BAD GIRL

BAD GIRL
Lancar


__ADS_3

Bab 86


RUANGAN ADNAN


"Bagaimana? Apa hasilnya cocok?" Ucap zhea ketika melihat Adnan membukakan pintu


Adnan mengangguk kemudian berucap "apa kau yakin ingin mendonorkan ginjalmu, untuk Tante Sarah?"


"Jika gue nggak yakin. Buat apa gue repot-repot ngelakuin tes lab"


"Kenapa kau sangat ingin mendonorkan ginjalmu. Apa kau tidak memikirkan resiko ke depannya? Atau mungkin kau melakukan ini karena ku menyukai dokter exsel"


"CK, Omong kosong! Tante Sarah itu orang baik, dia pernah merawatku dengan sangat baik. Dan untuk alasan lainnya, gue rasa lho nggak perlu tahu. Jadi, kapan pendonoran itu akan di lakukan?"


"Semuanya tergantung padamu. Jika kau ingin melakukannya hari ini. Maka hari ini juga bisa"


"Tentu saja kita harus melakukannya hari ini. Tante Sarah membutuhkan ginjal secepatnya. Kalau tidak, masih ada kesempatan untuk membeli ginjal pada orang lain"


"Baiklah. Aku akan mengatakan pada exsel, agar pendonoran itu segera di lakukan"

__ADS_1


"Ingat, jangan beritahu dia kalo gue yang donorin ginjal buat Tante Sarah"


Adnan hanya mengangguk, dia kemudian beranjak pergi menemui exsel di ruangan Sarah.


"Sel, ada kabar baik. Aku sudah menemukan ginjal untuk Tante Sarah"


"Benarkah? Kau tidak lagi becandakan. Tidak mungkin aku menemukan pendonor untuk mama kurang dari 1 jam"


"Apa aku terlihat sedang bercanda Sekarang"


"Tapi, dimana kau menemukannya? Apa aku bisa bertemu dengannya"


"Dia sudah meninggal sel. Keluarganya yang ingin mendonorkan ginjal untuk Tante Sarah" bohong adnan


"Dia tidak menjual ginjal itu sel. Lagi pula keluarganya sudah pergi mempersiapkan pemakamannya. Jadi sekarang,lebih baik kita cepat-cepat lakukan operasinya"


Exsel hanya mengangguk, Sarah kemudian di bawakan ke ruang operasi. Di ruang operasi sudah ada zhea yang sudah di suntikkan obat bius. Dan yang menangani operasi Sarah adalah pemilik rumah sakit yang lama yaitu dokter Wahid.


 

__ADS_1


Operasi berjalan dengan lancar, Sarah di pindahkan kembali ke ruangannya. Exsel ingin masuk ke ruangan operasi untuk melihat orang yang telah mendonorkan ginjal untuk mamanya itu. Namun, dia di cegah oleh Adnan.


"Mau kemana? Lebih baik kau temani Tante. Sebentar lagi jenazah itu akan di ambil oleh keluarganya. Aku akan mengurusinya, kau tenang saja"


"Terimakasih nan. Ucapkan juga terimakasih ku pada keluarga jenazah itu. Berikan no telepon ku pada mereka, suruh mereka menghubungiku jika mereka datang nanti" ucap exsel lalu beranjak pergi.


Sementara itu, Adnan dan beberapa suster lainnya memindahkan zhea ke ruangan semula, Yaitu ruangannya yang bersebelahan dengan ruangan Leon.


Cathlin yang melihat Adnan mendorong brankar zhea pun berucap "apa yang terjadi dengan zhea. Bukankah tadi malam dia sudah baik-baik saja"


"Tidak terjadi apa-apa. Kami hanya memeriksanya"ucap Adnan kemudian kembali mendorong brankar zhea memasuki ruangan.


Cathlin masuk ke ruangan Leon. Leon sudah sadar sedari tadi dan keadaannya sudah membaik. Itu sebabnya cathlin bisa lukang dulu ke mansion untuk mengambil pakaian.


"Bagaimana? Apa masih ada yang sakit" ucap cathlin duduk di kursi samping brankar Leon


"Sudah tidak ada. Kau tidak membawa el-razka kemari"


"Sesampainya di rumah dia tertidur. Mungkin dia kelelahan, jadi aku meninggalkannya di mansion. Tapi, aku sudah berpesan pada baby sister agar membawanya kemari jika dia sudah bangun"

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu"


Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️


__ADS_2