
Bab 119
Exsel menghentikan langkahnya dia menoleh membalikkan badannya kemudian berucap "mengundang zhea sama dengan mengudang saya. Kemanapun zhea pergi, saya akan ada di sampingnya, karena saya suaminya" ucap exsel kemudian melangkah pergi meninggalkan restoran Dengan menggenggam tangan zhea
"Kenapa tidak menungguku" ucap exsel setelah memasang selt bell zhea
"Aku kira operasinya bakal lama. Jadi aku datang sendiri"
"Kamu tidak lagi beralaskan?"
"Kau meragukanku?"
"Hanya bertanya" ucap exsel melajukan mobil
"Kamu yakin ingin resign dari kampus?"
"Kenapa?"
"Jangan terlalu di pikirkan omongan mereka. Mereka memang suka merendahkan orang seperti itu. Padahal dulunya, hidup kita lebih parah dari pada kamu"
"Siapa juga yang memikirkan omongan mereka. Kita sudah tahu perilaku mereka seperti itu, jadi jangan di ladeni kalo nggak mau urusannya bertambah panjang. Lagi pula, emang dari dulu kan aku ngomong sama kamu ingin resign dari kampus?"
Bohong jika exsel tidak sakit hati dengan ucapan mereka. Dia juga memilih berhenti menjadi dosen karena tidak ingin di sangka makan uang dari keluarga marga. Bukan sombong, hanya saja apa yang exsel lakukan selalu salah di mata mereka.
_________________
Exsel dan zhea sampai di rumah. Zhea memilih masuk ke kamarnya. Sementara exsel, dia pergi ke dapur mengambil kue yang dia beli kemarin untuk merayakan ulang tahun zhea.
Exsel masuk ke kamar zhea, dia segara membalikkan badannya karena zhea sedang berganti pakaian. "Ah, maaf-maaf. Seharusnya aku mengetuk pintu dulu tadi" ucapnya
Zhea melihat ke arah exsel, kemudian dengan cepat mengganti pakaiannya.
"Berbalik lah. Aku sudah selesai" ucap zhea lalu duduk di sisi ranjangnya.
"Kamu marah?"
"Apa aku terlihat sedang marah?"
"Aku minta maaf"
"Lupakan"
__ADS_1
"Lain kali, jika sedang Menganti pakaian kunci pintunya. Bagaimana jika ada orang lain yang melihat kamu Menganti pakaian"
"Hanya ada kita di rumah ini. Lagian yang sering ke sini juga Tiffany dan celline"
"Mulai sekarang tiffat tidak akan ke sini lagi. Karena aku sudah resign dari kampus. Dan Celline, bukannya dia hanya sekali datang ke sini?"
"Jadi kamu ingin dia datang ke sini berkali-kali?"
"Bukan begitu maksudku"
"Sudahlah"
"Oh ya, cepat tiup lilinya,keburu mati nih"ucap exsel yang sedari tadi menjaga lilin agar tidak mati tertiup angin
Exsel mencolek hidung zhea Dengan kue itu setelah zhea meniupi lilinya. "Selamat betambah usia istri tersayang" ucap exsel tanpa ssadar dan mengelus-elus kepala zhea
Sementara zhea hanya terdiam mendengar ucapan exsel tadi.
"Awalnya, aku mau ngasih suprise kemarin malam. Eh, kamunya udah tidur, dan tadi pagi saat ingin ngasih kue ini ke kamu, kamu malah buru-buru pergi ke kampus. Àku kira kue ini akan berakhir di tong sampah, karena nggak ada kesempatan buat ngasih ke kamu" jelas exsel
"Kenapa nggak bangunin aja"
"Oh ya, makasih kadonya" ucap zhea memperlihatkan kalung yang tertata cantik di lehernya
"Kamu suka"
"Tentu saja"
"Baguslah. Tapi rasanya agak aneh ya, ngasih kado dulu baru tiup lilin" ucap exsel
"Itu kamu tau" ucap zhea Malah tertawa
"Ya, mau gimana lagi. Dari pada telat ngasih kado kan, lebih baik nggak ngasih kue"
Zhea hanya tersenyum sambil mengangguk-angguk.
Terdengar suara pintu di ketuk secara keras.
"Siapa sih yang bertamu selarut ini.mqna nggak sopan banget lagi ngetuk pintunya"
"Jangan di buka" ucap zhea menahan exsel untuk pergi
__ADS_1
"Kenapa?"
"Itu mungkin orang-orang tuan marga" ucap zhea berlari dan mengintip dari jendela siapa yang ada di luar. Dan benar saja, banyak orang-orang Leon yang berada di halaman rumahnya
"Siapa mereka?"
"Siapa lagi kalau bukan orang-orangnya tuan marga. cepat keluarin motornya dari pintu belakang, kita pergi dari sana"
"Tapi kenapa harus pergi? Kita nggak ada salah apapun sama mereka"
"Tapi mereka ingin kita cerai. Mereka pasti ingin menangkapku dan tanpa sepertujuanku pun mereka akan mengurus surat perceraian kita"
"Apa? Yaudah ayo kita pergi" ucap exsel mendorong motor zhea ke pintu belakang dengan hati-hati
Karena memang exsel selalu memasukkan motor zhea kedalam rumah bukan di bagasi. Karena bagasi rumah exsel hanya muat untuk satu mobil.
Zhea dan exsel berhasil keluar dari rumah, mereka mendorong motor agak jauh dari rumah kemudian baru kabur.
Beberapa orang suruhan Leon yang baru memeriksa belakang rumah exsel pun melihat mereka pergi.
"Itu mereka sudah pergi, cepat kejar" ucap salah satu dari mereka
Terjadilah kejar mengejar antara satu motor dan 4 mobil.
"Cari jalan lain, dan hadang jalan mereka" ucap ketua dari orang suruhan Leon
2 mobil pun memcari jalan lain, dan akhirnya zhea dan exsel terkepung.
"Nona ikut kami baik-baik ke mansion. Atau kami akan membawa paksa"
"Jangan mimpi!"
"Baiklah, nona sendiri yang ingin kita memakai kekerasan"
Terjadilah perkelahian antara mereka yang mana 2 vs 25 orang. Karena merasa tidak mungkin mereka akan menang, zhea menaiki motornya dan Dengan kejam akan menabrak siapapun yang berada di hadapannya.
Karena merasa takut tertabrak, orang-orang itupun menghindari zhea.
"Cepat naik" ucap zhea exsel pun langsung naik ke tas motor. Zhea melajukan motornya, dengan kecepatan penuh
"Cepat kejar mereka!"
__ADS_1