
Bab 57
Zhea kembali ke kos-kosan, disana Rere dan Rio sudah menunggunya.
"Re, lho kemana aja. Dihubungi juga nggak bisa" ucap Rere
"Habis latihan bela diri. hp gue udah ilang, atau mungkin di temuin sama tuan marga"
"Kalo gitu. Besok lho harus beli hp baru Zhe"
"Kayaknya sih begitu. Udahlah gue mau istirahat capek" ucap zhea beranjak pergi masuk ke kamarnya.
"Sih zhea tuh ya. Benar-benar deh, baru keluar dari rumah sakit, udah latihan bela diri aja"
"Yaelah re. Lho kayak nggak tahu si zhea aja. Dia itu orang yang paling tahan sakit fisik di antara kita berempat. Coba kalo lho yang berada di posisi dia, mungkin perlu waktu sebulan buat lho keluar dari rumah sakit"
"Ihh resek banget sih. Nggak usah do'ain gue masuk rumah sakit juga kali"
"Kenapa. Takut jarum" ledek Rio
"Tau ah" ucap Rere melempar bantal ke wajah Rio. Sedangkan Rio hanya terkekeh.
-------------
__ADS_1
Keesokan harinya...
Rere dan Rio sudah siap-siap pergi ke kampus. Rere membangunkan zhea "Zhe, bangun. Lho harus kuliah hari ini"
"Apaan sih re. Gimana mau kuliah buku-buku gue aja nggak ada" ucap zhea dengan mata terpejam
"Semuanya udah gue siapin di tas lho. Lho tinggal mandi dan berangkat aja ke kampus"
"Besok aja deh gue ke kuliah"
"Jangan sampai lho dapat surat pengeluaran lho dari universitas hari ini. Jika itu benar-benar terjadi, gue yakin bokap lho akan segera nikahin lho dengan sih Zein tanpa mikir lagi"
"Hemm"
"Hemm"
"Ingat kata-kata gue tadi" teriak Rere
Dengan sangat terpaksa zhea bangun dari tidurnya, Mandi berganti pakaian dan seperti biasanya tanpa make up.
Zhea memakai kemeja oversize warna maroon kotak-kotak dengan dengan baju kaos putih dan celana jeans pendek.
Zhea mulai menyukai stelan Seperti itu karena Sarah sering memberikannya baju kebesaran waktu itu. Padahal biasanya zhea selalu memakai celana jeans panjang, jaket kulit, ataupun kemeja yang pas dengan ukurannya. Zhean memasuki mobilnya menuju ke universitasnya.
__ADS_1
Sementara itu, di dalam kelas. Rere terkejut karena dosen yang mengajarinya hari ini adalah exsel.
"Baiklah semuanya perkenalkan saya dokter exsel Alexander. Saya disini mengantikan tugas dosen Riyan yang tidak bisa hadir untuk mengajari kalian dalam beberapa waktu kedepannya. Apa ada yang mau di tanyakan" ucap exsel memperkenalkan dirinya kepada mahasiswa dan mahasiswanya.
"Pak dokter masih muda, sudah menikah atau sudah punya pacar" tanya seorang mahasiswi
"Tidak kedua-duanya" ucap exsel tersenyum ramah.
"Baiklah saya rasa perkenalan kita cukup sampai disini. Sekarang kita absen dulu"
Exsel pun mulai mengabsen hingga di akhir absen hanya tinggal tiga nama yaitu
"Rere. Narasyah" ucap exsel mengabsen. Rere hanya menggakat tangganya.
"Rio Rahardian" Rio juga mengangkat tangannya
"Zhea Pramudya siyahmarga" ucap exsel
Minat tidak ada orangnya exsel pun berucap "orangnya tidak datang hari ini"
"Mungkin sebentar lagi juga datang pak, dokter" ucap Rere ragu-ragu.
"Alah si zhea kuliah mah antara minat nggak minat gitu. Mentang-mentang bapaknya kaya berlaku seenaknya aja. Satu bulan full dia itu nggak masuk kuliah" ucap salah satu mahasiswa
__ADS_1
"Eh jaga ya tu mulut. Apa mau gue tarik tuh Mulut" ucap Rere ngegas