BAD GIRL

BAD GIRL
KOMPOR MELEDUK


__ADS_3

Hari hari Ciara akan dia habiskan di rumah sakit menemani Mama nya yang belum bangun sampai saat ini, kini bersama dengan Putri untuk menemui Celina yang tidak menandakan ada nya perubahan. "Kak, lihat putri kamu. dia sudah besar dan sangat cantik sama seperti kakak"


Putri menggenggam tangan Celina yang dingin, Celina masih memejamkan matanya, Putri berharap penantian kakak nya tidak sia sia untuk tidak melepas alat penopang kakak iparnya.


Putri menatap Ciara yang sedang menatap wajah Mamanya, entah apa yang ada di dalam pikiran gadis cantik yang ada di samping nya. "Ma, lihat Ciara sangat mirip dengan Mama"


Putri merasa dadanya sesak mendengar kata kata Ciara yang ada di samping nya. "Kak lihat putri kamu bilang dia sangat mirip dengannya" Lirih Putri tanpa terasa cairan bening menetes di kedua pipi Putri.


"Kenapa Mami menangis??" Putri menatap Ciara yang menatap nya dengan wajah polosnya


"Mami menangis?? Tidak hanya ini tadi Mami kelilipan terasa perih" bohong Putri dengan menatap bersalah Ciara. Ciara kembali menatap Celina yang belum mau bangun.


"Ma, lihat nilai ku A semua, ada yang A++, Mama tau tidak kata Mami, Mama itu pintar dan kepintaran Mama di turunkan ke Ciara. Ma, Ciara sudah mau makan sayur, tidak pemilih lagi dengan makanan. Kata Mami kalau Mama enggak suka anak yang pemilih makanan, Maafin Ciara yah Ma, sudah perna jadi anak nakal!! Cepat bangun Ma, Ciara sudah tidak nakal" Suara Ciara semakin pelan dan serak.


Setelah Ciara menceritakan semua yang ada di dalam pikiran nya, Ciara mengajak Putri untuk pulang ke Apartemen. "Tumben sayang???"


"Ciara ada tugas rumah Mi"


"Emm, baiklah sayang!! Ayo pulang"


Ciara mencium kening Celina lalu mencium kedua pipi Celina. "Ciara pulang yah Ma, Mama cepat bangun"


Putri menggandeng tangan Ciara keluar dari ruangan Celina yang menang Rian minta hanya di tempat Celina saja, Ciara banyak bercerita tentang kegiatan nya di sekolah saat perjalanan keluar Rumah sakit.


Setelah empat puluh lima menit Putri dengan Ciara sudah ada di Apartemen, Celina langsung membuka tas nya mengeluarkan buku baru yang di berikan oleh gurunya saat di sekolah.


"Apa itu Ciara???"


"Ini buku baru Mi"


"Emm, jadi tugas nya ada di buku Baru???"


"Iyah Mi"


"Butuh bantuan???"


"Tidak Mi"


Putri duduk di samping Ciara dengan menatap Ciara yang tengah mengerjakan tugas rumah nya, Putri saat bangga, Ciara benar benar pintar dalam segala hal. "Andai Kakak bangun, pasti kakak akan sangat bahagia" batin Putri dengan mata berkaca kaca.


Dua puluh menit berlalu Ciara sudah menyelesaikan tugas sekolahnya, dia menatap Putri yang ada di samping nya. "Mi, Ciara mau susu coklat"


"Jangan coklat yah??"


"Tapi Mi, satu kali saja??"

__ADS_1


"Tapi nanti gigi kamu sakit Sayang"


"Mi.." mata bulat Ciara berkaca kaca, gadis kecil itu tangah mengeluarkan jurus jitu untuk membujuk Putri


Huufffff....


"Baik lah tuan putri, tapi kalau gigi kamu sakit Mami enggak mau memberi obat yah"


"Iyah Mi" dengan sangat polos


"Mana mungkin Mami tega dengan ku" Batin Ciara menatap punggung Mami nya yang berjalan kearah kulkas yang ada di dapur.


Putri kembali dengan membawa satu kotak susu coklat untuk Ciara yang sudah sangat tidak sabar menunggu susu nya di sofa ruang tamu. Putri memberi susu yang di minta Ciara kepada Ciara yang menatap kota susu dengan binar dimatanya.


