
Di saat zhea pergi, Rio mengemasi barang-barangnya ke dalam koper. Dia memesan tiket dari ponselnya. Kemudian, bergegas mandi dan siap-siap pergi ke kampus, untu mengucapkan perpisahan pada dosen-dosennya.
Rio masuk keruang dekan, menemuimu kepala dosen.
"Begini prof, dokter. Saya akan berangkat ke AS hari ini"
"Lho, bukannya kamu mengundur kepergianmu"ucap kepala dosen
"Iya prof. Waktu itu saya ada sedikit urusan. Jadi, saya akan pergi hari ini"
"Memang lebih cepat lebih bagus. Kamu hati-hati di sana. Tetaplah berkunjung ke sini jika sudah kembali nanti"
"Pasti prof. Saya pergi dulu. Sampaikan pada teman-teman di kelas bahwa saya tidak bisa berpamitan langsung. Saya ke pepet waktu"
"Baiklah. Belajar yang rajin di sana"
Rio menganguk kemudian beranjak pergi.
Kelas di mulai, exsel memasuki kelas. Walaupun di saat berduka dia tetap mengajar untuk mengurangi kesedihannya.
Setelah absen Selesai, exsel menanyakan keberadaan Rio pada zhea
__ADS_1
"Zhea, Rio dimana? Bukankah kalian selalu bersama?. Kalo Rere mamanya sudah meminta izin. Bagaimana dengan rio?" Ucap exsel
Di saat zhea ingin menjawab, kepala dosen sudah berbicara terlebih dahulu.
"Mulai hari ini, Rio tidak belajar bersama kalian lagi. Dia, sudah pindah ke AS bersama Niko. Seharusnya keberangkatannya itu, satu Minggu yang lalu karena dia ada urusan, jadinya keberangkatannya hari ini. Dia juga menitipkan salam perpisahannya pada Kalian. Karena dia di kejar waktu jadi dia tidak bisa berpamitan langsung dengan kalian"
Zhea yang mendengar itupun, tentu saja sangat kanget. Dia berlari ke luar kelas tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Zheaaa mau kemana kamu" ucap kepala dosen
Tapi zhea terus saja berlari
"Sel, cepat kejar dia"
"Mau kemana kamu" ucap exsel mengcekam tangan zhea
"Apaan sih lho. Lepasin! Gue mau ngejar Rio"
"Balik ke kelas"
"Lepas! Gue mau ketemu sama Rio. Persetanan dengan kelas nggak ada artinya di bandingkan dengan Rio. Kenapa lho nggak ngomong kalo Rio ngerencanain mau pindah ke AS. lho kan dosen kita, seharusnya lho tahu dong soal ini"
__ADS_1
"Rio sendiri yang meminta agr nggak ngasih tahu kalian"
"Kalo sampai gue gagal ketemu sama Rio, itu semua salah lho. Dan gue bakal ngasih pelajaran sama lho" ucap zhea lalu meninju perut exsel dan dnegan cepat berlari masuk ke dalam mobil.
Zhea melajukan mobilnya dengan kecepatan full. Dia bahkan menangis, takut tidak sempat bertemu dengan Rio.
"kenapa gue nggak ngeh sih kalo Rio mau pindah. Pantes aja semalam dia nanya kayak gitu. Zhea-zhea lho bodoh banget sih, nggak peka soal ginian. Malah tadi pagi, gue ninggalin dia sendirian lagi. Dia jadi ada kesempatan buat Ninggalin gue sama Rere. Akhhhhhhhh. Bego-bego" teriak zhea prustasi sambil meninju-ninju setir mobilnya
Sesampainya di bandara, zhea langsung berlari mencari-cari keberadaan Rio
"Jangan sampai gue terlambat please" gumam zhea sambil terus berlari.
Sudah lelah mengelilingi bandara, akhirnya mata zhea melihat keberadaan Rio yang baru keluar dari kamar mandi.
"Riooo adinata" teriak zhea
Rio yang merasa tidka asing dengan suara itu pun berhenti melangkah dan membalikkan badannya. Dia terkejut melihat zhea.
"Zhea" lirih Rio
Zhea berjalan mendekati Rio, kemudian tanpa ampun memukuli Rio, sementara Rio tidka melakukan perlawanan apapun.
__ADS_1
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️
DAN jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta🙏🏻☺️