BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 136


__ADS_3

Bab 136


Sebelum Niko dan Rio naik ke pesawat, mereka melakukan perpisahan dengan berpelukan.


"Kalo udah sampai di AS kabari gue ok, dan terimakasih ya nik, untuk segalanya" ucap zhea memeluk Niko


"Seharusnya lho itu berterimakasih sama Rere dan Rio. Mereka yang banyak bekerja keras hari ini" ucap Niko mengelus-elus rambut zhea


"Makasih banyak yah Yo. Dan terimakasih buat kalian semua sahabat-sahabat gue. Gue benaran nggak tahu kalo gimana jadinya kalo nggak ada kalian di hidup gue" ucap zhea memeluk Rio


"Udah, santai aja. Lho itu, udah kayak adik bagi gue dan Niko. Jadi, sebagai Abang lho, kita pasti ngejagain dan ngelakuin yang terbaik buat lho" ucap Rio


"Re, kita mau naik nih. Lho nggak mau peluk kita" ucap Niko


Rere pun langsung memeluk Niko, erat-erat. Rasa marah, dan tidak rela bercampur. Membuat moodnya sejak tadi memburuk.


Dalam pelukan Niko, air matanya pun lolos.


"Lho kok malah nangis sih" ucap Niko menghapus air mata Rere.

__ADS_1


"Udah nggak usah sedih, ntar cantiknya ilang. Predikat queen kecantikan pun juga akan hilang ntar" sambung Niko


"Cantik gue nggak bakalan ilang, karena udah mendarah daging"


"Hahaha udah-udah, nggak usah nangis lagi oke. 2 bulan lagi, kita akan bertemu lagi"


Rere hanya mengagguk.


"Jaga diri baik-baik oke, jangan telat makan, dan jangan sampai sakit. Kalo ada apa-apa langsung kabarin kita" ucap Niko mengelus-elus rambut Rere.


Rere sekali lagi memeluk Niko. Perhatian Niko, mengingatkannya pada Rio, karena dia bertekad untuk menjauh dari Rio. Maka dia memeluk Niko, dengan beranggapan Niko adalah Rio.


Zhea dan Rio pun ikut bergabung berpelukan.


Sementara itu, exsel hanya diam, dan menyaksikan keharmonisan keempat sahabat itu.


"Dokter, terimakasih sudah memenuhi permintaanku. Aku tahu, dokter pasti akan datang. Dokter adalah orang yang tepat buat zhea, dokter bisa menjaga dan melindunginya dengan baik, saya yakin itu" ucap Niko


"Saya akan menjaga zhea semampu saya" ucap exsel menatap ke arah zhea

__ADS_1


Niko tersenyum kemudian berucap "saya percaya itu"


"Re, kita pergi dulu. Jaga diri baik-baik, jangan keluyuran di malam hari, jangan ke sirkuit atupun balapan tanpa zhea" ucap Rio


"Nggak usah ngurusin hidup gue! Gue tau apa yang baik dan yang buruk buat gue. Stop bertingkah baik di hadapan gue, gue muak tahu nggak" ucap Rere, melimpahkan kemarahan yang terpendamnya karena nggak rela mereka pergi. Terlebih lagi, dia masih perang dingin sama Rio.


"Re, nggak boleh ngomong kasar kayak gitu" ucap zhea


"Gue nggak peduli"


Saat Niko dan Rio naik ke pesawat, tiba-tiba Rere berteriak "RIO ADINATA! GUE BENCI, BENCI BANGET SAMA LHO" Rio melihat Rere dari dalam pesawat, hatinya sakit karena Rere sejak tadi mendiamkannya dan sekarang meneriakinya penuh kebencian.


Niko yang berada di samping Rio, menepuk-nepuk pundak Rio. "Rere kayak gitu, karena masih marah aja sama lho. Udah nggak apa-apa semuanya akan baik-baik aja" ucapnya.


Rio tidak menanggapi ucapan Niko, dia hanya menatap Rere, dengan raut wajah yang senduh.


"Segitu besarnya kebencian lho sama gue re. Apa sudah ada orang yang mengantikan gue? Apa lho nggak bisa maafin gue re. Gue ngelakuin ini demi kebaikan lho, tapi kenapa hati gue sakit di cuekin dan nggak di anggap sama lho" batin Rio


Pesawat pun lepas landas. Zhea mencoba menenangkan Rere.

__ADS_1


"Re, nggak boleh ngomong kayak gitu. Gimana kalo Rio sakit hati ntar" ucap zhea memeluk Rere.


__ADS_2