BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 171


__ADS_3

Bab 171


"Nggak kok, kan aku udah pernah bilang uang itu uang peninggalan mama dan tabungan aku selama jadi dokter"


"Terus hutang apa dong?"


"Kepo"


"Jangan-jangan lho ngekomsunsi Narkoba ya"


"Ngadi-ngadi lho Zhe. Aku ini seorang dokter mana mungkin aku Makai narkoba"


"Lah terus? Hutang lho nggak mungkin sedikit dong sama dokter Adnan sampai-sampai sandera mobil segala"


"Uang itu aku gunain buat beli alat-alat medis baru waktu itu"


"Oh, jadi lho nyandera mobil lho demi buat beli alat-alat medis yang baru"


Exsel menganguk


"Rumah sakit itu tanggung jawab gue. Gue kan udah bilang akan dapetin yang secepat mungkin buat ngeganti alat-alat yang baru"


"Kamu istri aku, udah seharusnya aku ngebantu kamu"


"Gue bakal bayar hutang lho ke Adnan"


"Aku bisa bayar sendiri"


Mereka sampai di parkiran apartemen Rere.

__ADS_1


"Lho pergi aja ke rumah sakit. Gue sama Rere ke bandaranya naik taksi aja" ucap zhea keluar dari mobil.


Exsel hanya menurut, kemudian beranjak pergi ke rumah sakit.


PERUSAHAAN ZEIN....


"Gimana ka, semua pekerjaan udah lho selesaikan?"


"Beres Zein"


"Bagus. 2 hari lagi kita akan ke AS menggunakan jet pribadi. Semuanya udah ada dalam kendali gue" ucap Zein tersenyum miring.


Sementara itu, di rumah sakit sedang mengadakan rapat.


"Langsung saja ya, salah satu perusahaan di Amerika sedang mengadakan sebuah pertandingan. Dan dia meminta dua orang dokter dari rumah sakit kita untuk berpartisipasi di sana, untuk memeriksa peserta jika ada hal yang tak diinginkan terjadi" ucap kepala rumah sakit


"Saya juga bilang begitu ke mereka. Tapi, mereka bilang dokter di sana meminta bayaran terlalu besar padahal pekerjaannya terhitung beberapa jam saja. Jadi, siapa diantara kalian yang bersedia berangkat ke sana. Saya tidak bisa ke sana karena ada acara di hari itu, dan saya juga tidak bisa meninggalkan rumah sakit"


"Biar exsel dan Adnan aja prof. Mereka lebih berpengalaman" ucap salah satu dokter


"Gimana exsel, Adnan. Kalian setuju?"


"Saya akan pikirkan dulu prof" ucap exsel


"Bagaimana dengan kamu Adnan?"


"Saya ikut, jika exsel ikut dok"


"Jadi, sekarang, semuanya tergantung di kamu sel"

__ADS_1


"Saya akan pikirkan dulu prof"


"Pikirkan baik-baik, nanti malam beritahu saya apa keputusan kamu. Soalnya, penerbangan jam 12 siang besok. Jika kamu tidak mau, kita akan mencari orang lain yang bersedia"


"Baik dok"


"Itu saja informasi hari ini, silahkan kembali ke bekerja" ucap profesor (kepala rumah sakit)


Semua dokter pun keluar dari ruangan profesor.


Adnan mengikuti exsel ke ruangannya.


"Kayaknya lho ragu banget buat pergi, kenapa? Apa karena nggak tega ninggalin zhea sendirian di rumah?"ucap Adnan


"Zhea nggak ada di sini. Dia berangkat ke AS buat support Rio dan Niko balapan"


"Nah kalo gitu bagus dong. Kita berangkat aja ke AS, nanti pas di sana lho bisa nemuin zhea, sekaligus jalan-jalan kan, biar kalian ada waktu berdua. Anggap aja kayak lagi honeymoon"


"Pikiran lho ya, jauh banget"


"Ya itukan perumpamaan sel, gue cuma ngasih saran aja sih"


"Bilang aja lho mau jalan-jalan di sana"


"Selagi ada kesempatan, kenapa nggak. Sekalian healing"


"CK, kalo mau pergi, ya pergi aja. Nggak usah tergantung sama gue. Lagiankan, gue juga harus ngajar. Mana hari ini udah absen lagi"


"CK, nggak seru banget sih lho"

__ADS_1


__ADS_2