
Bab 167
Setelah meladeni semua pertanyaan para fansnya zhea tancap gas ke rumah sakit.
Sementara itu, Rere menonton balapan zhea di ponselnya.
Exsel masuk ke ruangan Rere untuk memeriksa keadaannya.
"Kenapa belum istirahat?" Tanya exsel
"Lho dokter masih di sini?"
"Zhea tidak mungkin pulang ke rumah dan meninggalkan kamu sendirian di sini, jadi saya ngambil ship malam"
"Oh, bentar lagi zhea pasti datang kok dek, soalnya balapannya udah selesai. Dokter mau nonton acaranya?"
"Tonton saja, saya masih harus memeriksa pasien yang lainnya. Besok pagi, kamu sudah boleh pulang" ucap exsel kemudian beranjak pergi dari ruangan Rere.
Padahal exsel sudah memeriksa semua pasiennya. Dia mencoba untuk bodoh amat dan tidak memikirkan zhea. Tapi dia malah terus kepikiran, bahkan ucapan zhea tadi sore terngiang-ngiang di telinganya.
------------
__ADS_1
18 jam menempuh perjalanan, Rio sampai di kos-kosannya bersama Niko.
"Lah, kok udah pulang aja?" Ucap Niko yang kaget melihat Rio
"Bukannya lho yang minta gue buat balik ke sini" ucap Rio merebahkan tubuhnya di sofa
"Padahal gue udah minta izin lho selama 3 hari. Gue kira lho bakalan balik lusa"
Rio hanya diam memejamkan matanya.
"Gimana keadaan Rere?"
"Kayaknya udah membaik"
"Lah, kok kayaknya sih"
"Ya mau gimana lagi, baru sadar dan ngeliat gue aja dia langsung ngusir gue"
"Kayaknya dia masih marah sama lho"
"Mungkin, tapi dia juga nggak butuh kita lagi. Soalnya dia udah punya pacar yang bakalan jagain dia"
__ADS_1
"Rere pacaran? Sama siapa? Bukannya dia nggak pernah dekat dengan cowok lain selain kita"
"Temannya suami zhea,. Dia juga seorang dokter. Katanya sih mereka pacaran seminggu yang lalu. Kayaknya gue nggak salah ambil langkah buat menjauh dari dia"
----------
2 bulan berlalu....
Hubungan zhea dan exsel malah semakin memburuk.sejak mendengar ucapan zhea waktu itu, Exsel memilih untuk tidak banyak bertanya pada zheaz dia hanya bicara seperlunya, karena tidak ingin zhea merasa tidak nyaman bersamanya.
Sama seperti sebelumnya, mereka hanya bicara saat sarapan di pagi hari sebelum mengawali aktivitas mereka. Sementara dimalam harinya, tidak ada percakapan pun di antara mereka. Terlebih lagi, di saat zhea pulang ke rumah, hampir setiap malam Tiffany berada di rumah mereka dengan alibi belajar dengan exsel.
Zhea tidak terlalu mempedulikan hal itu, sebagaimana pun Tiffany mendekati dan menggoda exsel. Zhea bersikap seolah-olah tidak melihat kedua orang itu, dan memilih langsung beristirahat di kamarnya, karena lelah dengan aktivitas sehari-harinya.
Sementara Tiffany berfikiran bahwa zhea cemburu melihat kedekatannya dan exsel.
Zhea pulang ke rumah, pukul sebelas malam lewat. Dia baru selesai balapan, dan di saat perjalanan menuju rumah dia mengalami kecelakaan. Mungkin karena tubuhnya yang sudah lelah beraktivitas dan rasa kantuknya, yang membuatnya oleng sehingga hilang keseimbangan saat mengendarai motornya.
Untungnya, dia hanya mendapatkan luka ringan di kaki dan tangannya.
Saat sampai di rumah, zhea melihat mobil Tiffany masih berada di halaman rumah mereka.
__ADS_1
"Dia belum pulang? Ini sudah larut, apa mereka selalu seperti ini biasanya" gumam zhea. Karena memang dia tidak tahu, bahkan tidak peduli sampai jam berapa exsel mengajari Tiffany.
Zhea masuk ke dalam rumah, dilihatnya exsel dan Tiffany sedang fokus dengan layar laptop.