BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 197


__ADS_3

Bab 197


Setelah menempuh perjalanan berjam-jam di pesawat. Akhirnya, Rere sampai di bandara AS. dia terkejut melihat Rio ada di sana.


Rio merentangkan tangannya, menyambut Rere. Rere langsung berlari ke pelukan Rio.


"Sorry" ucap Rere mengeratkan pelukannya


"For?" Sahut Rio mengelus-elus kepala Rere


"Semuanya"


" Yang salah itu gue, kenapa lho yang minta maaf"


"Ini masalah lain Yo" ucap Rere menatap Rio lekat-lekat


"Aku udah tahu kok?"


"Nggak Yo, lho nggak tahu apa permasalahannya"


"Mama sama papa udah cerita"


"Hah" ucap Rere tak percaya dengan apa yang dia dengar


"Semua itu kecelakaan re. Dan udah takdir juga"


"Lho nggak marah?"


"Apa ada alasan untuk marah"


Rere kembali memeluk Rio "gue pikir lho bakal marah dan Benci sama keluarga gue" Isak rere


"Udahlah, di sini tuh nggak ada yang salah. Ini semua udah takdirnya. Udah, nggak boleh nangis lagi. Hari ini kan ulang tahun lho, jadi nggak boleh ada air mata" ucap Rio menghapis air mata di pipi Rere.


"Gue sedih tahu nggak lho. Gue pikir lho akan marah dan ngejauhin gue"


"Nggak lah. Buktinya sekarang, gue di sini kan sama lho. Lho mau rayain ulang tahun lho dimana?"


"Nggak usah di rayain deh. Udah nggak mood gue"


"Terus?"


"Ke kos-kosan kalian lah. Capek gue pengen istirahat"


"Di sana ada celline sama Tasya"


"Ngapain mereka di sana"


"Ngerjain tugas"


"CK, kalo gitu ke hotel aja deh gue. Mau istirahat"


"Jangan dong, gimana kalo gue ajak lho keliling-liling universitas"


"Nggak minat gue. Semua universitas mah sama aja menurut gue"


"Beda dong"


"Ya sama lah. Sama-sama tempat nyari ilmu"


"Nggak salah sih. Kalo gitu kita keliling-liling aja gimana?"


"Boleh deh"



Saat zhea keluar dari rumah sakit, dia berpapasan dengan baby sister el-razka, yang mana saat itu el-razka sedang menangis.


"Tunggu" ucap zhea


"Nona ?" Sahut baby sister


"Ngapain kalian di sini?"

__ADS_1


"Ini non, tuan muda nangis terus dari kemarin. Dia juga nggak mau minum susunya"


"Dimana tuan dan nyonya marga?"


"Di luar negeri nona. ada urusan bisnis sekalian liburan katanya"


"CK, jadi mereka meninggalkan el-razka sama kamu?"


"I-iya nona"


Zhea lalu mengambil alih el-razka dan menggendongnya.


"Nona mau bawa tuan muda kemana?"


Zhea tidak menjawab, dia terus saja melangkah ke ruangan exsel.


Zhea awalnya tidak mau peduli, tapi saat melihat el-razka menangis dia merasa tidak tega.


"Keluhannya ap...?" Exsel tidak melanjutkan ucapannya karena terkejut melihat zhea yang membawa el-razka.


"Sepertinya dia demam. Coba lho periksa dulu" ucap zhea


Exsel hanya mengangguk kemudian memeriksa el-razka.


"Nona, apa saya boleh menitipkan tuan muda ke nona?"


"Kenapa? Lho nggak sanggup ngurusin el-razka" ketus Zhea


"Bukan begitu nona tapi..."


"Nggak usah banyak alasan! Kalo mau berhenti, ya Berhenti aja sekarang. Gue bisa bayar lho dua kali lipat"


"Saya harus pulang kampung nona. Ibu saya sedang sakit" ucap baby sister ragu-ragu


"Jangan berani-berani untuk membohongi saya"


"Saya nggak bohong nona. Lusa ibu saya harus operasi karena usus buntu, dan saya harus membawa uang ke sana agar operasinya bisa di lakukan"


"Pergilah. Dan ambil ATM ini untuk membiayai operasi ibu lho"


"Tidak usah nona, Alhamdulillah uang saya cukup untuk membiayai operasi"


"Ambil aja, lho bisa kembaliin ATM itu ke gue saat lho ngejemput el-razka nanti"


"Nona serius?"


"Pergi sekarang, atau saya tidak ingin menjaga el-razka"


"B-baik lah nona. Terimakasih, saya pamit pergi dulu" ucap baby sister itu lalu pergi.


