
Celina dan Putri ada di sekolah tengah mendengar penjelasan guru yang ada di depan mereka, Celina dan Putri sangat serius dalam mendengarkan penjelasan yang di jelaskan. Dia tidak tau saja kalau ada yang melihat wajah cantik nya dari ponsel yang dia pegang.
Orang itu ternyata memasang cctv sangat kecil di kursi yang di duduk oleh teman Celina yang ada didepan nya, cctv yang sangat kecil dan warna juga sama dengan kursi yang di duduki Celina.
"Kamu memang benar benar cantik sayang" Lirih orang yang menatap Celina dari ponsel nya.
Dia mengawasi setiap gerak gerik yang di lakukan oleh Celina, sampai Celina keluar dalam kelas setelah usai pelajaran dia masih saja di Awasi oleh seseorang yang terobsesi dengan Celina, bukan cinta lagi jika melihat orang yang tengah mengawasi Celina dengan Putri yang ada di samping nya.
Hingga kini Celina duduk berdua dengan Putri dia masih mengintai Celina melalui cctv yang ada di kantin, dia membobol cctv di kantin demi melihat Celina yang sedang makan dengan Putri.
"Sebentar lagi aku akan menyingkirkan pria yang selama ini ads di dekat kamu, dia enggak pantas buat kamu yang sempurna"
Jika di Sekolah Celina terus di pantau di tempat lain di gedung lain Rian dengan teman teman nya kembali di usik oleh cabe cabean yang selalu menggoda Rian. Zahra dengan dua antek nya mengikuti kemana saja Rian pergi.
"Rian kamu kenapa sih enggak suka sama aku???"
"Karena aku sudah punya tunangan"
"Tinggalkan dia Rian, aku lebih cantik pasti dari nya!!!"
"Kamu dengan tunangan ku bagaikan langit dengan bumi"
"Rian apa kurang nya aku, aku cantik, pintar, kaya"
"Kamu tau kamu enggak sebaik dan selembut perempuan yang ada di hati aku, jadi jangan sok kecantikan dengan wajah kamu ini di hadapan aku!!! Satu lagi pergi jauhi aku karena aku enggak suka kamu deketin"
Zahra merasakan sesak yang sangat mendalam saat mendengar apa yang di katakan Rian untuk nya, dia dengan antek antek nya pergi dari hadapan Rian dengan rasa sesak di dadanya, karena baru dengan Rian Zahra di tolak mentah mentah.
"Sebaiknya kita cari siap perempuan itu"
"Iya, kalau sudah tau kita susu rencana buat pisahkan mereka"
"Tapi bagaimana cara nya kita mencari perempuan itu???"
"Kita ikuti saja saat Rian pulang dari kampus, dengan begitu kamu tau kemana saja Rian pergi dan satu lagi kamu bisa tau di mana rumah tunangan Rian, Zahra"
"Iyah lagi pula Mimi dan Didi kamu tidak ada di rumah, kamu pulang telat pun mereka tidak akan marah"
__ADS_1
Zahra mengangguk anggukan kapala nya dia mengerti apa yang di maksud oleh kedua teman nya, dia enggak mau sampai terus di jauhi Rian, karena menurut nya dia mencintai Rian bukan hanya sekedar kagum saja.
Mereka bertiga memutuskan kalau hari ini mereka akan mengikuti Rian pulang dia ingin segera menemukan siapa Perempuan yang sudah lebih dulu mendapatkan Rian.
Sedangkan Rian kini sedang makan di kantin kampus, bukan hanya Rian melainkan ada ketiga teman nya yang sedang makan di kantin bersama dengan Rian, Rian menatap Bastian yang tersenyum melihat ponsel nya.
"Bas apa elo sehat???"
"Sehat dong!!"
"Gue perhatiin dari tadi elo senyum dengan ponsel elo???"
