BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 264


__ADS_3

Bab 264


"Sel, lho akhirnya sadar. Setelah hampir dua Minggu buat semua orang khawatir" ucap Adnan


Exsel membuka matanya "Zhea gimana nan? Dia sembuhkan?" Ucapnya lemah


"Ya, istri lho udah sadar 3 hari yang lalu. Operasinya lancar, kalian berhasil melewati masa sulit ini"


"Zhea sudah sadar? Bagiamana keadaannya sekarang? Apa sudah membaik?"


"Tadinya sudah membaik, tapi....." Ucap Adnan menggantung ucapannya


"Tapi apa nan?. Lho nggak ngebohogin gue kan? Zhea selamat kan nan?" Desak exsel


"Iya sel, zhea selamat. Tapi baru aja dia keluar dari ruangan lho. Dia coba bunuh diri sel"


"Apa?"


"Iya sel, setelah sadar zhea nungguin lho di siji seperti patung. Hanya matanya yang seperti menahan air mata. Dan tadi, dia sepertinya frustasi liat lho yang nggak bangun-bangun. Gue kira dia mau nyelakain lho, ternyata dia nyelakain dirinya sendiri"


"Gue mau ketemu zhea nan"


Adnan mengangguk, dia kemudian memapah exsel menuju ruangan zhea.


"Dokter exsel..." Ucap Rere yang melihat exsel keluar dari ruangannya.


Tapi exsel tidak merespond panggilan rere. Pikirannya hanya tertuju pada zhea. Adnan. Menggelengkan kepalanya, agar ketiga sahabat zhea itu tidak mengajak exsel bicara dulu.


Exsel duduk di brankar samping zhea, dia menatap pergelangan tangan zhea yang sudah di perban. "Kenapa kamu melakukan ini sayang, apa niatmu memang ingin pergi dariku. NGGAK ZHEA, CUKUP SATU SETENGAH TAHUN SAJA KITA BERPISAH, UNTUK SEKARANG DAN KEDEPANNYA KITA AKAN TERUS BERSAMA APAPUN KEADAANNYA. SAYANG, BANGUNLAH, BANYAK HAK YANG INGIN AKU CERITAKAN. AKU TIDAK AKAN MENANYAKAN APA ALASAN KAMU MEMALSUKAN PERCERAIAN KITA. KAMU BISA MENYIMPAN ITU DAN AKU TIDAK AKAN MEMPERMASALAHKANNYA. CUKUP KAMU SELALU ADA DI SISIKU, DAN AKU TIDAK MENGINGINKAN YANG LAIN LAGI. SELAMA KITA BERPISAH, KAMU PASTI SANGAT MENDERITA, TERTEKAN DAN KESAKITAN KAN SAYANG? MAAF SUAMIMU INI BEGITU BODOH, TIDAK ADA DI SAAT KAMU MEMBUTUHKAN. TERLALU PERCAYA BAHWA KAMU AKAN BAHAGIA DENGAN PERCERAIAN KITA. SAYANG MAAF, KARENA SEMPAT MENYERAH DENGAN PERNIKAHAN INI. JIKA KAMU BANGUN NANTI, MARI KITA BANGUN KELUARGA KECIL KITA DENGAN PENUH KEBAHAGIAAN. AKU AKAN MENEBUS KETIDAK HADIRANKU SELAMA INI. BERJANJILAH SAYANG, AKAN SELALU BAIK-BAIK SAJA. JANGAN MELAKUKAN HAL KAYAK GINI, JIWAKU TERASA SAKIT MELIHATMU TERBARING TAK BERDAYA SEPERTI INI" EXSEL MENCIUM PERBAN YANG MEMBALUTI LUKA DI PERGELANGAN TANGAN ZHEA BERULANG KALI, DENGAN AIR MATA YANG IKUT MENETES. SETELAH PUAS MENCIUM TANGAN ZHEA, EXSEL BERHATI-HATI BERBARING DI SEBELAH ZHEA DAN MEMELUK ERAT ZHEA.


"Semoga dengan sadarnya Zhea nanti, derita kalian berakhir, dan berganti dengan hari-hari bahagia" batin adnan yang berdiri di depan pintu ruangan zhea, begitupun dengan ketiga sahabatnya zhea.


