
Sesuai kesepakatan awal Rian dan Irwan kini menjemput istri mereka yang sudah menunggu mereka di depan sekolah. Rian menghentikan mobil nya di depan istrinya. "Selamat siang menjelang sore para gadis"
Irwan menggoda kakak dan istrinya dia keluar dari dalam mobil agar Celina bisa duduk dengan Rian yang ada di depan, sedangkan Irwan dia akan duduk di belakang dengan istrinya Putri, Irwan membuka pintu untuk Putri, setelah Putri masuk Irwan jug masuk ke dalam mobil.
Rian melajukan mobil nya meninggalkan gerang sekolah, di dalam mobil Celina bertanya kepada Rian dan Irwan apa mereka sudah membuang cincin yang dia dapat dari orang yang enggak Celina. "Kami memberikan kepada Yuda, karena dia meminta nya saat kita menceritakan kamu mendapatkan cincin dari orang enggak kenal"
"Jadi cincin nya sekarang ada di kak Yuda???" tanya Putri setelah mendengar perkataan kakak kandung nya.
"Untuk apa kak???"
"Katanya ingin dia teliti"
"Maksud nya gimana???" Celina yang tidak sabar mendengar jawaban setengah tengah dari Suami dan adik nya.
"Apa benar itu hanya cincin atau ada hal lain yang tersembunyi di balik permata yang ada di cincin itu"
"Apa yang tersembunyi???"
"Yuda masih mencari tau sayang!! Jangan khawatir semua akan baik baik saja" Dengan mengusap lembut kepala Celina untuk memberikan ketenangan kepada istrinya.
"Tapi kak"
"Sudah lah lebih baik nanti kita belajar masak gimana??? Aku kan mau nyoba masakan kamu sayang" Rian mencoba mengalikan pembicaraan mereka.
"Apa memasak???" Putri malah ke senangan kalau belajar masak karena dia ingin seperti Mama nya yang pintar dalam memasak dan membuat kue
"Iyah kamu mau ikut belajar tidak???"
"Mau dong!!"
"Yah sudah ayo kita cari bahan untuk belajar memasak, bagaimana???"
"Okay" Irwan, Putri dan Celina dengan semangat nya
Mereka mengurungkan untuk pulang, mereka pergi ke Mall untuk mecari bahan yang bisa di gunakan untuk memasak, mereka tidak lama sudah ada di parkiran Mall siap untuk berbelanja.
Mereka berempat masuk ke dalam Mall dengan semangat, Rian mengajak istri dan adik nya ke toko baju terlebih dahulu untuk membeli baju. Celina dan Putri tidak mungkin berkeliling Mall menggunakan seragam sekolah.
Celina dan Putri memilih celana jins di atas lutut dan kaos over size, membuat penampilan mereka sangat cantik. "Sayang, kenapa kamu malah semakin cantik"
__ADS_1
"Hah!!! Aku kan memang sudah cantik dari sana nya sayang"
"Iyah tapi sekarang kamu semakin cantik"
Putri dan Irwan yang mendengar Rian mengatakan kenyataan Celina semakin cantik membuat malas, karena Rian memang sangat posesif dengan Celina. Rian terkadang merasa ingin menyembunyikan istri nya atau menyuruhnya memakai cadar agar kecantikan nya tidak di lihat orang.
"Lebih baik kakak memakai cadar saja"
"Yah itu lebih baik sayang"
Celina melotot mendengar perkataan Rian yang membenarkan perkataan Putri, Celina membayangkan bagaimana dirinya bercadar kalau hati nya belum siap. "Bagaimana aku bisa bercadar kalau hati aku belum siap???"
"Iyah juga, kalau begitu kamu pakai masker ini saja, aku tidak mau kecantikan kamu di nikmati laki laki lain sayang"
"Baiklah kakanda"
Keempat remaja itu tertawa lepas, setelah itu mereka berempat meninggalkan toko baju, mereke berkeliling Mall lebih dulu. Mencari cemilan yang bisa mereka nikmati sebelum mereka berbelanja layaknya pasangan suami istri pada umum nya.
Mereka berjalan ke area makanan ringan yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri, saat ingin sampai area jajanan, mereka di hadang oleh Zahra dan kedua teman nya. Zahara menatap Celina yang ada di samping Rian, yang tertutup oleh masker dan tangan Rian yang menggenggam tangan Celina.
