BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 121


__ADS_3

Bab 121


Adnan membulatkan matanya, ketika Rere menarik tengkuknya.


Jika dilihat mereka seperti orang yang sedang berciuman. Padahal, Rere meletakkan jari jempolnya di depan bibir adnan, agar tidak benar-benar mencium Adnan.


Rere kembali berdiri di samping Adnan, membersihkan bibirnya seolah-olah selesai berciuman.


"Nggak, ini nggak mungkin" ucap silya kemudian berlari meninggalkan mereka.


"Hus hus hus pergi sana, nggak usah balik-balik lagi"


"Re..lho" ucap zhea kehabisan kata-kata


"Udah nggak usah mikirin yang macam-macam. Gue nggak benaran cium dia. Tanya aja sama orangnya langsung kalo nggak percaya.yang gue cium nih, jari jempol gue sendiri" ucap zhea menunjuk jempol nya.


"Lagian lho, ngapain ngaku-ngaku jadi pacarnya dokter Adnan" ucap zhea


"Emang sengaja, Biar sih silya itu sakit hati. Lho lupa ya Zhe, dia itu silya sahabatnya Tiffany sewaktu SMP dulu. Gue lihat juga, dokter Adnan nggak nyaman sama kehadiran dia. Jadi, gue bantu deh, biar tuh cewek nggak ngedekatin dia lagi. Lagian dia sama Tiffany itu sama aja, suka banget ngejar-ngejar cowok. Sirchel, ulat bulu emang beda. Dan dokter Adnan, kita impaskan? Lho ntraktir gue makan, dan gue bantuin lho terhindar dari ulat bulu satu itu. Lagian punya mantan kok, sirchel ulat bulu gitu "

__ADS_1


----------


Hari beranjak malam, zhea menceritakan apa yang terjadi di kampus.


"Jadi, lho mau dinikahin 2 Minggu lagi?"


"Kalo gue nggak mau, mereka bisa apa"


"Gimana kalo orang-orang bokap lho, ngejar-ngejar lho lagi kayak dulu. Walaupun lho bisa bela diri, tapikan orang-orang bokap lho itu jumlahnya puluhan. Belum lagi, Zein, dia juga pasti nyuruh orang buat cari lho Zhe"


"Mereka nggak bakalan bisa maksa gue. Dan jika gue mau batalin pernikahan itu, gue harus bayar denda 5M ke Zein. Itu perjanjian yang tuan marga dan Zein sepakati"


"Itu salah satu cara agar gue mau nikah sama dia. Karena, tuan marga nggak mungkin bayarin denda itu kan, karena dia yang benar-benar menginginkan pernikahan itu terjadi.dan nggak hanya itu, dia juga ngancam mau ngedepak Niko sama Rio dari pertandingan, karena pertandingan itu, dia yang mensponsori"


"WHAT! Terus gimana dong"


"Gue sih yakin, dia nggak akan bisa dengan mudah ngedepak Rio sama Niko. Mereka berdua itu punya skill yang tinggi. Dan gue yakin, orang-orang di sana, nggak mungkin tergiur dengan sogokan Zein"


"Gimana kalo mereka benaran di diskualifikasi, terus uang lima 5 itu, gimana? Lho ada uangnya"

__ADS_1


"Gue yakin, mereka bisa mempertahankan posisi mereka di sana. Dan urusan uang, gue hanya punya setengahnya"


"Masalah uang jangan khawatir, kita bisa cari sama-sama. Niko dan Rio pasti juga akan bantuin lho. Dan kalo emang nggak ada gue akan minta uang itu ke nyokap bokap gue. Mereka pasti ngasih uangnya"


"Makasih. Tapi, gue akan balapan buat nyukupin uang itu"


"2,5M, dalam balapan 3 hari itu nggak mungkin di dapetin Zhe"


"Ya juga sih, tapi seenggaknya, kalian nggak nyukupinnya terlalu banyak"


"Gue bisa bantu lho 1M, karena cuma itu yang yang gue punya di tabungan. Dan gue juga akan ikut balapan buat nyukupin uang itu"


"Lho yakin mau ngasih gue 1M. Biasanya juga lho selalu minta-minta uang ke rio"


"Ini menyangkut kebahagiaan lho Zhe. Dan gue juga nggak rela lho nikah sama cowok yang sombong dan penindas kayak sih Zein itu. Uang 1M nggak ada apa-apanya dari persahabatan kita. Lagian, selama ini, lho juga sering beliin gue barang-barang mahal, jadi, terima aja uangnya nggak usah sungkan"


"Ya ampun, terharu dhe gue. Emang nggak salah gue sahabatan sama lho. Tapi, gue bakalan balikin kok uang lho, kalo uangnya udah ada nanti" ucap zhea memeluk rere


"Iya santai aja"

__ADS_1


__ADS_2