
Bab 270
"Bagaimana, kalian jadi menikah atau tidak? Ini sudah larut malam dan jangan membuang-buang waktu lagi" ucap penghulu
"Kita akan tetap menikah" ucap Niko tegas
"Bagaimana dengan gadis ini, apa kamu setuju untuk menikah"
Setelah berpikir sejenak akhirnya celkine mengangguk lemah.
"Siapa wali kalian?"
Niko menatap papa Rere dengan tatapan memohon
" Orang tua Niko sudah meninggal, tapi saya adalah walinya. Dia anak angkat saya" Ucap papa Rere yang mengerti akan tatapan Niko. Walaupun dia merasa tidak rela jika Niko menikah dengan cara seperti ini
"Pa, papa apa-apaan sih" protes Rere
"Ini kemauan Niko. Papa hanya bisa mendukungnya saja"
"Wali perempuan?"
"Kak Celline juga yatim piatu. Sementara ayah saya berada di luar negeri, jadi tidak bisa menikahkan kak celline Sekarang" sahut Tasya
"Baiklah, saya yang akan menikahkan kalian jika wali perempuan tidak ada. Sekarang, apa maharnya pernikahan tidak akan terjadi tanpa mahar"
"Saya tidak memiliki apapun sekarang. Tapi, di ATM ini ada sedikit uang, hanya itu yang saya punya"
"Kita tidak bisa menggunakan kartu ini sebagai mahar. Bagaimana jika di kartu ini tidak ada isinya"
"Pak, bapak jangan merendahkan Niko seperti ini ya. Niko ini pembalap ternama, udah pasti banyak uang. Bapak nggak lihat, itu black card udah pasti banyak uang di dalamnya" cerocos Rere
"Jika tidak bisa pakai kartu. Pakai ini saja" ucap Shea melepaskan cincin berlian pemberian exsel saat melamarnya tadi.
"Zhe, itu kan cincin dari dokter exsel, lho nggak bisa ngasih ke orang lain gitu aja. Apalagi itu cincin lamaran kalian" ucap Rio
"Aku mau cincin itu saja sebagai maharnya" ucap Celline. Dia tidak mau zhea memakai cincin itu terlebih lagi itu cincin lamaran dari exsel. Jika dia yang memakainya, bukankah itu berarti exsel yang melamarnya.
"Jangan keterlaluan, CELLINE!" ucap Niko penuh penekanan
"Zhe, kamu kok ngasih cincin itu ke CELLINE?" Tanya exsel
"Nggak apa-apa, itu hanya sebuah cincin. Anggaplah itu hadiah pernikahan dari kita buat niko. Jika harus membeli cincin yang lain, akan memakan waktu lebih lama lagi dan ini juga sudah larut malam toko perhiasan sudah pasti tutup sekarang. Lagi pula aku lebih suka cincin pernikahan kita yang lama ini" ucap zhea tersenyum menunjukkan cincin pernikahan mereka.
"Baiklah, kita kasih cincin itu ke mereka saja" ucap exsel walaupun hatinya tidak rela memberikan cincin itu ke Celline. Bukan persoalan harga, tapi Cincin itu cincin lamaran mereka, jika ingin membeli cincin yang baru akan dia beli asal jangan cincin yang itu, tapi itu akan memakan waktu lebih lama lagi. Sementara hari sudah sangat larut malam. Mau tidak mau dia harus merelakan Cincin itu. Ingin marah ke zhea juga tidak bisa karena dia tidak mau bertengkar apalagi mereka baru merasakan kebahagiaan bersama setelah berpisah lama.
"Ini nik, cincinnya" ucap zhea meletakkan cincin itu di atas meja.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama lagi, acara ijab kabul pun di lakukan.
______________
"SAH.....!!"
resmilah niko dan Celline menjadi pasangan suami istri di malam pertunangan Rio dan Rere.
Semua orang pergi meninggalkan kamar itu.
Niko menarik nafas kasar tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Terlalu pusing memikirkannya sekarang.
"Sebaiknya kita semua kembali ke kamar masing-masing" ucap papa Rere. Mereka memang berencana untuk menginap di hotel itu karena sudha mengira acara pertunangan Rere dan Rio akan selesai larut malam.
"Pa, kita harus sidang Niko dulu. Dia harus ngasih kita penjelasan"
"Sayang, Niko dan kita semua sudah lelah dengan apa yang terjadi hari ini. Ini juga udah larut malam, kita bicarakan ini dengan Niko besok. Kamu juga terlihat sangat lelah"
"Tapi mah..."
"Rere, nurut sama mama papa. Jangan membantah" tegas papa Rere
"Ishhh" ucap Rere menghentakkan kakinya
"Sayang, nurut aja. Jangan buat papa marah" ucap Rio
"Kakak duluan aja. Aku di sini dulu sama kak celline" ucap Tasya
Rere dan kedua orangtuanya beranjak pergi ke kamar mereka, begitu juga dengan zhea dan exsel. Sementara Adnan, Rio mengajaknya tidur di kamarnya karena sudah terlalu dini untuk pulang dan menempuh perjalanan
Tinggallah Niko, Celline dan Tasya di kamar itu.