"Hay Rian".
"Eh ulat bulu ngapain elo??"
"Minggir"
"Rian kamu galak banget sih, oh iya siapa yang ada di samping kamu???"
"Tunangan aku"
"Kok wajahnya pakai masker??? Jelek yah dan kamu malu jalan sama dia??"
Celina hanya diam menatap Zahra yang ada di depan nya dengan dingin, wajah ceria nya sudah berubah menjadi sangat datar dan dingin. "Minggir" Setelah lama diam Celina mengeluarkan suara dingin nya.
Tentu saja Rian, Putri dan Irwan terkejut pasal nya mereka belum perna melihat suara dingin Celina yang kini mereka mendengarnya, membuat ke enam remaja itu merinding mendengar suara Celina.
Zahra yang menguatkan hati agar tidak takut dengan Celina. "Kalau gue enggak mau mau apa elo???"
"Gue balakan menyingkirkan dengan paksa"
__ADS_1
"Kenapa??? elo enggak mau kalau gue lihat wajah jelek elo".
Celina mengajak Rian untuk lewat sisi mereka, tapi kedua teman nya menghalangi Celina dan Rian, Celina yang memang dulu nya perna menjadi bar bar sebelum melupakan kegilaan nya dulu, kini melepaskan genggaman tangan Rian yang menggenggam tangan nya.
Celina mendekat ke arah Saskia dan Bella yang lebih pendek dari Celina. " Elo berdua mau menyingkir atau gue yang menyingkirkan kalian berdua???"
"Gue enggak bakal menang melawan kita yang dua orang"
Celina yang semakin geram mengangkat ke dua tanga nya, lalu menjambak rambut Saskia dan Bella lalu menarik nya minggir lalu melepaskan nya dengan kasar. Membuat Saskia dan Bella terjatuh.
"Ahh, sialan"
"Elo bener bener yah"
Pekikan Saskia mampu membuat orang yang berlalu lalang menatap mereka, menjadikan perkumpulan remaja itu tontonan pengunjung Mall. Banyak yang berbisik tentang mereka yang tengah bertengkar
Mereka bangun ingin menerjang Celina, Celina dengan muda menghindar dan membuat mereka berdua kembali tersungkur. Zahra yang geram mendekat ke arah Celina, Zahra mengangkat tanga nya ingin menjambak rambut Celina tapi putri menghalangi tangan Zahra, putri memegang tangan Zahra.
"Jangan perna kamu sentuh kakak ipar ku dengan tangan kotor kamu"
"Lepas"
Putri melepas tangan nya dengan sangat kasar, menjadikan tangan Zahra terasa sakit, dia menatap Putri dengan pandangan benci. "Awas kamu sialan"
Celina mendekat ke arah Zahra dan ke dua teman nya. "Elo, gue peringatkan jangan perna deketin Rian kalau enggak mau menyesal"
Para pengunjung yang tadi berkumpul tau kalau mereka tengah rebutan laki laki dan entah laki laki yang mana, karena bukan nya ada satu melainkan dua laki laki yang ada di sana.
Ada juga yang ngomongin Zahra masih muda suka nya reput milik orang lain, dan masih banyak lagi pujian yang menguras hati Zahra.
"Gue enggak takut sama elo sialan"
"Gue udah peringatkan elo kalau masih mencoba mendekati Rian gue pastikan elo berada di tempat nya, yaitu sampah"
"Elo yang sampah"
"Kalau gue sampah enggak mungkin Rian bertekuk lutut di bawa kaki gue, oh yah dan satu lagi. Elo lihat wajah gue baik baik dan jangan sampai elo lupakan"
Celina membuka masker yang dia pakai, dia menunjukan wajah cantik nya kepada Zahra, Zahra yang tau wajah Celina pun menatap nya angkuh dan sombong. "Gue bakalan buat elo di hempas dari hidup Rian"
__ADS_1
"Hahahaha cewek kayak elo mau nyingkirin gue dari hidup Rian yang ada gue yang buat elo menghilang dari kehidupan ini"
Setelah itu Celina mengajak Suami dan adik adik nya pergi dari sana untuk kembali ke tujuan awal mereka untuk membeli makanan ringan sebelum berbelanja.