Rere, bangun. Lho jangan buat gue takut dong" ucap zhea menepuk-nepuk pipi Rere.


"Gue bawa ke rumah sakit aja" ucap zhea. Kemudian, memapah Rere yang tak sadarkan diri itu membawanya masuk ke dalam mobil.


Zhea, mengendarai mobilnya seperti orang kesetanan. Takut bercampur khawatir, ketika dia melihat wajah Rere memucat. Sesekali, dia menoleh ke arah Rere, selama perjalanan menuju rumah sakit.


"Dokter Adnan, teman saya pingsan. Tolong bawa masuk ke rumah sakit" teriak zhea


Exsel dan Adnan pun berlari kecil menghampiri zhea.


Zhea membukakan pintu mobilnya, dengan mudah Adnan mengendong Rere ala bridge style masuk ke rumah sakit.


Adnan memeriksa keadaan Rere, zhea dan exsel juga ikut masuk ke ruangan Rere.


"Dia kenapa? Bukannya dia di luar negeri" Tanya exsel


"Dia baru ballik, sekitar 30 menit lalu. Nggak tahu, tiba-tiba aja pingsan"

__ADS_1


"Dia nggak kenapa-kenapa. Hanya kecapek'an dan kayaknya kurang makan juga" ucap Adnan


"Akhh syukurlah" ucap zhea bernapas lega


"Biarin dia beristirahat dulu" ucap Adnan.


Zhea mengangguk "terimakasih"


"Jangan terlalu khawatir, besok jika dia sudah sadar. Dia bisa langsung pulang" ucap adnan


"Gue hanya panik, soalnya dia tuh nggak pernah kayak gini"


"Stamina tubuh seseorang, nggak selamanya kuat Zhe" ucap exsel.


"Gue pulang dulu. Ayo sel". Exsel menganguk, mereka lalu beranjak pergi.


Saat berada di dalam mobil, exsel tidak menghidup-hidupkan mesinnya.


"Kenapa? Ada yang ketinggalan?"


"Lho bawa aja mobil. Gue masih ada urusan" ucap exsel beranjak keluar dari mobil dan kembali masuk ke rumah sakit.


"Bilang aja mau nemanin zhea" ucap Adnan.


Exsel kembali masuk ke ruangan Rere.


"Nggak jadi balik?" Ucap zhea


"Masih ada urusan. Kalo ada sesuatu panggil gue di ruangan". Bohong exsel, padahal dia tidak tega meninggalkan zhea menunggu Rere sendirian di rumah sakit.


Zhea hanya mengangguk. Exsel lalu beranjak pergi, memeriksa keadaan pasien yang lainnya.

__ADS_1


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️


DAN jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta🙏🏻☺️


__ADS_2