BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 161


__ADS_3

Bab 161


"Kalian terlihat sangat dekat, apa kalian pacaran?" Ucap Rio


"Ya, dia pacar gue. Kita pacaran seminggu yang lalu. Jadi, lho nggak usah sok perhatian lagi sama gue, gue emang manja dan nggak bisa jaga diri. tapi sekarang udah ada Adnan, dia yang bakalan jagain gue, ya kan baby?"


"Heum, pastinya" ucap Adnan tersenyum manis ke Rere.


"Dia itu nggak bisa jagain lho re, buktinya sekarang lho masuk rumah sakit, dan kecelakaan sendirian di sirkuit. Jika dia memang pacar yang baik, dia bakalan ikut sama lho. Dan satu lagi, dari tadi dia juga nggak nungguin lho di sini"


"Dia itu sibuk di rumah sakit. dan harus ngurusin pasien yang lainnya. Udah deh, lho nggak ada hak ya buat ngedikte dia. Lebih baik lho balik ke AS sekarang. Ini kan yang lho mau, dan udah gue turutin!"


"Re, lho nggak bisa pacaran dengan sembarangan orang juga"


"Dia bukan orang yang sembarangan. Dia seorang dokter dan sahabatnya dokter exsel, suaminya zhea. Udah jelas dia orang baik"


"Lho yakin dia orang yang baik?"


"Udahlah pergi sana gue mau istirahat!" Ucap Rere membaringkan tubuhnya membelakangi Rio dan menghadap ke arah Adnan.


"Baby, jangan kemana-mana oke. Aku mau istirahat sebentar" ucap Rere meletakkan tangan Adnan di pipinya.

__ADS_1


Adnan menganguk kemudian berucap "istirahatlah sebentar, habis itu sarapan dan minum obat". Rere hanya mengangguk dengan senyuman yang di buat-buat.


"Gue pergi dulu, jaga diri lho baik-baik. Pacaran juga jangan macam-macam" ucap Rio menarik kopernya meninggalkan ruangan Rere.


Setelah mendengar pintu ruangannya tertutup kembali, Rere kembali duduk melihat ke arah pintu.


"Kalian lagi marahan?" Ucap Adnan duduk di kursi samping brankar Rere


"Bukan urusan lho!"


"CK, udah di bantuin ngedrama bukannya terimakasih malah jutek kayak gitu"


"Gue juga pernah ya nolongin lho dari silya, silya itu"


"Karena gue baik dan berinisiatif, nggak kayak lho mesti di kode dulu"


"Ya mana gue tahu, kalo lho lagi marahan sama dia. Setahu gue diakan sahabat lho"


"CK, udahlah nggak usah bahas dia lagi. Pokoknya kalo di depan Rio lho harus pura-pura jadi pacar yang baik buat gue. Begitupun gue, Kalo di depan silya bakalan berpura-pura jadi pacar yang baik buat lho"


"Lho ngajak gue kerja sama buat pura-pura pacaran?"

__ADS_1


"Eh, dengarin ya. Jangan ke GR-AN dulu. Si Rio tuh mungkin sekali dua kali nonggol karena dia udah pindah ke AS. Sementara silya, dia bisa aja 7x dalam satu hari buat nemuin lho. Bukankah hubungan pura-pura ini, menguntungkan buat lho"


"Iya juga sih. Tapi kayaknya, Rio nggak suka deh pas lho bilang kita pacaran"


"Udahlah itu nggak penting"


"Kayaknya dia cemburu deh"


"Udah nggak usah di bahas lagi. Lagian dia juga udah punya pacar di sana"


"Jadi itu alasannya lho minta gue berpura-pura tadi?"


"Lho itu udah kayak wartawan tahu nggak, banyak banget pertanyaannya"


Sementara itu, di universitas. Zhea, exsel dan Tiffany di panggil ke ruang dekan.


"Ada apa prof. Memanggil kita ke sini" ucap exsel


"Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan pada kalian"


"Pasti profesor mau ngebahas tentang dosen pembimbing. Kalo gini kan, gue jadi bisa dekat-dekat sama kak exsel" batin Tiffany.

__ADS_1


Tiffany meminta daddy-nya untuk menyuntikkan dana ke universitas tersebut. Dan meminta kepada dekan menjadikan exsel sebagai dosen pembimbingnya, agar dia bisa dekat-dekat dengan exsel.


__ADS_2