"Kamu mau makan apa?? Sebentar lagi pasti Papa akan telpon untuk menanyakan kamu sudah makan apa belum"


"Bilang saja Ciara sudah minum susu Mi"


"Ciara, kamu mulai nakal lagi dengan tidak mau makan!! Gimana Mama mau bangun kalau kamu enggak mau makan??"


"Ah iya aku melupakan janji ku sama Mama" Ciara tersenyum dengan menampilkan deretan gigi nya.


"Kamu masih kecil tapi sudah pikun" Ledek Putri kepada Ciara yang kini sudah berdiri di atas sofa ruang tamu.


Saat mereka tengah asik mengobrol mereka mendengar ketukan pintu Apartemen nya, Putri berjalan kearah pintu. Putri membuka pintu Apartemen nya, dia melihat Mama, adik dan Papanya ada didepan pintu Apartemen nya.


"Kami tidak berkunjung hanya telat dua hari tau tidak kamu???"


"Tidak Ma"


"Kurang ajar"


"Nenek, Kakek, Aunty Salsa"


"Cucu Kakek, semakin hari semakin tampan saja" goda Patra.


"Apa papa lupa kalau putri ku perempuan??" Selalu saja papa nya membuatnya kesal


"Kakek selalu saja, Ciara malas dengan kakek"


Ciara pura pura merajuk kepada Patra, itulah yang membuat Patra suka sekali menggoda Ciara, saat dia ngambek dia akan menggembungkan kedua pipinya. "Haha kamu merajuk dengan kakek"


"Iyah"


"Baik lah kalau begitu Kakek tidak mau membagi coklat ini dengan Ciara, dengan Aunty Salsa saja"

__ADS_1


Mendengar coklat Putri langsung menatap sang kakek dengan senyum mengembang, dia turun dari atas sofa mendekat kearah sofa seberang yang ada kakek, nenek dan juga Aunty kecilnya.


"Mana kek coklat nya??" Ciara menodongkan tangannya kepada sang kakek.


"Tadi katanya merajuk??"


"Tidak jadi kek!!" dengan menampilkan deretan gigi nya.


Patra dan Melati sangat gemas dengan cucunya, tapi sayang kebahagiaan mereka belum sempurna karena Celina masih saja belum bangun dari tidurnya. "Ciara, tumben sekali kamu ada di Apartemen jam segini?? Apa tidak menjenguk Mama???"


"Ciara sudah kesana kek, tapi hanya sebentar karena Ciara ada tugas rumah"


"Apa sudah selesai tugas nya nak??"


"Sudah kek"


"Hemm anak pintar"


"Mama pasti bangga kalau dia bangun nanti"


"Pasti nak"


Putri memberi Ciara makan siang dengan sehat, Putri tidak mau kalau Ciara makan sembarangan yang enggak pasti kebersihan nya. "Apa kamu mau Sal???"


"Mau kak"


"Hemmm, bagus makan yang banyak agar semakin gemuk" Putri menggoda sang adik.


"Jangan dengarkan Mami Aunty, Mami bagai kompor meleduk"


"Hahahahaha...."


Putri ternganga mendengar Ciara mengatkan nya seperti kompor meleduk. "Untung anak kalau enggak gue lempar dia ke planet" Batin Putri dengan berlalu dari sana untuk kedapur mengambil makanan .


"Kata kata dari mana kamu??" Melati berhenti ketawa lalu bertanya kepada Cucunya.


"Dari Papi waktu aku bilang kalau teman ku suka sekali mengomtari teman nya yang lain, Papi bilang mulut nya seperti kompor meleduk"


"Hahahhah..."


Melati dan Patra kembali tertawa, Putri yang melihat itu pun bingung dengan kedua orang tuanya yang tertawa. Melati yang melihat kebingungan di raut wajah putri pun menjelaskan kalau kata kata kompor meleduk itu suaminya yang memberi tahu.


"Berani nya kakak mencemari Putri ku dengan bahasa yang aneh aneh"


"Itu kan suami kamu"

__ADS_1


"Hahah" Melati dengan Patra kembali tertawa.


Akhirnya mereka tertawa bercanda di ruang tamu Apartemen dengan keluguan Ciara yang mengluarkan semua yang di ajarkan oleh Irwan, Papi nya.


__ADS_2