___________


Di perusahaan Zein, dia melakukan live mengklarifikasi tentang hubungannya dan zhea. Zein menceritakan bahwa dia dulu sangat menginginkan zhea sehingga memaksa zhea untuk menikah dengannya. Tapi, zhea menolak karena ingin menikah dengan Niko waktu itu. Namun, siapa sangka yang menikahi zhea malah exsel. Zein juga menceritakan bahwa pernikahan dan perpisahan zhea dengan exsel itu terjadi karena dirinya.


"Zhea dan exsel, mereka menikah karena zhea menolak perjodohan dengan saya. Satu setengah tahun yang lalu, mereka berpisah tapi tidak bercerai, itu juga karena saya. Namun, pada saat saya mendampingi zhea saat dia memasuki dia perbisnisan, di situlah saya melihat bahwa tidak ada sedikitpun tempat untuk saya di hatinya. Dari situ, saya bertekad akan membimbing zhea menjadi pebisnis seperti sekarang, untuk menghapus semua

__ADS_1


kesalahan saya pada mereka. Ini mungkin tidak adil bagi exsel, dan saya sangat menyesal untuk itu. TERUNTUK ZHEA DAN EXSEL JAUH DI LUBUK HATI SAYA YANG PALING DALAM, SAYA MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA JIKA ITU MEMUNGKINKAN" ucap Zein tegas dan penuh penyesalan


Zein juga meminta Tiffany untuk mengklarifikasi hubungannya dan zhea dan postingan Tiffany beberapa waktu yang lalu.


"Hubunganku dan zhea tidak bisa di katakan dekat. Dulu, aku tidak tahu jika zhea adalah saudara tiriku. Sewaktu sekolah dulu, mama tidak pernah melihat ataupun menyapa zhea. Mama juga tidak memperkenalkan zhea sebagai putrinya ke aku. Hingga waktu dekat menuju kelulusan SMA aku mendengar pembicaraan mama dan papa, yang mengatakan zhea adalah anak kandung mama, dari situlah aku mengetahui bahwa zhea adalah saudara tiriku. Jika aku tidak mendengar ucapan mereka waktu itu, mungkin aku baru tahu sekarang atau mungkin tidak akan pernah tahu bahwa zhea saudara tiriku. Entah apa alasannya, mama dan papa tidak memberitahuku tentang zhea. Zhea memang orang yang dingin dan cuek terhadap orang lain kecuali ketiga sahabatnya, tapi dia tidak pernah mengusik ataupun mengganggu orang lain. Aku yang selalu mencari masalah dengannya. Sebenarnya terlalu malu untuk mengakui hal ini. Tapi, inilah yang terbaik, Aku marah karena zhea dekat dengan kak exsel. Dia juga mengatakan akan merebut orang yang aku cintai, agar aku merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang tersayang. Saat mendengar kabar zhea akan menikah dengan Zein aku sangat senang, karena tidak ada lagi saingan untuk mendapatkan kak exsel. Namun, di hari pernikahan itu Kak exsel datang ke acara pernikahan dan mengantikan posisi niko sebagai mempelai pria. Dari situlah rasa benciku makin besar padanya. Dan untuk masalah mendorong el-razka beberapa waktu yang lalu, itu benar-benar ketidak sengajaan aku berani bersumpah untuk itu. Semenjak kejadian itu juga, karier ku hancur. Uang yang selama ini aku peroleh sebagai model habis membayar uang denda dan Beberapa pembatalan kontrak kerja. Perusahaan papa juga hampir bangkrut, selama sebulan ini keluarga kami sangat hancur dan terpuruk. Tapi, pada malam itu, Sebelum zhea datang ke perusahaan dan menceritakan bagaimana kehidupannya, dia datang ke kediaman kami dan memberikan uang sebesar


2 triliun untuk kami membangun kembali perusahaan kami. Awalnya aku sempat marah dan merasa di rendahkan, tapi zhea dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak ingin aku mengalami apa yang dia alami selama ini. Dia mengatakan aku beruntung dalam segala hal selama ini, tapi hanya tidak bisa memiliki kak exsel. Sementara dia, dia buruk dalam segala hal, menderita sedari kecil, hidupnya gelap dan kehadiran kak exsel yang menjadi penerang hidupnya. AKU BENAR-BENAR SANGAT MENYESAL ATAS APA YANG TERJADI. AKU AKAN MELAKUKAN APAPUN UNTUK MENDAPATKAN MAAF DARI ZHEA, MESKI BERLUTUT SEKALIPUN. ZHEA JIKA MEMUNGKINKAN DAN KAMU MASIH BISA MEMAAFKAN AKU, AKU AKAN MENJADI KAKAK TIRI YANG BAIK SEPERTI RERE YANG SANGAT MENYANYANGIMU"


Setelah mengatakan semua yang ingin mereka katakan, Raka mematikan live itu.


