
Bab 89
Exsel yang berpapasan dengan mereka di lobby rumah sakit pun menghampiri mereka. Dia heran melihat zhea yang di papah oleh Rio untuk berjalan, karena beberapa jam yang lalu saat bersamanya zhea dalam keadaan yang sangat besar baik.
Tujuan exsel Menghampiri mereka adalah untuk masalah perpindahannya Rio. tentang kondisi zhea dia berpikir, mungkin zhea kecelakaan lagi dan sekarang ingin kabur.
"Rio bisa kita bicara. Ini mengenai hal kemarin" ucap exsel.
"Kita bicara nanti saja dok. Saya harus antar mereka pulang dulu"
"Baiklah. Datanglah keruanganku nanti" ucap exsel beranjak pergi.
"Emangnya ada urusan apa lho sama dokter exsel" ucap Rere
"Hanya tugas kampus" bohong Rio
Rio lalu mengantar zhea dan Rere ke kos-kosan, Rere sengaja saat ke kampus tadi membawa mobil zhea. Dia sangat yakin, sahabatnya itu pasti sangat ingin keluar dari rumah sakit.
"Kalian, tunggu aja di sini dan jangan kemana-mana. Kalo lapar pesan makanan aja, ingat jangan kemana-mana sampai gue kembali". Ucap Rio, dia lalu mengambil semua kunci kendaraan yang ada di atas meja.
"Kok kunci motor sama kunci mobil di ambil semua sih" protes rere
"Gue bawa dulu. Karena gue nggak yakin kalian bakalan dengarin omangan gue. Yang ada entar kalian keluyuran lagi"
__ADS_1
"Zheee" rengek Rere
"Udahlah biarain aja Rio bawa semuanya. Gue juga nggak mood kemana-mana Sekarang"
"Lho dengar kan apa yang di bilang zhea, dan lho harus jaga zhea"
"Ini kayak bukan lho banget tahu nggak Zhe. Cuma lemes doang lho jadi mager kayak gini. Dimana Zhea Pramudya siyahmarga selama ini"
"Heh, hanya zhea Pramudya!" ucap zhea ketus
"Gue pergi dulu" uacp Rio beranjak pergi ke rumah sakit.
Rio memasuki ruangan exsel, ternyata exsel tidak ada di ruangannya. Dia laku bertanya kepada salah satu suster yang lewat. Dan suster itu memberitahukan bahwa exsel berada di ruangan Sarah.
"Maaf dok, saya lancang masuk ke sini. Soalnya tadi saya keruangan dokter, dokternya nggak ada"
"Nggak apa-apa"
"Mohon maaf dok sebelumnya, saya nggak tahu kalo nyokap dokter sedang sakit"
Exsel hanya mengangguk kemudian berucap "Maslah perpindahan kamu sudah saya bicarakan dengan profesor. Kamu siapkan saja berkas-berkas yang di pinta. Jika ada kendala, kamu bisa datangi saya kemari. Karena, selama mama saya di rawat saya mungkin tidak hadir mengajar di kampus"
"Baiklah dok. Terimakasih"
__ADS_1
Baru saja Rio ingin keluar, Adnan memasuki ruangan sarah."Apa zhea ada di sini" ucapnya setelah pintu terbuka
"Dia tidak ada di sini. Lagian, tidak ada urusannya dia di sini" ucap exsel.
"Zhea sudah pulang, saya yang membawanya pulang"
"Dia sudah pulang. Kenapa? Dia itu masih harus di rawat"
"Tidak ada yang bisa mencegahnya jika dia ingin pulang" ucap exsel
Hari beranjak malam, Rio punya jadwal balapan. Dia tidak memberitahu Rere ataupun zhea tentang balapannya.
2 jam kemudian, balapan pun Selesai. Dan Rio menjadi juara pertama, tanpa adanya kendala.
Setelah menerima semua hadiahnya, Rio bergegas pulang, meskipun susah menembus para fansnya yang mengerumuni untuk meminta foto dan tanda tangan.
Sebelum ke kos-kosan, Rio memesan makanan dan minuman di sebuah restoran favorit mereka.
Setelah memakan dana minuman itu siap, Rio langsung tancap gas pulang ke kos-kosan. Dia khawatir meninggalkan zhea dan Rere.
"Bagus lho ya Yo. Lho bawa semua kunci kendaraan kita dengan alasan nggak ngebolehin kita keluyuran. Tapi lho enak-enakan keluyuran" ucap Rere saat melihat Rio membuka pintu
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️
__ADS_1
baca juga Karya author yang lainnya yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta 🙏🏻☺️