
Bab 102
"Duh kok gue makin deg-degan ya" ucap Rere mengenggam satu tangan zhea, sambil terus menyaksikan pertandingan itu.
"Sama re, gue juga. Biasanya gue nggak pernah gugup kayak gini kalo lagi balapan. Sekarang kok, gue jadi takut mereka gagal ya" ucap zhea
"Lho jangan nakut-nakutin dong Zhe"
Pertandingan pun berakhir. Niko berada di posisi ke dua dan Rio berada di posisi pertama.
"Yessss" ucap Rere dan zhea bersamaan, mereka kemudian berpelukan dan berlari menghampiri Niko dan Rio.
Saat Niko dan Rio turun dari motornya, mereka berdua langsung dapat pelukan. Zhea memeluk Niko dan Rere memeluk Rio.
"Congratulation. Kalian benar-benar hebat" ucap zhea lalu melepaskan pelukannya. Merekapun bergantian memeluk, zhea juga memeluk Rio dan Rere memeluk Niko.
"Ini juga berkat dari support kalian" ucap Niko
Sementara itu, Zein yang melihat zhea memeluk Niko di layar tv pun berucap "zhea juga ada di sana?"
"Ya namanya juga nyupport ayang" ucap Raka
"CK" ucap Zein tak suka.
-----------
Pembagian hadiah pun Selesai, bagi para pemenang balapan. Niko dan Rio memasangkan mendali yang mereka dapatkan ke leher zhea dan Rere. Sementara, mereka memegang jumlah uang yang mereka dapatkan.
Mereka mengabadikan momen itu, dengan mengambil beberapa Selca.
Melihat kedekatan merekapun seorang wartawan mendekati mereka.
__ADS_1
"May interview you as the winner of the second an third races" reporter said
"Bolehkah saya mewawancarai kalian selaku pemenang kedua dan ketiga balapan" ucap wartawan
"Of course" Niko said
"Tentu saja" ucap niko
"You are from Indonesia, right?"
"Kalian dari Indonesia, benar?"
"Yes we are from Indonesia"
"Ya, kamu dari Indonesia"
"How do you feel after winning this race?"
"I didn't expect to be on third position because the other races were also very good" Rio said
"Saya sih Tidka menyangka bisa berada di posisi ketiga. Karena pembalap-pembalap yang lainnya pun sangat hebat" ucap Rio
"We Will the better in the future" said Niko
"Kami akan melakukan yang lebih baik lagi kedepannya" ucap Niko
"These two girls are your girlfriends? Yuo look like a couple"
"Dua gadis ini apakah pacar Kalian? Kalian terlihat seperti pasangan"
"We are a rancing partner in Indonesia and..." Zhea said
__ADS_1
"Kami adalah pasangan balapan di Indonesia dan..." ucap zhea
"And we're a couple outside of that too. We're also planning a wedding in the future" Rere said
"Kami juga pasangan luar dari itu. Kami juga menyiapkan pernikahan di masa depan" ucap Rere memotong omongan zhea.
Dia sengaja berkata demikian hanya untuk membuat celline dan Tasya tidak mendekati Niko dan Rio lagi.
Zhea, Niko dan Rio tentu saja terkejut mendengar ucapan Rere. Namun, mereka tidak ingin membantahnya.
"Wow this is really the Very good news. COULD yuo please show how you guys race on pairs"
"Wauu ini benar-benar berita yang sangat bagus. Bisakah kalian memperlihatkan kepada kami bagaimana cara kalian balapan berpasangan"
Niko dan Rio menatap zhea dan rere, mempertanyakan persetujuan mereka. Zhea dan Rere yang mengerti atas tatapan mereka pun menganggukan kepala.
"Sure" Niko said
"Tentu" ucap Niko.
Niko dan Rio pun menaiki kembali motor mereka. Zhea dan Rere di boncengi dengan berdiri di jok belakang.
Sebelum mereka Menunjukkan bagaimana mereka balapan, Rio dan Niko tos menyatukan tinjuan mereka. Sementara zhea dan Rere tos ala-ala persahabatan mereka berdua
"Are you ready" reporter said
"We are ready" teriak zhea dan Rere. Niko dan Rio pun memulai aksi mereka.
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️
Dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan SILENT DEADLY ya reader's tercinta 🙏🏻☺️
__ADS_1