*********


"Kamu jangan mudah percaya sama orang Zhe. Gimana kalo dia menipu kamu" ucap exsel


"Itu urusan dia. Gue nggak pernah merasa rugi kalo di tipu masalah uang"


"Kamu itu benar-benar sulit di mengerti. Awalnya aku ngira kamu bakal nolak buat jagain el-razka"


"Gue nggak mau, el-razka tumbuh seperti gue dulu. Miris banget, tuan dan nyonya marga itu ninggalin anak yang belum sampai satu tahun ke baby sister yang belum tentu bisa di percaya, dan mereka malah enak-enakan liburan"


"Udah tahu baby sister itu nggak bisa di percaya, kenapa kasih ATM ke dia"


"Gue udah bilang sama lho, uang itu nggak ada artinya buat gue, mau dia ambil semua uang yang ada di sana gue nggak peduli. Uang bisa di cari, tapi kebahagiaan dan rasa kesepian nggak bisa di bayar dengan uang. Lagian gue sengaja ngasih tuh ATM ke dia, karena gue nggak percaya dia bisa ngurusin el-razka dengan baik. Terlebih lagi, kita nggak tahu seberapa lama tuan dan nyonya marga itu akan kembali"


"Sesayang itu ya, kamu sama el-razka?"


"Gue hanya nggak mau dia ngerasain apa yang gue rasain dulu. Udahlah, nggak usah di bahas lagi. Gimana dengan el-razka"


"Dia hanya demam, dan kayaknya rewel karena lapar deh"


"Tapi, baby sister itu bilang dia ngagk mau minum susu"


"El-razka kan masih kecil, yang dia butuhkan itu ASI. Bukan hanya susu"

__ADS_1


"Terus gimana dong? Cathlin kan lagi nggak ada di sini"


"Ya kita cari cara agar dia mau minum susu"


"Tuan dan nyonya marga itu benar-benar ya!"


"Udahlah Zhe, mungkin mereka lagi ingin menghabiskan waktu berdua"


"Honeymoon maksdu lho? Satu anak aja mereka itu nggak bisa ngurusin, dan sekarang ingin nambah anak lagi he' "


"Kenapa kamu nggak mau punya adek lagi?"


"Gue bukan bagian dari mereka!"


"Oke, deh. El-razka udah tidur, kayaknya kecapek'an nangis"


"dia nggak perlu di rawat?"


"Kayaknya enggak deh"


"Tapi dia kan demam"


"Aku udah pasangin kompres. Dia udah boleh pulang"


"Gue bawah dia pulang sekarang"


"Barengan aja"


"Ini kan belum jam-nya lho pulang"


"Nggak apa-apa, ntar Adnan yang akan selesai semuanya"


Zhea hanya mengangguk.Exsel lalu menggendong el-razka.


"Gue bawa motor, lho sama el-razka pakai mobil aja" ucap zhea saat mereka sampai di parkiran


"Lah terus el-razka gimana? Aku nggak bisa mangku dia sambil nyetir"


"Tapi..."


"Udah, motornya di tinggal aja di sini. Ntar biar satpam di sini yang bawa ke rumah"


"Eh, sel mau kemana lho?" Ucap Adnan yang juga berada di parkiran


"Balik"


" What! Jangan ngadi-ngadi lho ya, kita masih harus meriksa pasien. Eh, tunggu nyolong anak siapa lho?"


"Ini adek kita. Dia lagi sakit, orangtuanya nggak di luar negeri. Jadi, gue minta tolong sana lho beresin kerjaan gue,oke.makasih" ucap exsel lalu masuk ke mobil diikuti oleh Zhea.


"Sini el-razka,buat gue yang pangku" ucap zhea menggambil alih el-razka.


Exsel pun menancap gas meninggalkan rumah sakit.


"Tuh dua orang, nggak bisa apa ngebiarin gue idul tenang dikit. Setiap ada permasalahan diantara mereka, selalu gue yang jadi tumbalnya" gerutu Adnan.


Exsel memberhentikan mobil di mall.


"Ngapain kesini?"


"Beli susu buat El-razka"


"Susu di rumah kan ada"


"Ya beda lah Zhe. Susu bayi sama susu yang sering kita minum itu"


"Yaudahlah gue juga ikut turun. Kita juga harus beli pakaian buat El-razka"


Exsel hanya mengangguk, mereka lalu turun dari mobil dan masuk ke mall.


"Emangnya di sini aja yang jual susu buat bayi?"


"Cari aja dulu, kalo nggak ada, kita cari di Alfamart nanti"

__ADS_1


__ADS_2