
Bab 177
"Sensi banget sih lho, bukannya ngucapin makasih. Kalo gue nggak maksa lho buat ikut, belum tentu lho bisa ketemu sama zhea kan"
"Gue juga belum Ketemu sama zhea kali"
Sementara itu, Zein dan Raka memperhatikan balapan di layar monitor, di suatu ruangan.
"Boleh juga kemampuan mereka" ucap zein
"Makanya jangan sering ngeremehin orang zein"
"CK, lho itu teman atau musuh sih. Bukannya support gue malah terus-terusan nyudutin gue. Lagian sehebat apapun mereka, mereka tetap berada dalam kendali gue"
"Lho hebat karena punya uang, sementara mereka hebat karena kemampuan. Itu dua hal yang berbeda"
"Lho mau di pecat"
"Ngancam Mulu lho, emang lho bisa tanpa gue"
"Eh, gue bisa ya cariin orang yang lebih dari lho"
"Tapi gue yakin, dengan sikap lho yang kayak gini, nggak bakalan ada yang bisa bertahan lama kerja sama lho"
"Ngeselin lho tahu nggak"
Rere dan zhea sangat gugup menonton balapan itu.
Tasya terus menerus. Meneriaki nama Rio.
__ADS_1
Begitu juga dengan zhea yang meneriaki nama kedua sahabat cowoknya itu bergantian. Sementara, Rere hanya meneriaki nama Niko saja.
"Kak Rere, kenapa cuma neriakin nama kak Niko aja? Kak rionya di semangati juga dong" ucap tasya
"Kan ada lho yang support dia. Biar seimbang, gue support Niko aja" ketus Rere
"Kakak benar juga. Ayo kak RIOOO semangat! Kakak pasti bisa" teriak Tasya
Sementara Rere hanya tersenyum sinis, setiap kali Tasya meneriaki nama Rio.
Pertandingan selesai, Niko berada di posisi pertama, sementara Rio berada di posisi ketiga.
Setelah Rio dan Niko di wawancarai, zhea dan Rere berlari memeluk menghampiri mereka.
Niko di peluk oleh zhea dan Rere secara bersamaan, kemudian zhea beralih memeluk Rio, tidak dengan Rere yang masih memeluk Niko.
"Kayaknya yang menang sahabatnya zhea deh. Lho mau samperin mereka nggak?" Ucap Adnan, yang mendengar dengan jelas nama Niko dan Rio di sebut.
"Kalian hebat banget tahu nggak. Gue benar-benar gugup di detik-detik terakhir, soalnya yang juara dua itu agak membahayakan" ucap zhea
"Kak Rio ini aku bawain kakak air" ucap Tasya memberikan sebotol air pada Rio.
"Makasih ya" ucap Rio mengambil air itu lalu meminumnya. Karena memang dia kehausan
"Nik, selamat ya, tadi tuh lho keren banget" ucap celline
"Ah lho bisa aja Cell".
"Zheaa" panggil exsel
__ADS_1
Semua mata pun tertuju pada sumber suara.
"Alex" ucap celline yang terkejut melihat exsel, Alex adalah panggilan sayang celline ke exsel saat mereka pacaran dulu.
Exsel dan Adnan sama terkejutnya, melihat celline.
Exsel langsung menghampiri zhea "ini hp kamu, ketinggalan di mobil kemarin" ucap exsel memberikan hp zhea
"Lho ngapain ada di sini?" Ucap zhea
Tiba-tiba celline memeluk exsel dari belakang.
"Lex, gue benaran kangen banget sama lho. Akhirnya kita ketemu lagi setelah sekian lama"
Semua orang tentu saja binggung melihat tingkah celline. Begitu juga dengan Tasya, yang tidak mengetahui kisah cinta kakak sepupunya itu. Karena memang celline tidak bercerita padanya.
Exsel melepaskan pelukan celline darinya. Dia kemudian berdiri di samping zhea.
"Alex.." lirih celline, yang di acuhkan oleh exsel
"Maaf Cell, sekarang gue udah nikah sama zhea" ucap exsel menatap lekat ke arah zhea dan menggenggam tangan zhea.
Sementara zhea binggung dengan situasi yang ada.
"Nikah? Lho becanda kan Lex?"
"Gue nggak bodoh, dengan bermain-main atas nama pernikahan Cell"
"Nggak, gue nggak percaya! Baru dua tahun lho Lex, segampang itu lho lupain gue"
__ADS_1
"Siapa yang melupakan siapa? Jika lho lupa, kita udah nggak ada hubungan apapun lagi"
"Tapi, kita udah janji bakalan nikah, setelah gue nyelesain pendidikan gue"