BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 118


__ADS_3

Bab 118


Setelah selesai mandi, dan Menganti baju, zhea kembali ke ruangan Rere.


"Re, gue tinggal dulu ya. Makanannya di habisin"


"Siap my princess" ucap Rere tersenyum manis


"Apaan sih"


"Kan Niko sering manggil lho kayak gitu"


"Ya Niko, Niko aja. Lho nggak usah ikut-ikutan"


"Yaelah pelit amat"


"Gue pergi dulu Queen nya rioo"


Seketika wajah Rere berubah datar mendengar nama Rio.


"Duh, salah ngomong nih gue" batin zhea


"Yaudah ayo berangkat" ucap exsel


Zhea dan exsel lalu beranjak keluar dari ruangan Rere.


Saat di parkiran mereka bertemu dengan Adnan yang baru sampai di rumah sakit.


"Eh, kalian mau ke kampus ya"

__ADS_1


"Nggak tepat banget sih datangnya" batin exsel


"Heum" sahut zhea


"Oh, iya sel. Ini kunci mobilnya. Thanks ya"


"Lho bawa aja mobilnya, oh iya, jagain Rere sampai kita kembali lagi ke sini"


"Oke, tenang aja"


Exsel dan zhea akhirnya meninggalkan rumah sakit.


Zhea menyetir mobilnya, kayaknya ingin balapan, di jalanan.


"Jangan ngebut-ngebut kayak gini, bahaya. Gimana kalo tabrakan" ucap exsel


"Ini bukan waktunya bersantai lagi. 15 menit lagi kelas di mulai"


"8 menit lebih awal dari perkiraan"


"Benar-benar cari mati lhu ya"


"Iya!" Ujar zhea kemudian beranjak turun dari mobil.


Leon, Zein dan Raka yang melihat zhea pun langsung menghampirinya.


"Akhirnya datang juga kamu. Papa pikir, kamu nggak bakalan kuliah lagi" ucap Leon


"Maunya sih gitu"

__ADS_1


"Zheaaa!" Bentak Leon


"Kenapa? Ada yang salah. Saya hanya menjawab pertanyaan anda tuan, tidak perlu teriak-teriak"


"Kamu tuh benar-benar ya. Kami sudah setengah jam nunggu kamu di sini. Tinggal di mana kamu?"


"Dimana pun saya tinggal itu bukan urusan Kalian. Lagi pula, tidak ada yang minta Kalian datang ke sini"


"Jika kami tidak ke sini, maka kami tidak akan bisa Menemukanmu"


"Kenapa tiba-tiba mencariku? Ada sesuatu yang kalian rencanakan?"


"Apa maksudmu, memberitahu media akan menikah dengan lelaki pembalap itu. Dan bisa-bisanya kamu pergi ke luar negeri tanpa memberitahu papa"


"Niko, namanya Niko. Nggak ada salahnya jika saya menikah dengan dia. Dia baik dan berprestasi"


"Apa yang kamu harapkan dari dia. Dia itu hanya pembalap abal-abal zhea"


"Stop! Berhenti menghina orang yang bahkan anda sendiri tidak mengenalinya dengan baik"


"2 Minggu lagi adalah pernikahan kamu dan Zein. Setuju atau tidak setuju, kamu akan menikah dengannya"


"Nikahkan saja jika anda bisa"


"Pernikahan kita sudah di tentukan zhea, jadi tidak bisa di batalkan dengan cara apapun.terlebih lagi, kita terikat kontrak kerja. Dan aku juga berpartisipasi dalam balapan yang diikuti oleh pacarmu itu. Jika kau menolak pernikahan kita, maka pacarmu dan temannya itu, akan aku keluar kan dari pertandingan " ucap Zein


"Wooww, orang kaya memang bisa melakukan segalanya ya. Tapi, gua ingin lihat, bagaimana cara lho nyingkirin mereka. Lho pikir uang bisa mengatasi segala hal? Heh, uang mu itu, nggak akan berpengaruh apapun pada mereka. Lho sponsori berapa persen pun ke pertandingan itu, gue yakin 100% lho nggak bakalan bisa nyingkirin Niko sama Rio"


"Sudah-sudah. Zhea, 5 menit lagi kelas akan di mulai, sebaiknya masuk ke kelas sekarang" ucap exsel menarik zhea pergi dari sana.

__ADS_1


"Gue belum selesai ngomong" ucap zhea menghampaskan tangannya


__ADS_2