"Tasya tinggallah di sini, temani celline" ucap Niko
"Kakak mau kemana?"
"Gue ada urusan"
"Gue mau ngomong sama lho" ucap celline
"Ngomongnya besok aja" ucap Niko beranjak pergi.
Di pukul dini hari, Niko mendatangi satu-satu wartawan untuk menghapus semua foto-foto Celline. Untungnya badan celline tertutupi oleh tubuhnya, sehingga tubuh bagian depan Celline tidak terlalu terekspos di foto. Namun, Niko harus membayar mahal untuk menghapus foto-foto itu.
Di pagi harinya Niko mendatangi tempat para wartawan itu bekerja untuk memastikan mereka tidak membuat artikel dengan foto-foto CELLINE yang terekspos itu. Para warttawan dan reporter pun hanya membuat artikel tentang pernikahan Niko yang mendadak dengan CELLINE.
__ADS_1
"Dimana lho? Cepat balik ke hotel. Papa mau ngomong sama lho" pesan dari Rio itu di baca oleh Niko, Kemudian Niko langsung melajukan motornya Kembali ke hotel.
Rio yang sedari tadi mondar mandir menunggu Niko di depan hotel, akhirnya menghela nafas lega setelah melihat kedatangan Niko.
"Akhirnya lho nonggol juga. Gue dari tadi pagi nelpon lho kenapa nggak di anggat? Papa mama juga nyariin lho" ucap Rio saat mereka berada di dalam lift. Namun Niko hanya diam
"Nik, lho dengar gue ngomong nggak sih?"
"Hem"
"CK" decak Rio. Mereka berdua keluar dari lift dan masuk ke kamar CELLINE.
"Nik lho dari mana aja? Dan kenapa susah banget di hubungi" ucap Rere
Niko melirik Celline sekilas, entah kenapa ada perasaan bersalah di hatinya. Awalnya dia ingin membuat jebakan untuk Celline sebagai ancaman buat wanita itu agar tidak menganggu zhea dan exsel lagi. Namun, dirinya pun sekarang ikut terjebak karena pernikahan mereka. Bagaimana pun dia sudah melihat tubuh telanjang bagian atas CELLINE, dan dia harus bertanggung jawab atas itu.
"Niko tadi malam kamu tidur dimana?" Ucap papa Rere serius
"Balik ke kos-kosan pah" bohong Niko
"Nggak mungkin lho balik ke kos-kosan nik. Lho aja nggak ganti baju, ini tuh udah siang dan lho selalu bangun pagi. Lho bohong kan nik?" Ucap zhea
"Iya nik, lho itu nggak bisa bohong sama kita" sahut Niko
"Kita di sini mau dengar cerita dari kamu, apa yang sebenarnya terjadi tadi malam antara kamu dan Celline, sampai-sampai kalian di gerebek orang" ucap mama Rere
"Celline bilang kalian nggak ngapa-ngapain. Terus kenapa lho mau nikahin dia? Apa karena kita sering bilang lho jomblo dan kita semua udah pada mau nikah, makanya lho nekad nikahin dia" cerocos Rere
"Re..." Tegur Rio
"Apa sih" kesal Rere
"Memang tidak ada yang terjadi. Kita cuma di minta menihkah karena video dan foto-foto itu" jelas Niko
"Yang jadi pertanyaannya itu kenapa lho dan Celline bisa berada di kamar ini, dan Celline kenapa pake buka-buka baju segala, terus nyentuh-nyentuh lho nik. GATEL LHO CELL?"
"Re, jaga omongan lho. CELLINE nggak kayak gitu orangnya"
"Lho ngomong kayak gitu karena lho tergoda sama dia nik. Dia itu emang pengoda, waktu itu baru balik dari AS langsung buat scandal sama dokter exsel, sekarang goda-godain lho. Kalo nggak kegatelan apa namanya?"
"HEH JAGA YA OMONGAN LHO! GUE EMANG CINTA SAMA ALEX, TAPI BUAT NGEGODA NIKO, BIG NO! DIA BUKAN TIPE GUE" UCAP CELLINE EMOSI
"Big no, big no, big no. Kalo bukan tipe kenapa lho nyosor-nyosor hah!"
"UDAH CUKUP! APAPUN YANG TERJADI TADI MALAM ITU URUSAN ANTARA GUE DAN CELLINE. KALIAN NGGAK USAH IKUT CAMPUR, KARENA KITA BERDUA JUGA SUDAH MENIKAH. SAMPAI DI SINI PERMASALAHAN SELESAI, DAN RERE TOLONG JAGA OMONGAN LHO KE CELLINE, BAGAIMANAPUN JUGA DIA ISTRI GUE SEKARANG"
"Permasalah apa yang selesai nik? Yang ada nama baik lho tercoreng dan orang-orang bakal ngomongin lho di luar sana"
__ADS_1
"Kalian pulang lah dulu. Gue mau ngomong sama celline. Nanti malam gue bakal temuin kalian, kita bicarakan soal pernikahan Rio dan rere. Apapun yang terjadi sama gue, jangan jadikan penghalang buat kalian menikah" ucap Niko