BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 271


__ADS_3

BAB 271


"Nggak usah sok baik lho nik, dengan ngebelain gue kayak tadi. Gue nggak butuh itu! Lho sengaja ngejebak gue kan nik? Gue nggak mau jadi istri lho! Pokoknya pernikahan kita harus di batalkan"


"Lho yakin mau membatalkan pernikahan ini? Gue sih nggak masalah, dan nggak bakal rugi juga. Jika gue cerai sama lho, kehidupan gue akan berjalan seperti biasanya. Sementara lho, lho akan nanggung malu dan mungkin akan di hujat sama fans gue. Satu hal lagi, bukan gue yang ngejebak, tapi lho yang ngejebak diri lho sendiri. Dan sialnya, gue ikut dalam permainan lho. Lho nyampurin obat sialan itu ke minuman dokter exsel, agar lho bisa ngehabisin malam sama dia dan bisa MILIKIN dia kan? Sayangnya, walaupun minuman itu di minum sama dokter exsel, dia pasti ngelakuin hal itu sama zhea istrinya"


"Jika lho yakin exsel akan ngelakuin itu sama zhea, kenapa harus lho tukar minumannya? Lho kan yang nukar minuman itu"


"Emang gue yang nukar. Karena gue nggak mau nantinya dokter exsel lepas kendali dan sampai menyakiti zhea"


"Secinta itu ya lho sama zhea. Bahkan saat Alex ingin menyentuhnya saja lho takut dia nyakitin"


"YA, GUE EMANG CINTA BENGET SAMA ZHEA. GUE NGGAK MAU ORANG YANG SELAMA INI GUE JAGA TERLUKA KARENA ULAH LHO. GUE UDAH RELAIN ZHEA DAN DOKTER EXSEL, GUE LAKUIN INI SEMUA BAHKAN SAMPAI HARUS NIKAHIN LHO ITU KARENA ULAH LHO SENDIRI. GUE NGGAK MAU LHO, NGERUSAK RUMAH TANGGA MEREKA. DAN JIKA GUE NGGAK MIKIRIN KEBAHAGIAAN ZHEA, YANG JADI SUAMINYA ZHEA ITU GUE SEKARANG, BUKAN DOKTER EXSEL. GUE BUKAN LHO YANG MAKSAIN KEHENDAK BAHKAN NGELAKUIN HAL KOTOR DEMI NGEREBUT KEBAHAGIAAN ORANG LAIN. LHO ITU BUKAN CINTA SAMA DOKTER EXSEL TAPI OBSESI UNTUK MEMILIKI!"


"lho ngelakuin semua itu demi zhea. Tapi lho ngerusak kehidupan gue lho ngerti nggak sih"


"Kehidupan lho rusak? Rusak bagaimana? Gue bahkan harus nikahin lho, walau kenyataannya sedikitpun gue nggak pernah nyentuh lho. Hidup lho benaran bakal rusak kalo pernikahan kita ini nggak terjadi. YANG RUGI DI SINI ITU GUE!. JIKA LHO MERASA NGGAK ADIL ATAU APALAH ITU, ITU SEMUA KARENA ULAH LHO SENDIRI. PIKIRKAN BAIK-BAIK, JIKA LHO MASIH MAU MEMBATALKAN PERNIKAHAN INI, AYO KITA URUS SEKARANG DAN URUS SENDIRI PERMASALAHAN YANG AKAN LHO HADAPI NANTI. TAPI, JIKA LHO MASIH MAU NERUSIN PERNIKAHAN INI DATANG SAJA KE KOS-KOSAN GUE DAN TINGGAL BERSAMA. GUE BAKAL TANGGUNG SEMUA KEBUTUHAN LHO LAYAKNYA SEORANG ISTRI. SATU LAGI, JANGAN MEMBAWA-BAWA PERCERAIAN ATAUPUN MENAWARKAN PERJANJIAN KONYOL SETELAH TINGGAL DI KOS-KOSAN GUE NANTI. KARENA PERNIKAHAN KITA BUKANLAH PERNIKAHAN KONTRAK!. SEKALINYA LHO MILIH BUAT NERUSIN PERNIKAHAN INI, MAKA TIDAK AKAN BISA MUNDUR LAGI" setalah mengatakan itu, Niko pun pergi.


"ARGHHHHH! KENAPA JADI KAYAK GINI SIH!" UCAP CELLINE MENGACAK-ACAK RAMBUTNYA.


Zhea melempar hpnya ke dinding, sehingga hp itu benar-benar hancur karena kuatnya lemparan zhea. Zhea merebahkan dirinya di ranjang, dan memijat-mijat pangkal hidungnya.


"Sayang ada apa?" Ucap exsel membawa nampan berisi makanan ke dalam kamar mereka

__ADS_1


Zhea kembali duduk "nggak apa-apa" ucapnya


"Terus kenapa hpnya di lempar kayak gitu?"


