
Bab 74
Satu jam kemudian, Rere masuk ke kelas.
"Maaf dok, saya terlambat" ucap Rere menghadap exsel.
"Tidak apa-apa, zhea sudah menjelaskannya tadi. Dimana Rio"
"Dia tadi memang ke rumah sakit, tapi tiba-tiba pergi katanya masih ada urusan"
"Baiklah. Kamu silahkan duduk"
Sementara itu, Rio kembali ke kos-kosan. Dia sedang Videocall-an dengan Niko.
"Lho nggak kuliah Yo" ucap Niko di seberang sana. Rio hanya menggeleng
"Kenapa? Jangan malas lho, ingat lho harus jagain zhea sama Rere"
"Hemmm"
"Lho berantem ya sama mereka"
"Nggak"
"Terus"
"Gue cuma kesepian aja nggak ada lho di sini"
"Lebay lho. tapi kalo lho mau ke sini kita bisa bareng-bareng jadi pembalap go internasional"
"Gue maunya juga gitu"
"Maksud lho? Lho mau ninggalin sih Rere"
"Gue akan ngomong sama dia nanti. Lagi pula, kita sekarang sudah dewasa. Dia nggak semestinya selalu dengan gue kan"
__ADS_1
"Lho berantem ya sama sih Rere"
"Nggak. Dia juga di rumah sakit, jatuh dari motor di sirkuit"
"Lho nggak nemenanin dia"
"Sudah ada yang nemenanin dia"
"Siapa? Terus zhea gimana"
"Dia baik-baik aja. Sekarang udah mulai rajin kuliah, besok zhea dan Rere ada balapan. Lebih baik lho tontonin mereka, kalo nggak ntar kedua makhluk itu ngambek. Oh iya, balapan lho disana gimana?"
"Gue masih terus latihan sih. Dan, Minggu depan balapan perdana gue disini"
"Baguslah kalo gitu. Lho udah pasti jadi juaranya"
Niko hanya terkekeh "terus, lho disana nggak ada balapan apa?"
"Mungkin 3 atau 4 hari lagi"
"Kalo gue menang juara pertama, gue pasti nyamperin lho ke AS buat support lho Minggu depan"
"Gue tebak sih lho pasti bisa jadi yang pertama. Kan gue nggak ada di sana" ucap Niko terkekeh
"Sialan lho. Fans-fans lho pasti kecewa karena lho nggak ada"
"Gue sih berharap mereka nggak ngefasin lho karena gue nggak ada" ucap Niko kembali terkekeh.
"Udah dulu ya, gue ada kelas. Lho, kalo ada masalah sama Rere selesaiin baik-baik" ucap Niko memutuskan VC-an mereka.
Hari beranjak malam, zhea dan Rere baru pulang dari latihan.
Rio yang mendengar suara merekapun, berpura-pura tidur di atas sofa.
"Di cariin kemana-mana, ternyata nih orang malah tidur di sini" ucap Rere kesal melihat Rio
__ADS_1
Bughh, Rere melempar tasnya ke arah Rio.
"Apa-apaan sih, gangguin orang tidur aja" ucap Rio pura-pura
"Apa-apaan, apa-apaan. Lho tuh yang apa-apaan. Kenapa bos kuliah, terus kenapa di rumah sakit tadi nggak temuin aku dulu tapi malah pergi gitu aja"
"Gue ada urusan"
"Urusan apa sih yang lebih penting dari pada gue"
"Re, sekarang kita itu udah dewasa. Kita nggak bisa bareng-bareng terus kayak dulu. Semua hal memiliki batasannya re"
"Maksud lho apa sih?. Emangnya selama ini gue berteman sama lho melewati batas"
"Intinya tuh gini, kehidupan aku bukan cuma ada kamu dan begitu juga sebaliknya"
"Lho ngomongin apa sih, nggak jelas banget"
"Lho bakal ngerti nanti" ucap Rio beranjak ke kamarnya.
"Tuh ornag kenapa sih. Salah bukannya minta maaf malah pergi gitu aja"
"Mungkin Rio lagi ada masalah re. Udahlah besok pagi juga dia pasti kembali ceria lagi" ucap zhea
KE ESOK KAN HARINYA...
Balapan akan di mulai 1 jam lagi. Zhea dan Rere menyiapkan diri untuk balapan. Sementara rio, dia mengecek kedua motor sahabatnya itu, agar tidak bermasalah.
Zhea memeriksa ponselnya, yang sudah di kembalikan exsel setelah usai kampus kemarin.
Tiba-tiba zhea mendapatkan telpon yang dia ketahui bahwa nomor itu adalah nomor Leon.
Zhea tidak ada niat untuk menerima panggilan itu, namun sekali lagi nomor itu memanggilnya.
Dengan sangat terpaksa zhea menerima panggilan itu.
__ADS_1
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️