BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 204


__ADS_3

Bab 204


Tasya menangis histeris ketika sampai di kos-kosan.


"Tasya, udah dong. Kamu jangan kayak gini. Kan kakak udah pernah bilang, jangan ngomong apapun ke Rio. Kamu sendirikan yang sakit"ucap celline mengelus-elus bahu tasya


"Aku sengaja kak, aku mau aku bisa berhenti sayang dan berharap sama kak Rio. Salah satunya dengan cara kayak gini. Tapi, aku nggak pernah nyangka rasanya bakalan sesakit ini kak" Isak Tasya


"Kamu hebat, karena kamu bisa mengutarakan semua isi hati kamu. Itu butuh keberanian, kakak kagum sama kamu"


"Tapi tetap aja aku di tolak kak"


"Ssst. Sudah berhenti menangis. Kamu sendirikan yang bilang ke Rio tadi, kalo cinta tak harus memiliki"


"Iya. Karena aku liat kakak bisa menjalani hari kakak dengan baik, padahal dokter exsel menikahi zhea. Maka dari itu, aku juga berpikir aku juga bisa seperti itu"


"Siapa bilang kakak baik-baik aja. Kakak nggak sekuat yang kamu pikir sya, kakak masih sangat mencintai Alex. Hanya saja jarak kami jauh dan kami tidak pernah betemu. dan kakak menyibukkan diri mencoba untuk melupakan dia. Walaupun sebenarnya nggak bisa. Jika kakak kayak kamu, kakak akan sama seperti kamu. Kalian bertemu setiap harinya, Rio juga baik sama kamu. Kakak yang jaraknya jauh aja susah lupain Alex apalagi kalian yang dekatkan. Jadi, kamu jauh lebih kuat dan hebat dari kakak"


"Kenapa kisah cinta kita kayak gini sih kak"


Celline hanya tersenyum masam, sambil memeluk Tasya.


----------


Pelajaran selesai....


Zhea menunggu exsel di parkiran, dengan mengendong el-razka.


"Ayo, aku antarin kamu ke tempat latihan" ucap exsel


"Kamu pergi aja ke rumah sakit. Aku akan ke sirkuit sama Rere. Soalnya, nanti malam ada balapan"


Exsel mengangguk kemudian mengambil alih el-razka kegendongannya. "Kalo begitu hati-hati" ucapnya beranjak masuk ke mobil.


"Tunggu dulu" ucap zhea menahan pintu mobil yang ingin exsel tetup


"Kenapa?"


"MMM... bolehkan gue, eh maksudnya aku ikut balapan nanti malam" ucap zhea gugup karena pertama kalinya dia meminta izin ke exsel selaku suaminya


"Boleh nggak boleh sama aja kan. Kamu akan tetap pergi"


Zhea terdiam sejenak, ntah kenapa perkataan exsel membuatnya merasa bersalah "Heum. A-aku hanya ingin kasih tahu itu aja"


Exsel mengangguk "hati-hati, jangan pulang larut malam" ucapnya.

__ADS_1


Zhea menganguk, dia menggenggam tangan exsel kemudian menyalaminya. "Aku pergi dulu" ucapnya ragu-ragu kemudian, langsung membalikkan tubuhnya dan menyeret Rere ikut dengannya Dengan langkah cepat.


Sementara Rere hanya ternganga melihat tingkah zhea yang lagi-lagi membuatnya binggung.


"Zhe tunggu deh. Gue nggak salah lihat kan tadi? Lho nyalamain suami lho, minta izin ke dia buat balapan dan bicara aku kamu. Lho lagi nggak kesambet petir atau kerasukan setan baik kan Zhe" ucap Rere


"Udah, nggak usah banyak. Buruan ke sirkuit. Gue kemarin nggak latihan, makanya gue harus latihan extra hari ini sebelum balapan. dan satu lagi, nggak ada namanya setan baik!"


"Lho udah Nerima dokter exsel sebagai suami lho Zhe?"


"Udah nggak usah bahas itu lagi. Gue tuh cuma mau bersikap baik sama dia. Karena dia selama ini baik ke gue. Udah itu aja, nggak lebih"


----------------


Pukul 18:00 tepat. Karena exsel membawa el-razka ke rumah sakit, exsel memutuskan untuk pulang lebih awal.


Exsel mendudukkan el-razka di pangkuannya, lalu menyetir mobil meninggalkan rumah sakit.


