BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 222


__ADS_3

Bab 222


Disini lah zhea berada, di mansion milik keluarga marga. Sekarang, dokter kepercayaan keluarga sendang memeriksanya.


"Apa yang terjadi? Kenapa putriku bisa pingsan" ucap Leon


"Begini tuan, tadi kami melihat suami nona mendobrak pintu gudang yang ternyata di dalamnya ada nona di sana"jelas ketua itu


"Gudang?"


"Benar tuan, sepertinya ada orang yang menculik nona"


"Menculiknya? Tapi siapa?"


"Mungkin orang-orang dari pesaing anda tuan"


"Tapi, orang-orang itu tidak tahu jika zhea putriku"


"Di hari pernikahan nona, bukankah banyak tamu undangan yang datang, mungkin salah satunya ada saingan tuan"


"Tidak, saat acara itu berlangsung aku sudah memastikan keamanannya. Dan yang datang hanya rekan-rekan Bisnisku saja. Terlebih lagi zhea tidak jadi menikah Dnegan Zein. Aku membayar semua wartawan dan mengancamnya agar foto pernikahan zgea tidak tembus ke media. Lagi pula, wajah zhea nggak pernah tersorot media sekalipun dengan label nama keluarga dan perusahaan marga"


"Jika begitu saya juga tidak tahu tuan.mungkin saja, ada salah satu rekan bisnis anda yang berkhianat. Lagi pula, nona juga sangat sering masuk media, karena dia seorang pembalap. Mungkin itu alasannya tidak ingin muncul di media sebagai anggota keluarga marga ataupun penerus perusahaan"


"Itulah yang sedang saya pikirkan. Dia itu penerusku. Tapi dia malah membenci perkejaanku, dan hanya balapan-balapan saja kerjaannya. El-razka juga masih kecil. Itulah kenapa aku sangat ingin menikahkan dia dengan Zein. Selain untuk memperlancar kerja sama diantar kita, Zein juga nantinya bisa mengelolah perusahaan ku jika zhea tidak sanggup. ini zhea malah mengacaukan semuanya dengan menikahi dokter bodoh yang tidak tahu apa-apa itu"


"Sabar tuan. Mungkin nona masih ingin bersenang-senang dengan usia mudahnya"


"Sudahlah, kau boleh pergi sekarang"


Dokter viola selaku dokter kepercayaan keluarga marga, datang menemui marga.


"Bisa kita bicara tuan?" Ucap dokter viola


Leon hanya mengangguk kemudian berucap "duduklah"


Dokter viola duduk di sofa berhadapan dengan Leon.


"Bagaimana kondisi zhea?"


"Saya juga ingin membicarakan itu kepadanya anda tuan. Saya sarankan, agar nona zhea di periksa lebih lanjut di rumah sakit"


"Kenapa? Apa yang serius?"


"Kita harus memastikannya tuan. Saya takut dugaan saya salah"


"Memangnya apa yang kamu duga kan?"


"Saya belum bisa bicara sekarang tuan. Saya takut membuat kesalahan. Makanya kita harus membawa nona ke rumah sakit"

__ADS_1


"Kau sudah bertahun-tahun menjadi dokter keluarga kami. Katakan saja apa perkiraan mu, itu tidak mungkin salah kan?"


"Dari pada kita menduga-duga bukannya lebih baik kita memastikannya tuan"


Marga hanya mengangguk


"Nona sekarang demamnya sangat tinggi. Biasanya demam seperti ini terjadi karena adanya trauma"


"Trauma? Apa zhea memiliki trauma?"


"Kemungkinan besar iya tuan. Untuk memastikannya, kita bisa menanyakannya langsung pada nona nantinya"


"Trauma macam apa yang zhea alami?"


"Ntahlah tuan, bisa jadi nona kembali mengalami kejadian yang membuat dia trauma. Sehingga dia demam seperti sekarang"


"Baiklah, pergilah ke rumah sakit. Siapkan kamar yang terbaik untuk putriku"


"Baik tuan, kalau begitu saya pergi dulu"


------------------------


Hari berganti, exsel tadi malam di bawah warga ke rumah sakit yang kebetulan rumah sakit itu rumah sakitnya sendiri.



Tiffany, silya, Celline,Tasya ada di sana. Termasuk Rere, Rio dan Niko yang di beritahu oleh Adnan.


