
Bab 54
Setelah Rio dan Rere Pergi, zhea mengeluarkan pakaiannya dari dalam koper dan menyusunnya ke lemari.
Zhea membuka tasnya, di dalam tasnya ada paper bag berisi kemeja & sweaternya exsel.
"Gue balikin baju-baju ini sama Tante Sarah aja. Kan dia yang pinjamin sama gue" ucap zhea beranjak pergi menuju rumah Sarah.
Zhea mengendarai motor dengan kecepatan penuh, sehingga tak perlu waktu lama baginya untuk sampai ke rumah exsel.
Zhea menekan-nekan bel, namun tak ada yang membukakan pintu.
"Apa Tante nggak ada di rumah ya" gumam zhea.
Karena penasaran zhea membuka pintu rumah exsel "nggak di kunci. Bearti ada orang dong di rumah ini" ucap zhea masuk ke dalam rumah.
"Tante"
"Tante" panggil zhea. Namun tidak ada yang menyahut.
"Kok ada asap sih disini" ucap zhea melihat banyak asap.
"Jangan-jangan" ucap zhea berlari menuju dapur.
Zhea melihat api membakari dapur dan Sarah yang terjebak api.
"Tante" teriak zhea
__ADS_1
"Jangan kesini zhea. Cepat keluar dan cari bantuan" ucap Sarah
Zhea tidak mendengarkan ucapan Sarah, berjalan mendekati Sarah menutup hidungnya dengan lengan supaya tidak menghirup asap.
"Zhea, Tante bilang cepat keluar! " Teriak Sarah.
Namun, sebelum zhea sampai di dekat Sarah, Sarah sudah pingsan karena menghirup banyak asap.
"Tante, bertahanlah" ucap zhea yang sudah sampai dekat Sarah.
"Bagaimana caranya bawa Tante keluar, dari sini" ucap zhea.
Zhea lalu mengambil baskom dan mengisinya dengan air, untuk memadamkan api.
Setelah lama menyiram air ke api, akhirnya ada beberapa warga yang datang membantu zhea memadamkan api.
"Bu, pak. Tolong bawa Tante saya ke rumah sakit" ucap zhea.
Para warga pun membawa Sarah keluar dari rumah.
Saat melewati ruang tamu zhea melihat paper bag yang dia bawa tadi tergeletak di lantai. Zhea lalu memungutnya dan dia letakkan di atas meja.
Kemudian menyusul warga yang membawa Sarah keluar, karena tidak ada taksi zhea membawa Sarah ke rumah sakit dengan motornya.
Diperjalanan ke rumah sakit, zhea memegang erat tangan Sarah takut Sarah akan jatuh.
Tak butuh waktu lama, zhea pun sampai di rumah sakit. Zhea memapah Sarah masuk ke rumah sakit, sampai suster-suster yang disana membawa brankar untuk Sarah.
__ADS_1
Saat menunggu Sarah diluar ruangan, seorang dokter menghampiri zhea.
"Tanganmu Sepertinya terbakar. Ikuti saya, saya akan obati. Tapi, saya menunggu"
"Nggak apa-apa. Sebentar lagi dokter exsel akan ke sini memeriksa ibunya" zhea mengangguk lalu mengikuti dokter itu.
Disalah satu ruangan dokter itu mengobati luka bakar di tangan zhea.
"Kau orang yang dokter exsel donorkan darah waktu itu"
"Exsel mendonorkan darah? Untukku" ucap zhea binggung
"Ya, aku dengar beritanya dari rekan-rekan ku. Katanya dia sudah dua kali mendonorkan darah untukmu. Apa kau tidak tahu"
Zhea menggaleng lalu berucap "aku tidak tahu. Dan hanya kau yang memberitahuku masalah ini"
"Namamu zhea?" Zhea menganggukan kepala
"Bearti benar. Kau orang yang dibantu dokter exsel"
"Siapa namamu" ucap zhea
"Aku Adnan, teman sekaligus rekan kerjanya exsel" zhea menganggukan kepala.
"Lukanya tidak ku perban, dan usahakan tidak membasahi lukanya"
"Baiklah terimakasih. Apa aku sudah boleh pergi" ucap zhea,dokter Adnan hanya mengangguk dan tersenyum ramah
__ADS_1