BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 145


__ADS_3

Bab 145


"Sebenarnya, apa yang membuat prof. Memanggil saya?" Ucap zhea


"Jadi begini, alat-alat medis yang kamu beli tempo hari semuanya bermasalah"


"Bermasalah? Tapikan, semuanya masih baru. Saya dan dokter Adnan yang membelinya langsung ke perusahaan itu"


" Saya sudah menghubungi pemilik perusahaan itu, dan menanyakan tentang masalah ini. Tapi, mereka tetap menolak. Terlebih lagi mereka bilang, tidak ada garansi untuk alat-alat itu dari perusahaan mereka. Dan permasalahannya adalah, bukan hanya satu atau dua alat yang rusak tapi semuanya. Kesalahan kita di sini hanyalah terlambat menyadarinya. Dan Perusahaan itu menolak untuk tukar tambah ataupun mengembalikan setengah dari uang untuk membeli alat-alat ini"


"Tidak ada garansi? Dan semua alat rusak? Bagaimana mungkin mereka tidak mau mengembalikan setengah dari uang itu, ini namanya kita di tipu oleh perusahaan itu"


"bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan kembali uang itu, saya dan dokter Adnan sekitar 2 Minggu yang lalu membeli alat itu, dan kita baru menyadarinya sekarang. Aku akan menemui pemilik perusahaan itu, dan bicara dengannya" ucap zhea beranjak pergi dari ruangan itu.


"Prof. Saya permisi dulu" ucap exsel beranjak pergi dari sana mengejar zhea.


Exsel mencengkal tangan zhea kemudian berucap "mau kemana?"


"Gue kan udah bilang mau ke perusahaan itu. Ini ada yang nggak beres"

__ADS_1


"Ini tuh udah malam. Besok aja, Perusahaan itu, mungkin juga udah sepi sekarang. Lebih baik, kita pulang saja, besok aku temani ke sana"


Zhea menganguk, setuju dengan ucapan exsel. Karena apa yang di katakan exsel ada benarnya.


-----------


Saat exsel dan zhea turun dari mobil, kesempatan itu di gunakan Tiffany untuk mengompori warga.


"Nah, kan Bu benarkan apa yang saya bilang. Kak exsel tuh bawa cewek ke rumahnya"


"Nggak usah di biarin nih, ayo semuanya kita labrak mereka" ucap warga yang sudah terpengaruh oleh omongan Tiffany.


Tiffany tersenyum penuh kemenangan.


"Ya Bu. Ada apa? Kok rame-rame"


"Ada apa, ada apa..kamu tuh yang ada apa? Siapa gadis ini, kenapa kamu bawa dia kerumah kamu. Sementara di rumah kamu tidak ada siapa-siapa,selain kamu"


"Oh, iya. Ini istri saya, kenalin namanya zhea" ucap exsel ramah

__ADS_1


"Istri? Kapan kamu menikah? Jangan bohong kamu exsel"


"Saya nggak bohong Bu, saya kemarin nikahnya"


"Kok kita nggak tahu. Lagain, ibu kamu tuh belum 2 Minggu meninggal, nggak mungkin kamu nikah dalam keadaan berduka kan?"


"Saya nggak bohong Bu, kita benaran udah nikah. Kalo nggak, nggak mungkin saya bawa dia ke rumah. Saya juga tahu aturan Bu"


"Kalo memang kalian udah nikah, mana buku nikahnya kita mau lihat"


Exsel dan zhea saling pandang, karena buku nikah keduanya masih ada di kantor agama, berhubungan dengan pernikahan mereka berdua dadakan.


"Buku nikah kita belum ada bu. Karena kita nikahnya dadakan. Jadi, masih di proses di kantor agama"


"Alah alasan. Jika memang kalian berdua sudah menikah, kalian pasti memakai cincin pernikahan. Buktinya, tidak satupun di jari kalian yang memakai cincin"


Exsel memejamkan matanya, dia benar-benar tidak bisa menjawab lagi sekarang.


"Tidak bisa jawab kan kalian. Sebaiknya, kamu bawa pergi wanita ini jauh-jauh"

__ADS_1


"Bu, ini tuh nggak seperti yang kalian bicarakan. Dia tuh benar-benar istri saya"


"Sebelum kalian perlihatkan buku nikah kalian, kita nggak akan percaya sama omongan kalian"


__ADS_2