"Ntahlah kita tidak bisa menebak-nebak. Yang pasti ini semua pasti ada sangkut-pautnya dengan tuan marga. Karena, habis dari restoran kemarin, mereka ke sana kan" ucap Rio


"Sudah di pastikan, ini pasti ulah tuan marg itu!" Ucap Rere geram


"Sudahlah, tidak usah menduga-duga. Ketika dokter exsel bangun nanti, kita tanyakan langsung sama dia" ucap Niko


"Nggak bisa nik, ini pasti ulah dia. Kita harus kesana sekarang" ucap Rere dan saat ingin melangkah, Niko menahannya


"Jangan gegabah re. Kita harus tahu dulu ceritanya dari dokter exsel. Baru setelah itu, kita susun rencana buat bebasin zhea, karena jika memang benar ini semua ulah tuan marga zhea sudah pasti di kurung di mansionya. Dan kita tentu tidak bisa dengan mudah bisa masuk " jelas Niko yang berhasil membuat Rere kembali duduk


Niko menduga yang menyerang exsel adalah orang-orang Zein. Dan yang menangkap zhea sudah pasti Leon marga.


Tiffany mendapat telpon, melihat nama yang tertera di layar hpnya Tiffany pun beranjak pergi.


"Mau kemana?"ucap silya saya melihat Tiffany melangkah pergi


"Ngangkat telpon dari nyokap dulu" bohongnya.


Tiffany pergi ke toilet lalu menerima panggilan telpon itu. "Ada apa?" Ucapnya


"Zhea kabur, gue juga nggak tahu kenapa dia bisa kabur padahal gue udah mengamankan tempat ini agar dia nggak bisa kabur"

__ADS_1


"Bodoh! Sudahlah biarkan saja. Gue bakal kirim setengah uang dari perjanjian kita" ucap Tiffany memutuskan sambungan telpon


Dalang dari penculikan zhea adalah Tiffany, dan Orang suruhannya adalah Debby. Orang yang memusuhi zhea di kelas.


Tiffany langsung mentransfer uang ke Debby, yang hanya setengah uang dari perjanjian mereka.


"Jika zhea sudah nggak ada di sana. Bearti benar, zhea sekarang berada di tangan bokapnya. Kalo kayak gitu, rencana gue juga nggak akan sia-sia, karena bokapnya pasti akan memisahkan zhea dan kak exsel. Gue juga nggak rugi-rugi amat bayar tuh si Debby dengan setengah harga. Untuk memastikannya, gue harus dengar ceritanya dari kak exsel"


"Kak Exsel, sudah di pastikan kamu hanya milikku sekarang" sambungnya kemudian kembali ke kursi yang berada di dekat ruangan exsel.


Sementara itu, zhea tersadar. Dia melihat kesekitarnya.


"Zhea, kamu sudah sadar?" Ucap Cathlin yang sedari tadi menunggunya


Zhea tak menjawab, dia menghela nafas kasar karena sekarang sudah di pastikan dia akan sulit untuk kabur.



Cathlin meletakkan punggung tangannya ke dahi zhea, namun zhea menepisnya.


"Mau apa lho!"


"Aku cuma mau ngecek tubuh kamu aja. Takutnya, badan kamu masih panas"


"Nggak usah sok baik!" Ketus zhea


"Nona zhea sudah sadar?" Ucap dokter viola yang baru memasuki ruangan zhea


Zhea berusaha untuk duduk, cathlin dengan segera membantunya.


"Jangan sentuh-sentuh gue!"


"Ayo aku bantu" ucap Cathlin tidak mengindahkan ucapan zhea


"Nyonya cathlin dimana tuan marga?"


"Dia ada meeting di kantor"


"Saya akan beritahu hasil lab kesehatan nona zhea kepadanya"


"Berikan padaku, aku akan memberikan hasil lab itu kepadanya"


Saat dokter viola ingin memberi laporan itu ke cathlin, zhea dengan cepat merebutnya.


"Bacakan!" Ucap zhea memberi hasil lab itu kembali ke dokter viola


"Tapi nona, sebaiknya tuan marga yang membacanya"


"Saya bilang baca ya baca! Itu hasil lab kesehatan saya kan? Jadi saya dulu yang harus tahu sebelum orang lain"

__ADS_1


"Baiklah nona, dari hasil lab kami nona mengalami sirotis" ucap dokter viola membaca hasil lab itu


__ADS_2