BAD GIRL

BAD GIRL
Menjual rumah


__ADS_3

Bab 69


zhea yang duduk dengan kedua lututnya menatap foto yang sudah hancur itu.


"Aku benci kalian! Benar-benar benciiiiii" ucap zhea merobek-robek foto itu.


Zhea keluar dari rumah itu, dia melempar-lempari rumah itu dengan batu.


Crakcrak pyarrrrrrrr


Suara kaca jendela yang di pecahahi zhea begitu nyaring. Exsel yang melihat semua itupun kaget di saat ingin mendekati zhea. Lira dan Tiffany lebih dulu mendekatinya.


"Zhea, apa-apaan kamu. Kenapa kamu merusak rumah ini" ucap lira yang datang dengan Tiffany dan sepasang suami-istri.


Zhea tidak mempedulikannya, dia terus melempari rumah itu, dengan batu.


"Zheaaaaaa Pramudya siyahmarga" bentak lira penuh penekanan


Zhea melihat ke arah sekilas, tersenyum smirk lalu berucap "zhea Pramudya siyahmarga, sudah mati.12 tahun yang lalu, Bersama dengan kepergian Anda nyonya lira siyah" ucap zhea


"Kauuu" ucap lira menunjuk wajah zhea


"Kenapa? Seharusnya, saya yang bertanya mau apa anda di sini" ucap zhea menepis tangan lira yang menunjuknya.

__ADS_1


"Kami kesini mau menjual rumah ini. Tapi kau malah merusaknya" ucap Tiffany


"Ohh, jadi nyonya mau menjual rumah ini. Atas dasar apa anda mempunyai hak untuk menjual rumah ini. Apa kalian kekurangan uang Hem"


"Rumah ini sudah seharusnya di jual. Karena sudah lama di tinggalkan" ucap lira


"Jika memang rumah ini harus jual, tuan marga lebih berhak untuk menjualnya. Dan kalian, jika kalian berani membeli rumah ini darinya, maka saya akan menuntut kalian"


"Kau tidak bisa menuntutnya, karena rumah ini masih atas namaku" ucap lira


"Oh ya. Jika begitu, aku akan lebih bersemangat untuk menghancurkan rumah ini" ucap zhea melempari genteng rumah itu.


Praaaggg praaagg Suara genteng pecah.


"Nyonya maaf, Sepertinya kami tidak jadi membeli rumah anda. Apalagi keadaannya sudah rusak seperti ini".


Suami istri itu, lalu pergi.


"Bu, pak tunggu" ucap lira mencoba menghentikan suami istri itu pergi.


Zhea yang melihat itu, tersenyum sinis "Sepertinya kalian benar-benar kekurangan uang" ucapnya


"Kauu. Lihat karena ulahmu, mereka pergi"

__ADS_1


"Lebih baik mereka pergi sekarang, atau aku akan membuat mereka pergi menghadap sang ilahi" ucap zhea, asal bicara


"Tidak mungkin kau berani membunuh mereka" ucap Tiffany


"Kenapa? Kau ingin mencobanya"


"Zhea cukup. Sepertinya kau tidak di ajari oleh papamu sopan santun"


"Tuan marga memang tidak mengajari saya apapun. Tapi, dia mampu menyekolahkan saya di universitas terbaik, memenuhi segala kebutuhan saya selama ini. sementara anda apa?"


"Kauuu" ucap lira ingin menampar zhea. Tapi zhea lebih dulu menggenggam tangannya.


"Jangan pernah sentuh tangan anda pada bagian tubuh saya. Saya bisa membalas anda jauh lebih kejam dari pada yang anda kira" ucap zhea mencengkeram erat tangan lira. Lira meringis kesakitan


"Zhea, lepaskan tanganmu. Mamaku kesakitan" ucap Tiffany


Mendengar ucapan Tiffany zhea tersenyum sinis "memang benar anak yang baik. Tapi mamamu ini tidak sebaik yang kau kira, Tiffany" ucap zhea melepaskan tangan lira.


"Kau benar-benar tidak tahu sopan santun kepada orangtua. Aku yakin kak exsel tidak akan pernah mau dengan perempuan Sepertimu" ucap Tiffany


"Ya, kau benar. Dia memang tidak mungkin menyukai orang sepertiku. Tapi, dia juga tidak akan menyukaimu. Lagi pula yang benar-benar menyukai exsel itu lho. kau tenang saja, dia bukan tipeku. Tipeku lebih mahal dari padanya"


***Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️

__ADS_1


__ADS_2