
Bab 249
Jam menunjukkan pukul 02:38 dini hari. Setelah puas menatap langit dan danau untuk menenangkan diri yang sedari tadi merasa kacau, akhirnya zhea pulang ke mansion.
"Jam berapa sekarang zhea? Kenapa baru pulang? Kamu itu perempuan" bentak Leon. Yang mana di ruang utama mansion ada Leon, Cathlin , el-razka, Zein yang menunggunya di sana. Zein berbohong kepada Leon, mengatakan kehilangan jejak zhea dan telah mencarinya kemanapun. Semua itu dia lakukan agar zhea bisa sendiri.
El-razka yang tengah tertidur menangis karena terkejut mendengar teriakan Leon.
"Mas, ngomongnya bisa baik-baik kan? El-razka jadi kebangun ini" ucap Cathlin
"Mas sudah bilang tadi, kamu dan el-razka tidur saja di kamar. Nggak usah nunggu anak ini pulang! Iya kalo dia ingat pulang, kalo nggak gimana? El-razka juga bisa masuk angin nanti" ucap Leon yang berhasil membuat zhea yang tadi merasa cukup tenang kembali sedih.
"Nggak usah marahin dia. Yang salah di sini saya" ucap zhea
"Sini sama papa. Nggak usah nangis, bobo lagi ya" ucap Elon mengambil alih mengendong el-razka yang berusia 3 tahun itu.
El-razka yang melihat zhea memberontak ingin turun dari gendongan Leon.
"Mau tulun, mau tulun" rengek el-razka
"Kamu mau ngapain, ini udah malam. Tidur lagi ya sama mama di kamar" ucap Leon
"Mau tulun!" Tangis el-razka makin menjadi akhirnya Leon pun menurunkan el-razka.
El-razka berlari ke arah zhea dan memintanya untuk di gendong. "Kak zhea, mau gendong" ucapnya merentangkan tangan.
Zhea pun langsung mengendong el-razka.
"Sepertinya el-razka kangen sama kakaknya. Dia tadi juga nggak mau kan tidur di kamar? Mungkin karena dia tahu kakaknya akan pulang" ucap Zein
"Dengarkan papa zhea. Masalah scandalmu di media benar-benar mempengaruhi perusahaan. Banyak klien yang bertanya-tanya bahkan membatalkan kerja sama dengan perusahaan kita. Papa mau dalam waktu 1x24 jam, scandalmu dengan mantan suamimu itu tidak ada lagi di media. KAMU MENGERTI!"
"Bagaimana mau membereskannya? Para fans saya mengetahui bahwa exsel adalah suami saya dulu. Mereka bahkan sempat memvidiokan kami waktu itu" ucap zhea santai
"Kenapa bisa?"
"Tentu saja bisa. Anda lupa bahwa dari dulu saya selalu menjadi sorotan media sebelum identitas saya sebagai pewaris perusahaan marga terungkap"
"Jika seperti ini akan sulit untuk menyelesaikannya. Lagi pula, media pasti menolak untuk menutup berita itu. Walau harga yang kita tawarkan cukup tinggi" ucap Zein
"Buat saja media binggung" sahut zhea
"Maksud kamu?" Ucap Zein
"Sebelum Vidio itu keluar, sebaiknya kita buat scandal lain. Bukankah kedekatan kita selalu jadi pembicaraan. Ekpos saja kedekatan kita di media atau lebih-lebihkan pemberitaannya. Dengan begitu media akan bertanya-tanya siapa pasanganku yang sebenarnya. Dan orang-orang akan percaya bahwa saya dan exsel sudah bercerai tanpa klarifikasi apapun" jelas zhea
"Itu berarti Zein dan perusahaannya akan terseret juga ke Masalah ini" ucap Cathlin
"Zein om mohon sama kamu. Tolong ikuti ucapan zhea kali ini, jika scandalmu dan zhea keluar para klien juga akan kembali bahkan banyak perusahaan lain yang mau bekerjasama dengan perusahaan kita. Terlebih lagi, perusahaan kita termasuk dua perusahaan terbesar di negara ini"
Zein nampak menimbang-nimbang, kemudian untuk dia menyetujuinya untuk kebaikan zhea juga. Agar pernikahanya dan exsel tidak di pertanyakan terus menerus di media.
"Baiklah om saya setuju. Saya akan urus masalah ini. Besok pagi, scandalnya pasti akan keluar. Saya pamit dulu" pamit Zein
"Terimakasih Zein. Hati-hati di jalan" ucap Leon
Cathlin mengambil alih el-razka yang kembali tertidur di gendongan zhea. Namun, karena belum terlalu nyenyak tidur el-razka kembali terjaga dan menangis. Dia menolak untuk di gendong oleh Cathlin ataupun Leon, dia bahkan mengalungkan kedua tangannya di leher zhea.
__ADS_1
"Sudahlah. Biarkan el-razka tidur bersama saya malam ini. Dari pada dia nangis sepanjang malam"
"Sepertinya benar yang di ucapkan Zein, zhea. El-razka merindukan kakaknya"
Zhea tidak menanggapi ucapan Cathlin dia langsung membawa El-razka ke kamarnya
Zhea mendudukkan el-razka di ranjang. "El-razka dengar, kakak mau mandi dulu. Kamu jangan turun ke ranjang, dan jangan membuat kakak marah. Kamu mengerti"
El-razka hanya mengangguk "el nggak bakal nakal. Nanti kak zhea nggak cayang cama el kalo El nakal" ucap el-razka yang belum terlalu lancar berbica itu
"Siapa bilang kayak gitu"
"Mama yang bilang"
"Baguslah. Jadi dengarkan ucapan mama"
El-razka menganguk
. Baru dua langkah berjalan menuju kamar mandi, el-razka memanggil zhea.
