BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 201


__ADS_3

Bab 201


Zhe merasa tertampar Dengan ucapan ustadzah itu.


"Kalo begitu, saya tinggal dulu ya. Suami saya pasti sudah menunggu di rumah karena saya pulang terlambat"


"Iya ustadzah, terimakasih nasehatnya"


"Sama-sama. Tetaplah di sini sampai hujan reda, karena kamu bawa motor takutnya nanti terjadi kejadian yang tak di inginkan. Assalamualaikum" ucap ustadzah itu sebelum pergi


"Wa'alaikum salam"


30 menit akhirnya hujan reda. Zhea yang awalnya ingin latihan balapan dan silat mengurungkan niatnya dan memutar arah kembali pulang.


Zhea sampai di bagasi rumah, dia melihat mobilnya ada di bagasi sementara mobil Tiffany berada di perkarangan rumah.


"Apa exsel nggak ke rumah sakit" gumam zhea kemudian langsung masuk ke dalam rumah.


"Zhea, kau sudah pulang" ucap exsel yabg cukup terkejut melihat zhea pulang sebelum magrib. Karena biasanya zhea pulang selalu jam 10 malam.


"Assalamu'alaikum" ucap zhea mencium punggung tangan exsel, menuruti ucapan ustadzah yang dia temui di masjid. Zhea kemudian, mengendong el-razka yang berada di pangkuan exsel. Dan buru-buru masuk ke kamar. Karena dia cukup gugup melakukan hal yang sama sekali tak pernah dia lakukan selama 3 tahun terakhir, tepatnya setelah Leon menikah dengan cathlin.


"Wa.. wa'alaikum salam" ucap exsel yang cukup terkejut dengan sikap zhea.


"Ishhh apa-apaan sih zheaa. Benar-benar ngibarin bendera perang lho ya. Kita liat aja, lho nggak bakalan bisa menang melawan gue. Karena lho itu bukan tandingan gue" batin Tiffany


"Kak, ishh kak exsel" ucap Tiffany dengan agak tinggi karena exsel melihat ke arah kamar mereka


"Ah, sorry. Ada apa?"


"Aku masih nggak ngerti yang ini, tolong jelasin lagi"


Sementara itu, zhea membaringkan el-razka di kasur. Dia memegangi dadanya "ya ampun, jantung gue kayak abis pari meraton aja. Aduhh malu benget. Exsel pasti ngiranya gue aneh nih"


"Ah, masa bodoh deh. Ayo el-razka kita mandi dulu" sambungnya kemudian membawa el-razka ke kamar mandi.


Setelah selesai memandikan el-razka, zhea membaringkan el-razka di ranjang.


"Ternyata, mandiin bocah nggak semudah yang gue bayangin. Mana baju sama celana gue basah lagi"

__ADS_1


Zhea melepas baju dan celananya, hingga dia hanya menggunakan celana pendek dan tank top. Sementara, El-razka menangis karena kedinginan.


Saat hea ingin melepaskan tank topnya, exsel masuk ke kamar karena mendengar tangisan el-razka.


"Kenapa lho masuk!" Ucap zhea mengambil selimut menutupi tubuhnya


"Maaf. Aku mendengar el-razka menangis makanya aku ke sini" ucap exsel menunduk


",Lain kali kalo mau masuk kamar orang itu ketuk pintu dulu!"


"Maaf. Tapi, inikan juga kamar ku"


"Ishh tetap aja"


Exsel hanya mengangguk, dia kemudian mengendong el-razka dengan membaluti badan el-razka dengan handuk dan membawanya keluar dari kamar.


"Astaga jantung gue, kek mau copot dari tempatnya" ucap zhea menaeuh tangannya di dada, setelah exsel menutup pintu kamarnya.


"Kak exsel, kek el-razka nggak pake baju" ucap Tiffany mendekati exsel


" Dia baru selesai mandi, tapi rewel makanya aku bawa dia keluar. Oh ya, kamu pulang aja ya" ucap exsel


"Untuk sementara waktu aku nggak bisa ngajar kamu dulu. Soalnya ada el-razka di sini. Dan zhea juga nggak bisa jaga el-razka sendirian"


"Kok gitu sih kak"


"Tiffany pleasee. Ngertiin keadaan dong. Lagi pula, saya ini sudah menikah jika kamu tetap ingin bimbel, maka kita lanjutkan di kampus saja"


"Bagus juga jika bimbel di kampus. Maka sih zhea nggak bakalan bisa gangguin gue sama kak exsel di sana" batin Tiffany


"Baiklah kak, aku pergi dulu" ucap Tiffany membereskan buku-bukunya kemudian pergi meninggalkan rumah Exsel.


