BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 115


__ADS_3

Bab 115


Niko mengejar Rere, sedangkan Rio duduk di sofa, merendahkan emosinya.


"Re, lho mau kemana?" Ucap Niko menarik tangan Rere


"Bandara"


"Ngapain ke sana? ini tuh udah larut malam"


"Balik ke Jakarta. Zhea, sendiri di sana"


"Tapi, ini sudah larut malam re. Istirahat dulu, besok pagi gue antarin lho kebandara"


"Lho kira gue masih mau dekat sama orang egois kayak Rio itu hah!"


"Re, jangan kayak gini dong. Kan kita bisa bicarain ini baik-baik"


"Apanya? Lho pasti mau ngebelain sih Rio kan"


"Nggak re, nggak. Yaudah, gue temanin lho ke bandara"


Niko menemani Rere selama di bandara. Hingga pukul 6:00 pagi keberangkatan Rere. Setelah melepas Rere pergi, Niko kembali ke kos-kosan.

__ADS_1


Dilihatnya, Rio sedang memijat-mijat pelipis matanya. Dia duduk di samping Rio, kemudian berucap "sebenarnya, kenapa lho milih pindah ke sini. Dan nggak ngomong sama mereka. Lho lihat sendirikan? Bagaimana terkejutnya Rere, belum lagi zhea, ntah bagaimana perasaannya sekarang"


"Sebelum ke sini, gue udah ketemu sama zhea, dan gue udah jelasin semuanya ke dia"


"Coba jelasin detailnya"


Rio pun bercerita panjang lebar ke Niko.


"Jadi gitu ceritanya. Kesalahan lho cuma satu, nggak ngomong sama mereka. Lho nggak mikir resikonya apa? Lho lihat sendirikan, gimana marahnya Rere sama lho. Gue takut, dia ambil hati dan benaran mutusin semua ikatan sama lho"


"Bukan ini yang gue mau nik"


"Kayaknya Antara Rere dan Rio sama-sama memiliki perasaan lebih dari sahabat. Makanya pertengkaran ini terjadi, kalo nggak, nggak mungkin Rio sampai pindah ke sini hanya karena hal sepele" batin Niko


Kenapa Niko mengatakan hal itu sepele? Karena, bukan hanya sekarang-sekarang saja Rere mengengkang mereka. Itu sudah terjadi selama belasan tahun lamanya. Dulu, Rio malah sangat senang jika Rere melarang-larang dan manja padanya. Tapi kenapa skerang berubah? Hanya karena Rere di dekati Raka. Bukankah itu Cemburu namanya. Dan Rere juga, kalo nggak punya rasa nggak mungkin bela-belain ke AS, demi menemui Rio. Sifat Rere memang posesif, namun, jika membabi butakan Tasya karena perpindahan Rio, bukankah itu juga cemburu. Itulah yang di pikirkan Niko.


---------


Sementara itu, di bagian negara lain. Zhea, tidak masuk kuliah. Dia mengurus semua keperluan rumah sakit. Dan membeli alat-alat medis yang baru. Dia di temani oleh Adnan.


"Zhea apa nggak apa-apa lho nggak amasuk kuliah hari ini"


"Gue rasa nggak apa-apa. Palingan di panggil lagi ke ruang dekan" ucap zhea santai

__ADS_1


"Exsel kan tahu lho ada pekerjaan hari ini. Mungkin, dia akan bantu lho ngomong ke dekan nanti"


"Nggak terlalu berharap gue! Dia aja benci banget kayaknya sama gue"


"Kayaknya nggak deh"


"Terserah deh lho mau ngomong apa. Gue malas bahas dia"


"Tapi Zhe, dia sekarang lagi berduka banget. Walaupun dia terlihat baik-baik aja dan ngelakuin semua pekerjaannya. Tapi, terlihat betul kesedihannya. Aku minta kamu nggak cari gara-gara dulu sama dia"


"Maksudnya nyari gara-gara? Yang ada dia tuh, setiap kali ketemu gue bawaannya marah-marah Mulu"


"Yaudah lho temanin aja dia. Seenggaknya lho hibur aja dia, biar kesedihannya berkurang"


"Kenapa nggak lho aja yang hibur dia? Gue nggak bisa ngehibur orang!"


"Udah gue coba. Tapi malah di usir,"


"Gue nggak bisa!"


"Belum juga di coba udah ngomong nggak bisa aja"


Zhea menatap tajam ke arah Adnan. Seketika Adnan menutup mulutnya karena ngeri.

__ADS_1


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️


DAN jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta🙏🏻☺️


__ADS_2