"Papa bangga sama kak zein, cinta itu tidak bisa di paksa dan juga tidak harus memiliki. Apa yang kamu lakukan ini benar-benar luar biasa" ucap Bastin menepuk-nepuk bahu Zein


"Apa ini tidak akan mempengaruhi perusahaan om?" Tanya Raka


"Kita lihat saja nanti. Jika memang memang mempengaruhi perusahaan, apa boleh buat itu resikonya. Berani berbuat harus berani bertanggungjawab" jelas Bastian


"Makasih pah" ucap Zein memeluk papanya. Sebenernya dia masih sangat mencintai zhea, namun dia juga sadar diri bahwa dia tidak ada artinya bagi zhea. Untuk mengalihkan perasaannya, dia menganggap zhea sebagai adiknya selama ini. Namun, tetap saja perasaan ingin memiliki itu masih ada.


"Kamu juga hebat Tiffany, tidak malu mengakui kesalahan" ucap Bastian




"Semua orang pasti membuat kesalahan, belajarlah dari apa yang terjadi dan jadi kan pengalaman agar tidak terjadi lagi di masa depan"


Tiffany mengangguk kemudian berucap "makasih om nasehatnya"


"Kalian kan sama-sama patah hati dan pernah bersama juga. Kenapa nggak balikan aja? buat sembuhin luka yang ada. Dari pada menderita melihat orang yang di cintai bersama orang lain, lebih baik menciptakan kebahagiaan sendiri kan?"


"Benar tuh om. Lagi pula Tiffany juga nggak kayak dulu lagi Zein, udah banyak perubahannya. Nggak dapat adiknya kakaknya boleh juga kan?" Ledek Raka


"Diam lho! Kayak pernah pacaran aja. Ayo Tiffany gue anterin pulang, jangan dengarin omongan mereka" ucap Zein meninggalkan ruangannya


"Aku pamit dulu om, Raka" ucap Tiffany Sebelum menyusul Zein


"Eh, gue pernah ya pacaran sebelum jadi asisten lho. Benaran anterin sampai rumah tuh anak orang, JANGAN BAWA KAWIN LARI" teriak Raka

__ADS_1


"Ngeledekin orang paling depan kamu ka, kamu juga harus cari pasangan, ingat umur kamu itu udah tua"


"Baru 27 om, udah di bilang tua aja. Tapi om, aku tuh nggak bisa pacaran karena Zein selalu buat aku lembur kerjanya. Gimana mau cari pacar coba"


"Nggak usah banyak alasan kamu. Kalo ada, kamu pasti akan minggat dari kantor buat nemuin pacarmu itu"


"Orang yang Raka sukain senarnya ada om"


"Yang benar? Siapa? Mau langsung di kamar aja?"


"Sayangnya udah ke buru di lamar orang lain"


"Kalah cepat itu namanya. Makanya jadi laki-laki itu harus berani dan cepat. Kalo udah kayak gini om nggak bisa nolongin. Tapi, kalo mau om cariin yang lain, om bisa bantu. Klien om kab banyak tuh yang punya anak gadis, nanti kamu pilih aja"


"Nggak deh om. Makasih, biar Raka cari sendiri aja"



"Ngomong-ngomong cewek yang kamu sukai itu siapa? Apa dari kalangan bisnis juga?"


Raka menggeleng kemudian berucap "Rere om, temannya zhea orangnya"


Bastian mengangguk-angguk "kalian kayaknya suka cewek balapan. kalo kayak gitu, cari aja di sirkuit kan banyak tuh"



Raka berdecak "CK, om ini tuh bukan soal profesi tapi hati"



"Hahahaha iya deh iya, jangan terlalu emosi dong mentang-mentang sakit hati. Nanti kamu cari aja yang cocok sama Zein, kalo perlu nikahnya barengan aja. Ingat kalian itu udah tua"


"CK, om nikah terus yang di bahas"


"Ya biar kalian ada yang ngurusin"


"Dan biar om bisa nikah lagi"

__ADS_1


"Kalo itu om setuju"


Raka dan Bastian tertawa dengan pembicaraan mereka yang menurut mereka konyol


__ADS_2