Exsel nampak berpikir, dia ingin melihat zhea balapan. Tapi, dia juga takut juga zhea akan marah melihatnya nanti.


"El-razka, kota pulang ke rumah atau liat kak zhea balapan" tanya exsel


"Tak tea" jawab el-razka


"Ternyata kita satu pemikiran" exsel melajukan mobil ke sirkuit.


"Balapannya sudah mulai. Sebaiknya lihat dari jauh saja. Agar zhea nggak lihat aku sama El-razka di sini" ucap exsel, duduk di barisan paling atas


Balapan pun selesai, seperti biasanya zhea selalu menempati juara pertama.


Setelah menerima hadiah dan foto-foto, para fans zhea pun berdatangan untuk mengerumuninya, saat zhea berada di parkiran


"Kak Zhea, selamat ya atas kemenangan kakak. Makin ngefans nih sama kakak" ucap salah satu fans zhea


"Iya kak, kakak emang keren banget" imbuh yang lainnya


"Kak Rere kok nggak ikutan balapan. Padahal kalo kak Rere ikut udah pasti juara kan" ucap fans yang lainnya


"Tapi tetap nggak menempati juara satu" ucap Rere cengengesan


"Juara 2 lumayan juga lho kak hadiahnya" imbuh yang lainnya


"Iya, tapi aku baru pulang dari Amerika tadi pagi. Jadinya ingin mengistirahatkan tubuh dulu. Kalian tenang aja, di balapan-balapan berikutnya, kalian akan lihat aku di sana. Untuk hari ini, aku hanya nemanin zhea aja",


"Oh iya. Aku baru ingat. Kakak kan habis ngerayain ultahnya kakak di Amerika bareng Rio dan Niko. Kenapa Kak zhea nggak ikutan ke sana"

__ADS_1


"Zhea kan udah punya suami. Jadi, nggak bisa bebas kayak dulu lagi dong" jelas Rere


"Apa suami kakak nggak marah kakak balapan. Dan apakah suami kakak melarang kakak ikut ke Amerika sama kak Rere"


"Dia nggak pernah marah. Dan dia juga nggak bisa ngelarang-larang buat aku nggak balapan"


"Kenapa kak?"


"Mungkin, karena dia tahu kalo balapan adalah sebagian dari hidup aku"


"Bawa dong kak, suami kakak sekali-kali ke sini. Penasaran nih kita liat wajahnya. Siapa sih, orang yang bisa ambil hati kakak selain kak Niko"


"Suatu saat pasti di bawah. Tapi, sekarang dokter exsel itu lagi sibuk" bukan zhea yang menjawab tapi Rere


Zhea memperhatikan parkiran, dia melihat mobilnya ada di sana.


"Itu mobil gue kan? Gue rasa itu benaran mobil gue deh. Bearti exsel ada di sini dong" batin zhea.


Dan benar saja, saat zhea memperhatikan sekelilingnya mencari sosok exsel. Exsel yang tengah mengendong el-razka untuk masuk ke mobil, agar tidak ketahuan zhea bahwa dia ada di sana.


Zhea langsung melangkah mendekati exsel.


"Eh Zhe, mau kemana. Tungguin dong" ucap Rere mengikuti langkah zhea.


Saat exsel ingin memasuk ke dalam mobil, zhea mengenggam lengan tangannya, sehingga membuat exsel melihat ke arahnya.


Exsel menelan ludah kasar, karena takut zhea akan marah. "Zhea?" Ucapnya


Zhea tidak ngomong apapun, dia mengambil alih el-razka ke gendongannya.


"Dokter exsel ada di sini" ucap Rere


"Jadi, suami kak zhea ada di sini? Di mana? Kita mau lihat" ucap para fans zhea mencoba melihat ke dalam mobil


Zhea menoleh ke arah dalam mobil, yang mana exsel tengah menutupi wajahnya dengan salah satu tangannya.


Zhea menurunkan tangan exsel yang mengahalangi wajahnya, kemudian mengenggam tangan exsel "ayo keluar" ucapnya


"Tapi Zhe...."


"Kamu udah ada di sini, jadi sebaiknya kamu keluar" ucap zhea


Exsel akhirnya keluar dari mobil, yang mana zhea terus menggenggam tangannya dan satu tangan mengendong el-razka.


"Wahhh, suami kak zhea ganteng banget. Nggak beda jauh sama kak Niko, malah lebih ganteng lagi dari kak niko. pantas aja kak zhea suka sama dia" ucap salah satu fansnya

__ADS_1


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta


__ADS_2