"Kak zheaa"
"Apa lagi?" Ucap zhea malas
"Mau ikut mandi cama kakak"
"Nggak bisa, ini tuh terlalu pagi. Dan jangan buat kakak marah. Atau kakak nggak bakalan mau tidur sama kamu"
El-razka memanyunkan bibirnya. Zhea mengambil tabletnya dan memutar Vidio kartun anak-anak agar el-razka tidak turun dari ranjang saat dia mandi.
"Maacih kakak" ucap el-razka mencium pipi zhea.
"El, cayang banget cama kakak" ucap bocah itu kemudian perhatiannya teralih ke tablet
Zhea hanya tersenyum kemudian bergegas mandi.
15 menit kemudian Shea selesa mandi dan berpakaian. Di lihatnya, el-razka sudah tertidur.
Cathlin masuk ke kamar zhea untuk membawa El-razka kembali ke kamarnya.
"Dia sudah tidur?" Ucap Cathlin
"Sebaiknya dia tetap di sini. Takutnya nanti dia terbangun dan kembali menangis jika menyadari dia tidak berada di kamarku. Dan aku tidak mau, kalian menganggu tidurku nanti" ucap zhea agar el-razka tak di bawah pergi.
"Baiklah kalau begitu" ucap Cathlin keluar dari kamar zhea
Zhea menyelimuti El-razka dan mematikan tablet yang di main oleh el-razka tadi. Zhea berbaring di sebelah el-razka mencium pipi adiknya itu sebentar dan memeluknya.
"Selamat tidur ganteng" bisik zhea kemudian memejamkan matanya
Hari berganti, zhea sudah rapi dengan stelan kerjanya. Cathlin kembali ke kamar zhea untuk membangunkan el-razka.
__ADS_1
"Kau sudah siap?. Sebelum berangkat ke kantor sarapan lah terlebih dulu" ucap Cathlin
"Hem"
"El-razka, El. Bangun, kamu harus ke sekolah" Cathlin membangunkan el-razka dengan menepuk-nepuk pelan pipi putranya itu. El-razka sekolah di tempat usia dini
Saat zhea ingin keluar kamar, el-razka terbangun dan berteriak memanggil namanya.
"Kak zheaaa, kak Zhea dimana" tangis el-razka
"Itu kakak" ucap Cathlin menunjuk zhea
El-razka turun dari ranjang di bantu oleh Cathlin dan berlari ke arah zhea.
"Kak zhea, aku mau itut kakak" ucap el-razka memeluk kedua kaki zhea
"Tapi, kamu harus sekolah El. Kakak bukannya pergi bermain tapi kerja"
"Nggak mau pokoknya mau ikut" tangis el-razka
"El-razka nggak boleh gitu ya. Kakak mau kerja" ucap Cathlin yang mencoba mengasih pengertian ke el-razka
"Nggak mau mama, maunya kakak"
"El-razka mandi dulu sama mama. Nanti minta izin papamu untuk ikut kakak ya" bujuk zhea
"Kalo El mandi, nanti kakak tinggalin El"
"Nggak, kakak janji. Kakak tunggu El di bawah ya. Tapi jangan nangis lagi. Masa anak laki-laki cenggeng" ucap zhea menghapus air mata el-razka
"Kakak benalan tungguin El ya"
"Iya"
Setelah drama El yang nggak mau mandi takut di tinggal zhea, zhea beranjak ke ruang makan untuk sarapan. Di sana sudah ada Leon yang tengah makan.
"Bagus sekali kamu mau sarapan pagi ini zhea. Sudah lihat berita?" Ucap Leon
"Berita tentang diri sendiri untuk apa di lihat"
"Zein benar-benar bisa di andalkan. Lebih bagus lagi jika kamu menikah dengan Zein segera zhea"
"Jangan membuat saya hilang selera karena ucapan anda tuan"
El-razka sudah rapih, dia berlari mendekati zhea.
"Kak zhea, El udah wangi lho. El bolehkan ikut kak zhea" ucap el-razka yang sudah duduk di pangkuan zhea
"Mau ikut kemana?" Ucap Leon
"El dari tadi nangis mau ikut zhea kerja mas" sahut cathlin
"El, seharusnya El itu ke sekolah kan?"
"Cekali ini aja ya pah. El benalan mau ikut kakak. El belum pelnah ikut kakak celama ini. Kakak jarang pulang, El jadinya nggak ada waktu main sama kakak"
"Nggak boleh El harus sekolah. Kakak nggak bisa jagain El nanti, kakak harus kerja"
El-razka turun dari pangkuan zhea dan berlari mendekati Leon untuk membujuk papanya itu.
"Boleh ya pah, boleh ya" ucap El-razka memohon sama Leon dan menggoyang-goyangkan kaki Leon
__ADS_1
"Biarin aja mas. Kamu juga satu kantor Dengan zhea, nanti kalo El rewel kamu bisa bawa dia pulang atau aku akan ke sana. Kasian El mas, dari tadi dia ngomongnya mau ikut zhea. Dari pada dia nangis nantinya"