
Bab 126
Zhea sedang di dandani oleh MUA terkenal.
"Wow, Zhe lho cantik banget tau nggak. Pangling gue" ucap Rere yang kagum akan kecantikan sahabatnya itu.
"Cantikan gue atau cantikan lho"
"Ya tetap cantikan gue. Gue kan ratu kecantikan dari abad ke abad"
"Yaelah umur lho aja belom 20 tahun. Udah ngomongin abad aja" kekeh zhea, mereka kemudian tertawa.
"Mendingan lho ambilin gue minum sekarang, haus gue"
"Lho pikir gue babu lho hah"
"Nggak perhatian banget sih lho, kan gue lagi dandan ini"
"Tahan dulu aja, ntar lipstik nya habis lagi kalo lho minum sekarang"
"Kering nih tenggorokan"
"Iya-iya. Tunggu bentar, gue ambilin"
Rere pun pergi mengambil minuman untuk zhea. Saat melewati kamar Leon, dia mendengar percakapan Leon dan Zein.
"Orang-orangmu sudah stand by kan di bandara" ucap Leon
"Tuan, tenang aja, Niko tidak akan datang"
__ADS_1
"Kita akan memberitahu media, bahwa pertunangan ini kita ubah menjadi pernikahan, sesuai rencana kita"
Mendengar percakapan mereka itu, Rere buru-buru lari dari sana menemui zhea. Sampai-sampai air yang dia bawah tertumpah-tumpah di lantai.
"Lho kok lari-lari sih re, tuh lihat airnya tumpah" ucap zhea.
"Ini gawat Zhe"
"Gawat apanya"
Rere yang melihat, pengawal Leon yang berjaga di sana pun mengurungkan niatnya untuk bercerita.
"Gue akan kebandara sekarang, bokap nyokap gue minta di jemput. Gue pinjam mobil lho ya"
"Ya ampun re, gue kira gawat apaan tadi. Nih, kunci mobilnya" .
" Rere kenapa sih"
Sambil berlari, Rere mengirimkan pesan pada zhea, tentang apa yang dia dengar. Sehingga tidak sengaja dia menabrak Leon.
"Kamu, kenapa lari-larian di sini. Gimana kalo kamu nabrak tamu nantinya. Kamu kira, ini taman bermain apa"
"Oh om, Zein. Maaf saya buru-buru. Mama sama papa minta jemput, sekarang. Saya pergi dulu" ucap Rere berlari keluar.
"Tuan mengundang orangtuanya?" Tanya Zein
"Tidak. Mungkin zhea yang mengundangnya, mungkin mereka pikir, zhea akan bertunangan dengan pemuda pembalap itu"
Zein hanya mengangguk-angguk mengerti.
__ADS_1
Sementara itu, zhea membaca pesan dari Rere. Sebisa mungkin, dia menahan emosinya. Zhea juga membuka internet, yang memberitakan pernikahannya dengan Zein di adakan hari ini.
"Keterlaluan, keluar kalian semuanya" teriak zhea menyuruh semua orang keluar dari kamarnya.
"Tapi, make up nya belum selesai, nona" ucap salah satu MUA itu.
"Keluar!"
Karena ketakutan, 2 orang MUA itupun pergi meninggalkan kamar zhea. Sementara, dua penjaga masih stay di kamar zhea
"Kalian tuli hah! Gue bilang keluar"
"Maaf Nona. Kami di tugaskan menjaga anda disini"
"CK" zhea lalu mendorong dua ornag bodyguard itu dari kamarnya.
Namun, pada saat yang bersamaan, Leon, cathlin, Tiffany dan lira datang ke kamar zhea.
"Apa-apaan kau ini zhea" bentak leon
"Kalian yang apa-apaan. Menjebakku agar terikat dengan pernikahan bersama Zein. Kalian pikir kalian siapa hah!"
"Zhea sabar dulu. Jangan emosi kayak gini" ucap cathlin
"Cuihh. Keluar kalian semuanya"
"Zhea sopan sedikit dengan orang tua. Menikah dengan Zein, akan menguntungkanmu. Kau akan terhindar dari kemiskinan. Terlebih lagi, Zein itu mantanku. Dan itu termasuk pria berkelas bukan?" Ucap Tiffany, dia senang bukan main, karena jika zhea menikah dengan Zein. Dia bisa mendekati exsel tanpa gangguan
"Aku tidak takut miskin seperti ibu tirimu itu!"
__ADS_1