BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 120


__ADS_3

Bab 120


Adnan memasuki ruangan Rere. Dimana Rere sedang mengaduk-aduk makanannya.


"Di makan, bukannya di aduk-aduk" ucap Adnan, mengganti infus Rere.


"Nggak selera gue, makanan apaan nggak ada rasanya kayak gini"


"Namanya juga makanan orang sakit"


"Tapi, gue itu bukan orang yang penyakitan. Nih apa lagi, masang-masang infus segala"


"Lho masih lemah, makan juga nggak mau. Makanya gue infus lagi"


"CK, gue tuh udah nggak apa-apa. Gue mau makan tapi nggak makanan yang kayak gini juga"


"Terus mau makan apa? Biar gue pesanin"


"Antar gue ke restoran aja"


"Nggak bisa. Ntar exsel malah marah-marah ke gue lagi. Lho kan janjinya keluar rumah sakit, saat mereka kembali"


"Iya gue tahu. Lho temanin gue makan aja, nanti kita balik lagi ke sini"


"tapi infusnya nggak boleh di lepas"


"Oke" ucap Rere tersenyum manis


Mereka berdua lalu beranjak pergi ke restoran menggunakan mobil exsel.


"Kalo suasananya kayak gini kan, gue jadi antusias buat makan" ucap Rere

__ADS_1


"Yaudah pesan makanannya. Kita nggak bisa lama-lama di sini, gue masih ada urusan"


"Iya-iya. Tapi, lho ya yang bayar, ntar uangnya gue ganti"


"Heum"


------------


Zhea dan exsel dalam perjalanan menuju rumah sakit. Tidak ada pembicaraan di antara mereka, terutama zhea memikirkan cara membatalkan pernikahannya dengan Zein.


"Kenapa?" Ucap exsel yang melihat kegelisahan di wajah zhea


"Apanya yang kenapa?"


"Kamu kelihatan gelisah gitu"


"Ga' apa-apa"


"Lho, dari mana kalian" ucap exsel


"Abis nemanin dia makan. Kalo nggak di temanin, nggak bakalan makan-makan dia" ucap Adnan


"Lagian, siapa juga yang mau makan makanan hambar" sahut Rere


"Kak Adnan... Akhirnya kita ketemu lagi.aku kangen banget sama kakak" ucap silya yang memeluk erat Adnan.


Semua orang yang melihat itupun hanya teridma menyaksikan.


Silya adalah mantan Adnan 5 tahun yang lalu. Silya juga teman baiknya Tiffany. Dia, baru kembali dari Luar negeri.


"Silya... Kamu kok ada di sini"

__ADS_1


"Aku udah seminggu di sini. Pekerjaan papa di pindahkan ke sini, jadinya kami kembali ke sini. Aku udah satu Minggu nyari-nyari kakak, dan akhirnya ketemu juga" ucap silya kembali memeluk Adnan.


"Silya lepas. Nggak enak di liatin orang"


"Aku kangen banget sama kakak. Apa kakak nggak kangen sama aku?"


"Silya kita itu udah nggak punya hubungan apa-apa lagi. Jadi ayo, lepasin, jangan kayak gini" ucap Adnan menjauhkan tubuh silya darinya.


"Jadi dia mantan kamu baby" ucap Rere mengenggam tangan adnan


Semua ornag terkejut melihat tindakan Rere.


"Ka, kamu siapa?"


"Oh ya, kenalin gue Rere anatasya pacarnya Adnan sekarang". Ucap Rere tanpa ragu-ragu


"What. Nggak, lho pasti becanda kan. Kak Adnan nggak mungkin ngelupain aku begitu aja" ucap silya tak percaya


"Hubungan kita itu udah berakhir 5 tahun yang lalu. Jadi, mau aku berhubungan dengan siapapun, itu bukan urusan kamu" ucap Adnan


Sementara zhea dan exsel hanya saling pandang, karena binggung dengan apa yang terjadi.


"Nggak, aku nggak percaya kalo dia pacar kakak. Apa buktinya kalo kalian benaran pacaran"


"Lho yakin mau lihat buktinya kalo kita pacaran" ucap Rere


"Ya-yakin lah" ucap silya terbata-bata


"Oke, akan kita buktiin. Tapi, habis ini, jangan gangguin pacar gue lagi. Dan berharap sama dia lagi. Adnan ini milik gue, lho itu cuma masa lalunya"


"Buktiin dulu, kalo kalian benaran pacaran. Atau perlihatkan foto-foto kebersamaan kalian"

__ADS_1


"Foto itu nggan penting. Yang penting tuh ini" ucap Rere mendekatkan wajahnya ke wajah Adnan, seperti orang yang sedang berciuman.


__ADS_2