BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 158


__ADS_3

Bab 158


Niko menarik nafas lega setelah Rere sudah ada yang menolongnya. Lain halnya dengan Rio, yang raut wajahnya terlihat sedih dan sangat khawatir.


"Rere pasti baik-baik aja Yo" ucap Niko menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu.


Sementara Rio tak memberikan respond apapun.


"Lah, celline sama Tasya kemana?" Ucap Niko yang menyaday bahwa celline dan Tasya sudah tidak ada.


"Mana gue tahu, nggak sopan banget abis makan langsung pergi, udah kayak lintah aja" ketus Rio


"Nggak boleh gitu yo"


"Bodoh amat! Udahlah gue malas banget ngebahas hal-hal yang nggak penting" ucap Rio mentup laptopnya kemudian beranjak pergi.


"Eh, mau kemana?"


"Ya baliklah. Emang lho mau nunggu di sini semalaman"


"Ya bayar dulu"


"Lho aja yang bayar, ntar gue ganti uang lho"


"CK" Niko berdecak.


-------


Di perjalanan rumah sakit, exsel berkali-kali menghubungi zhea, namun tak pernah terjawab.


"Kenapa sel, mikirin istri lho" ucap Adnan yang melihat kegelisahan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Heum. Dari tadi di telpon nggak di angkat-angkat, ini mereka berdua nggak biasanya mencar. Gue takut sesuatu terjadi sama zhea, kalo dia latihan sendirian"


"Kalo lho khawatir ya susul aja"


"Benar juga. Berhentiin mobilnya" Adnan pun memakirkan mobil di tepi jalan.


"Lho cepat-cepat bawa Rere ke rumah sakit" Adnan mengangguk, exsel beranjak keluar dari mobil.


Exsel berjalan sambil terus mencari taksi. Tak lama kemudian, dia pun menemukan taksi, dan langsung otw ke tempat latihannya zhea.


10 menit kemudian Adnan sampai di rumah sakit, dia langsung mengendong Rere ala bridge style memasuki salah satu ruang rawat, dan mulai memeriksa keadaannya.


Zhea sedang fokus latihan di temanin pelatihnya. Exsel yang sedari tadi berlari mencari keberadaan zhea berhenti ketika melihat mobil zhea.


"Sudah ku duga, dia pasti fokus ke latihannya. Ketimbang menerima telpon" ucap exsel yang berdiri sambil terus menatap ke arah mobil zhea.


Yang yang ingin memutar arah, seketika menghentikan mobilnya, ketika melihat exsel.


"Exsel, ngapain dia di sini?" Gumamnya


"Tentu saja, kamu juga dari tadi sudah latihan sangat keras"


"Terimakasih" ucap zhea, kemudian keluar dari mobil menemui exsel.


"Ngapain lho di sin"


"Rere kecelakaan"


"What! Gimana bisa. Terus lho ngapain di sini? Bukannya ngecek keadaan Rere"


"Adnan yang bawa dia ke rumah sakit. Soalnya, dia pingsan pas kita bantuin dia di sirkuit"

__ADS_1


"Kita ke rumah sakit sekarang" ucap zhea berlari memasuki mobilnya.


"Eh, kost. Mohon maaf sebelumnya, kayaknya latihan kita hari ini sampai di sini aja deh. Soalnya adek saya kecelakaan"


"Oh, oke. Saya mengerti" ucap pelatih zhea beranjak keluar dari mobil


"Biar aku aja yang nyetir" ucap exsel


" Buruan masuk. Kalo lho nyetir kelamaan sampainya"


Niko dan Rio sampai di kos-kosan.


"Ngapain?" Ucap Niko yang melihat Rio sibuk memasuki pakaian dalam koper


"Balik" sahut Rio sambil terus mengemasi pakaiannya


"Maksud lho, balik ke Indonesia?"


"Terus? Balik kemana lagi. Gue khawatir sama Rere, dan gue mau lihat langsung keadaannya"


"Dia pasti baik-baik aja Yo"


"Gue nggak tenang kalo nggak lihat langsung"


"Terus? Gimana dengan kuliah"


"Lho cari alasan deh, buat izinin gue"


"Lho nggak bisa seenaknya kayak gini Yo. Gimana kalo lho sampai di D.O dari kampus"


"Balik lagi kuliah di Indonesia!" Jawab Rio sekenanya

__ADS_1


"Ya nggak bisa gitu dong Yo. Kalo lho balik lagi kuliah di sana, bearti lho mulai lagi dari semester satu"


Rio menarik nafas kasar kemudian berucap "kayaknya, keputusan yang gue ambil salah deh nik. Bukannya Rere jadi mandiri tapi malah nyelakain diri kayak gini, gue Nyesal ninggalin dia"


__ADS_2