"Aku cuma nggak suka liat artikel-artikel jelek tentang Niko" bohong zhea. Karena yang sebenarnya terjadi adalah, baik Leon maupun lara selalu menghubungi dan mengirimkan pesan padanya. Ucapan maaf melalui pesan suara ataupun ketikan itu membuatnya muak, terlebih lagi Leon memintanya untuk kembali mengurus perusahaan.


"Jangan terlalu di pikirkan. Lagi pula mereka sudah menikah, mereka pasti bisa mengatasi masalah mereka sendiri. Terlebih lagi Niko itu sangatlah dewasa dan bijak dalam menghadapi masalah"


Zhea hanya mengangguk "kenapa bawa makanannya ke kamar?"


"Aku liat kamu sangat lelah, makanya aku bawa makanannya ke sini"


"Cuma capek dikit. Jangankan jalan ke ruang makan, lari meraton keliling kompleks 10 putaran aja aku sanggup"


"Iya deh yang paling kuat" ucap exsel menyendokkan makanan ke mulut zhea.


"Pergi? Maksud kamu?"


"Ayo pindah ke Jerman. Bukannya kamu di tawarkan untuk menjadi direktur rumah sakit di sana?"


"Kalo kamu mau pindah hanya karena masalah itu lebih baik nggak usah. Kamu akan merindukan sahabat-sahabat kamu nantinya. Dan kita juga akan tinggal lama ataupun akan tinggal selamanya di sana. Kamu juga masih ada keluarga di sini. Aku bisa kembali ke blue hotspital, jika kamu mau dekat Dengan sahabat-sahabatmu. Bagaimana pun peranku sebagai suami mu, aku tidak bisa mengisi kehadiran mereka jika kita tinggal di Jerman. Baru 3 hari mungkin kamu akan sangat merindukan mereka. Terlebih lagi Rere, dia mungkin akan ikut pindah ke Jerman nantinya. Kalian akan terpisah dengan Niko, apa kalian mau ninggalin Niko sendirian di sini. Walaupun Niko sudah menikah dan dewasa, tapi dia hanya punya kalian tempat berbagi. Apalagi kita tahu sendiri bagaimana pernikahannya terjadi"


Zhea terdiam mendengar ucapan exsel yang memang ada benarnya itu. Dia ingin pindha ke Jerman, agar tidak di kejar-kejar wartawan dan menghindar dari kedua orangtuanya itu. Setiap melihat ke dua orang tuanya, membuat luka di hati zhea bertambah mengangah, apalagi mengingat ucapan Rere yang mengatakan kedua orang tuanya itu tidak mau berkorban mendonorkan hati untuknya. Bukankah itu mengartikan bahwa orang tuanya tidak menginginkan dia hidup? Tapi lihatlah setelah dia sembuh mereka mengemis minta maaf dan mengatakan penyesalan. Padahal mereka hanya ingi. Memperalat zhea demi kepentingan mereka sendiri. Itulah yang Zhea pikirkan.

__ADS_1


"Jangan terlalu di pikirin. Jika kamu memang ingin pindah ke jerman kita bisa mencobanya. Dan jika kamu merasa nggak nyaman dan ingin kembali ke sini, kapanpun itu kita akan kembali"


"Itu akan meganggu pekerjaanmu nanti. Dan jika kita kembali saat kamu sudah mengontrak pekerjaan, bagaimana?"


"Ya, nggak usah buat kontrak. Ambil saja gaji harian"


"Mana mungkin. Gelarmu itu sudah profesor, jika bekerja seperti itu gaji nggak sesuai dengan tenaga kerja kamu"


"Asal kamu bahagai dan nyaman, apapun akan aku lakukan. Dengan syarat kamu tidak meninggalkan aku lagi"


Zhea langsung tersenyum dan memeluk exsel. "mana mungkin, bukankan di sini ada hatimu?" Ucap zhea meletakkan tangan exsel di dadanya.


"Hati itu di bawah diafragma sayang, bukan di dada" ucap exsel terkekeh


"Ihhh, nyebelin banget sih" ucap zhea memukul-mukul exsel pakai bantal


"Aku serius lho sayang"


"Ihhhhh" ucap zhea tambah kesal



Karena lelah menghindar pukulan zhea, exsel akhirnya mengenggam kedua tangan zhea. Dan memeluk istrinya itu.

__ADS_1


"AKU SANGAT BAHAGIA. AKU INGIN SETIAP HARINYA KITA BISA BERCANDA DAN BERBAGI APAPUN SEPERTI SEKARANG"


ZHEA HANYA MENGANGGUKAN KEPALANYA DI DADA EXSEL DAN MENGERATKAN PELUKAN MEREKA.


__ADS_2