BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 140


__ADS_3

Bab 140


"Tiffany, lepas. Kamu nggak seharusnya kayak gini" ucap exsel menjauhkan diri dari Tiffany.


"Lho tuh nggak tahu malu banget sih Tiffany. Dokter Exsel itu, suaminya zhea, ngapain lho peluk-peluk dia. Mau jadi pelakor lho hah" ucap Rere jengkel


"Heh, yang ada sih zhea tuh yang ngejebak kak exsel supaya bisa menikah dengan dia. Asal kalian tahu, zhea ini sengaja ngedekatin kak exsel buat ngebuktiin ke gue, kalo dia itu bisa dapetin kak exsel dan melebihi gue.karean dia dendam sama gue. Karena nyokapnya lebih sayang sama gue dan nggak mempedulikan dia. Lho itu licik tahu nggak Zhe" teriak Tiffany


Semua orang dalam kelas itu, berbisik-bisik membicarakan zhea.


"Jadi lho itu saudara tirinya zhea ya tiff. Ya pantas aja sih zhea iri sama lho, orang lho cantik, berprestasi, seorang model lagi. Sedangkan zhea..." ucap debby


Saat zhea ingin berbicara, exsel lebih dulu menyelanya "CUKUP! Kalian nggak ada hak, untuk mendikte zhea. Saya tidak pernah di jebak oleh zhea, pernikahan kami saya jalani dengan sangat-sangat sadar. Tidak ada yang menjebak ataupun di jebak. Urusan pernikahan saya dan zhea, kalian tidak usah ikut campur. Dan kamu Tiffany, berprilaku lah selayaknya mahasiswi dan dosen. Dan, jangan membuat fitnah yang tidak-tidak lagi tentang zhea, ini berlaku untuk siapapun. Sudah berapa kali saya bilang sama kalian, kalian di sini itu untuk mencari ilmu, bukannya mencampuri urusan orang lain. Mengerti!"


"Dengarin tuh!" Sinis Rere ke Debby


Tiffany menghentakkan kakinya, dan kembali duduk di tempatnya.

__ADS_1


Sementara zhea yang sedari tadi diam mendengar pembelaan exsel padanya. Senyum tipis terukir di bibirnya, walaupun tak terlihat oleh siapapun.


---------


Jam pelajaran selesai. Zhea dan Rere, langsung menuju tempat parkir. Saat zhea ingin ingin masuk ke mobil, exsel lebih dulu menahannya. Bersamaan juga, dengan Tiffany yang menggenggam tangan exsel.


Zhea melirik tangan exsel yang di genggam oleh Tiffany, tak ambil pusing dia pun berucap "ada apa?"


"Bentar. Tiffany, lepasin. Jangan sampai saya adukan sikap kamu ini ke dekan ya"


"Ishhh Kak exsel. Aku tuh udah lama suka sama kakak, bahkan cinta. Kakak tahu itu kan"


"Tapi kak exsel kan bisa ceraiin zhea dan menikah sama aku"


"Nggak ada perceraian!"


"Kalo gitu, aku mau deh jadi istri ke duanya kakak"

__ADS_1


"Tiffany dengar, aku hanya menikah satu kali seumur hidup. Dan sampai matipun hanya zhea yang pendampingku. Mungkin ini terdengar sangat kasar, tapi kamu harus berhenti berharap apapun padaku"


"Niko emang nggak salah pilihin suami buat zhea" batin Rere


"Aku yakin kalian itu nggak saling cinta. Jadi, untuk apa mempertahankan pernikahan tanpa cinta"


"Cinta ataupun nggak, itu nggak ada urusannya sama kamu. Kamu ngerti" bentak exsel, yang sudah kesal mendengar ucapan Tiffany


"Kakak bentak aku. Hikss kakak tega!" Ucap Tiffani berlalu pergi dari sana sambil menangis.


Zhea sengaja diam, dia ingin melihat interaksi dari exsel dan Tiffany.


"Kamu mau kemana?" Tanya exsel


"Kamu kesini, dan ribut sama Tiffany hanya untuk nanyain itu"


"Kenapa? Aku kan sudah bilang, kaloau kemana-mana tuh bilang. Aku ini suami kamu lho Zhe, aku berhak tahu istri aku pergi kemana aja"

__ADS_1


"Gue sama Rere, mau ke kelas belas diri. Udahkan? Gue pergi dulu" ucap zhea masuk ke dalam mobil. Namun, exsel menahan pintu.mobil agar tidak tertutup.


__ADS_2