Zhea beranjak ke kamar mandi, setelah selesai dia lupa bahwa baju-bajunya masih di kamarnya yang lama. Karena memang dia dan exsel tidak pernah mandi di satu kamar mandi.


"Duh, lupa lagi kalo pakaian gue masih di kamar lama. Nggak mungkin juga kan, keluar kamar hanya menggunakan handuk kayak gini" ucap zhea pada dirinya sendiri. Dia lalu mengambil kemeja exsel dan memakainya.


"Kayak gini juga bagus" ucap zhea setelah selesai berganti pakaian


"Sekarang ngapain ya. Kalo keluar, ntar ketemu exsel, lagi. Mana Malu banget kalo ketemu dia sekarang gara-gara kejadian tadi" ucap zgea yang memang tidak biasanya dia sudah ada di rumah sesudah magrib . Padahal biasanya dia berada di sirkuit saat ini, dan pulang jam sepuluh malam

__ADS_1


" Lebih baik tidur aja ah, capek juga. Biar nggak ketemu lagi sama sih exsel. El-razka juga kayaknya enteng-enteng aja sama dia" sambungnya merebahkan diri di ranjang, dan tak lama kemudian tertidur pulas.


Exsel masuk ke kamar untuk memakaikan baju el-razka. Di lihatnya zhea sudah tertidur.


Exsel dengan hati-hati membaringkan el-razka di sebelah zhea, kemudian memasangkan popok , baju dan celana untuk el-razka.


"Udah selesai, sekarang udah ganteng dan wangi" ucap exsel memakaikan minyak telon ke seluruh tubuh el-razka.


"Jangan rewel ya, kak zheanya lagi istirahat. Kita main di luar aja" ucap exsel mengendong el-razka dan beranjak keluar dari kamar. Dia menutup pintu kamar pelan-pelan agar tak bersuara, dan mengganggu istirahat zhea.


Zhea terbangun, karena terganggu, sebab exsel turun naik ranjang mencari pakaian dan minyak telon el-razka.


Zhea hanya tersenyum tipis menatap pintu yang sudah tertutup itu. Dia sengaja pura-pura tidur tadi, karena masih malu jika harus bertemu dengan exsel.


Pukul 20:20 malam....


Exsel kembali masuk ke kamar karena el-razka sudah tertidur. Dia meletakkan susu yang dia siapkan untuk el-razka di meja,berjaga-jaga jika saja el-razka terbangun karena lapar nantinya.


Exsel, beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.


Zhea yang setia Dengan pura-pura tidurnya menatap kearah kamar mandi, dia kemudian menoleh ke belakang melihat el-razka yang sudah tertidur pulas.


Zhea mencium el-razka sekilas, kemudian kembali ke posisi semula yaitu pura-pura tidur.


Exsel keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk.


"Nih, orang kenapa nggak ganti baju di kamar mandi aja sih" batin zhea mengintip untuk melihat exsel.


Exsel selesai berganti pakaian, dia mendekati zhea mencium dahinya agak lama.


"Maaf, zhea. Mungkin, dengan bersamaku kamu merasa tidak nyaman. Aku sudah berusaha melakukan yang terbaik, tapi kamu seperti sangat menolakku. Tidak apa-apa, selagi kamu di dekatku dan tidak meminta cerai itu sudah lebih dari cukup" ucap exsel menatap lekat wajah zhea kemudian kembali mencium dahinya sekilas.


Air dari rambut exsel yang basah menetes ke wajah zhea. Hal itu, membuat zhea membukakan matanya.


"Istirahatlah lagi, ini sudah malam" ucap exsel mengelus-elus rambut zhea.


Zhea pun kembali memejamkan matanya, hatinya terasa sakit, melihat raut wajah exsel yang menatapnya kecewa dan kesedihan. Tak seperti wajah riang dan senyum manis yang selalu zhea lihat tiap harinya.


Exsel mengambil laptopnya, menyiapkan pelajaran untuk besok. Setelah itu, barulah dia merebahkan dirinya

__ADS_1


"Selamat malam, semoga mimpi indah" ucap exsel menatap punggung zhea dan el-razka. Exsel mencium pipi el-razka sekilas kemudian memejamkan matanya.


__ADS_2