
Bab 164
Zhea berencana untuk meneruskan rencana balas dendamnya dulu kepada silya dengan menggunakan exsel. Awalnya zhea tidak mempedulikan hal itu, tapi melihat silya terus menerus mencoba dekat dengan exsel dan menganggunya dia memilih untuk melanjutkan rencana ya yang sempat tertunda itu.
Zhea terlambat kembali ke kelasnya, karena jarak kelas dan kantin itu cukup jauh.
"Darimana? Kenapa baru datang?" Ucap exsel yang melihat zhea
"Kenapa, anda berpikiran bahwa saya akan bolos lagi, begitu? tenang aja, sekarang saya akan berprilaku baik dan menuruti perkataan anda. Karena anda dosen, suami sekaligus orang yang membiayai pendidikan saya. Dan saya rasa, berita itu udah tersebar di seluruh kampus ini, jadi saya sadar diri sekarang, karena saya bisa di katakan bergantung hidup dengan anda" ucap zhea sengaja mengatakan hal itu, karena dia tahu semua orang akan mengatakan hal yang serupa jadi lebih baik dia terlebih dahulu mengatakannya.
"Apa maksud dari ucapanmu?" Tanya exsel kebingungan
"Bagus deh kalo sadar diri. Numpang hidup sama orang emang kayak gitu banyak-banyak sadar diri dan tahu malu!" ketus silya yang menyimpan dendam.
__ADS_1
"Jaga ucapanmu, silya! Zhea tidak menumpang hidup dengan saya, karena memang kewajiban saya untuk menjaga mencukupi kebutuhannya. Dan apapun yang saya lakukan untuk zhea, itu kewajiban saya karena dia istri saya. Dan jika ada yang berani membicarakan hal ini lagi, kita bertaruh saja, saya atau kalian yang akan bertahan di sini" ancam exsel.
Sementara zhea hanya tersenyum sinis ke arah Tiffany, yang mengepalkan tangan dan menatapnya penuh kebencian.
"Zhea duduk ke tempatmu, lain kali jangan ulangi lagi"ucap exsel. Zhea hanya menurut
Kelas berlangsung, Tiffany sengaja bertanya terus agar bisa dekat dengan exsel.
"Kak exsel, kayaknya laman di laptop aku nggak mau ke buka deh" ucap Tiffany
"Udah kak, tapi tetap nggak bisa. Coba deh kakak liat" rengek Tiffany
Exsel melirik ke arah zhea yang sedang fokus dengan laptopnya. Posisi duduk zhea dan Tiffany berdekatan, sehingga exsel yang ingin mengecek laptop Tiffany berada di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
Zhea yang merasa mencium bau farpum exsel menoleh ke sampingnya, yang mana exsel terlihat begitu dekat dengan Tiffany.
Saat ingin melanjutkan tugasnya, zhea mendapatkan notifikasi di handphonenya. Pesan dari Rio yang memberitahukan bahwa dia segera terbang ke AS.
Zhea terkejut membaca pesan itu, karena Rio baru saja sampai dan sekarang akan pergi lagi.
"Bukankah Rio datang bawa koper.itu bearti dia berencana menginap. Tapi kenapa langsung pergi? Apa mungkin Rere sudah sadar dan mengusirnya karena masih ngambek" batin zhea bertanya-tanya.
"Ada apa? Apa ada masalah dengan laman websitenya?" Ucap exsel membuyarkan lamunan zhea.
Zhea hanya menggeleng.
Exsel kembali duduk di tempatnya, dan berfokus pada layar laptop, memeriksa tugas yang di serahkan para mahasiswa/siswinya.
__ADS_1
"Gue nggak mungkin ngebebanin lho dengan banyak hal. Cukup lho tampung gue di rumah lho aja, selebihnya urusan hidup gue bakalan gue urus sendiri. Gue harus ikut balapan nanti malam. sebelum itu gue harus ke rumah sakit dulu" batin zhea menatap dalam exsel.
Exsel menutup laptopnya, tidak sengaja pandangan mata mereka bertemu. Tak lama kemudian zhea mengalihkan pandangannya dan kembali berfokus ke layar laptop.