"Karena gue udah jadian sama Mawar"
"Gila elo habis putus langsung tancap gas aja"
"Yang penting gue suka sama dia saat pertama kali gue ketemu sama Mawar"
Mereka bertiga kembali ke masa putih abu-abu saat Bastian baru bertemu dengan Mawar, mereka juga menceritakan semua ke jadian itu kepada Yuda yang memang belum tau.
"Biarin aja orang gue suka sama dia, dia sangat cantik"
"Menurut elo aja Bas" Rian menjawab dengan sangat santai
"Elo juga yang paling cantik menurut elo pasti sih Celina!! Walau memang bener dia memang sangat cantik"
"Ahhh Sialan" Bastian mendapat tampol dari dua teman nya, siapa lagi kalau bukan Yuda dan Rian.
"Elo berani nya buat liatin istri gue"
"Ela itu kan dulu pas dia nyiram baju elo Ian"
"Elo juga posesif amat jadi abang"
Pembicaraan mereka di dengar oleh Zahra dengan ke dua teman nya, sekarang mereka tau kalau nama perempuan itu Celina, dan dia adik dari Yuda teman Rian.
"Pantas selama ini Yuda yang menyendiri bisa dekat dengan Rian"
__ADS_1
"Kalian tau di mana rumah Yuda???"
"Kami tahu, dia juga salah satu keluarga kaya"
Yuda yang saat pertama masuk ke kampus terlihat sangat cuek dan dingin tapi saat dia bertemu dengan Rian dia malah muda bergaul dengan Rian dan teman teman nya, begitupun dengan Rian dan teman teman nya yang langsung suka dengan Yuda saat pertama kali bertemu dengan nya.
"Gue harus dapetin Rian"
"Tenang aja pasti kita bantu, gue juga penasaran bagaimana cantik nya Celina Celina itu kenapa sampai Bastian juga bilang kalau dia sangat Cantik"
"Gue rasa saingan elo berat Zahr"
"Gue enggak peduli yang gue tau, gue bisa memiliki Rian"
Mereka berceloteh dengan melihat Rian dan teman teman nya bercanda tawa di meja yang enggak jauh dari Zahra the geng. Sedangkan Rian tengah asik menggoda Bastian yang baru saja menjalin kasih dengan Mawar.
Meninggalkan Rian dan teman teman nya kini di sekolah Celina dan Putri bersiap untuk pulang karena sudah waktu nya pulang, saat ingin masuk ke dalam mobil mereka di hentikan oleh Yogi guru mereka yang menyukai Celina.
Dia memberikan Celina satu buket bunga yang menandakan kalau dia mencintainya tanpa tau dia ada yang memiliki. Celina menolak bunga yang di berikan Yogi untuk nya dengan halus, sehingga Yogi tidak merasa sakit hati hanya kecewa saja pemberian nya di tolak Celina.
"Tidak apa Cell, kamu dan Putri hati hati di jalan yah??"
"Iyah terima kasih pak!! dan sekali lagi Maaf"
"Iyah saya mengerti Cell"
"Kalau begitu saya pulang dulu pak"
Celina dan Putri masuk ke dalam mobil Putri yang selalu di gunakan untuk ke sekolah, karena Putri enggak mau kalau meninggalkan Mobil kesayangan nya di Apartemen. "Aneh sekali pak Yogi Kak"
"Iyah kamu benar"
Mereka membicarakan Yogi saat sudah ada di dalam mobil dan tentu saja Yogi tidak dapat mendengar nya karena dia sudah kembali ke ruangannya untuk menenangkan hati nya yang patah.
Yogi menatap gambar yang dia ambil diam-diam di ponsel genggam nya, dia tersenyum menatap gambar yang ada di ponsel nya. "Aku tidak akan menyerah Cell, aku akan berusaha merebut kamu dari siapa saja yang sudah memiliki kamu"
Yogi menutup Ponsel genggam nya lalu beranjak dari duduk nya mengambil tas nya lalu pergi dari ruangan nya.
__ADS_1