
Bab 220
Terjadilah kejar mengejar lagi di antara mereka.
Namun, sayangnya mereka lagi-lagi terkepung dan tak dapat menghindari perkelahian lagi.
Mereka bukanlah lawan yang seimbang apalagi zhea seorang wanita. Walaupun, dia memiliki il.u bela diri yang terbilang cukup hebat. Tapi, kondisi tubuhnya masih sangat lemah.
"Zhea cepat pergi!" Ucap exsel yang berusaha melawan orang-orang itu
"Nggak bisa sel, kamu gimana?"
"Lebih baik aku mati sekarang juga, dari pada harus cerai sama kamu. CEPAT PERGI!"
zhea terdiam mendengar ucapan exsel
"Tunggu apalagi Zhe, cepat pergi"
Zhea mengangguk, lalu berlari sekencang mungkin. Exsel mencoba menghalangi mereka yang ingin mengejar zhea. Namun, setengah dari mereka tetap pergi mengejar zhea
Zhea bersembunyi di balik pohon besar, Dengan membengkap mulutnya saat orang-orang itu berada di dekatnya.
"Cepat sekali Nona pergi, ayo cari di sebelah sana" ucap salah satu dari mereka
Saat orang-orang itu menjauh, zhea bernafas lega. Tapi, sesaat kemudian dia kehilangan kesadarannya karena ada seseorang yang memukul keras tengkuknya
Orang itu menyeret zhea memasuki gudang yang tak jauh dari sana"Lho itu sebenarnya cantik dan bisa di bilang punya bakat. Tapi sayangnya lho itu terlalu sombong dan sok berkuasa. Terlebih lagi saat lho jadi istrinya dokter exsel. Jadi zhea, nikmati saja penderitaan lho mulai sekarang" ucapnya
Laki-laki itu lalu, mencopot lampu agar ruangan itu tidak ada cahaya sedikitpun. Bahkan di saat siang hari pun, tempat itu akan sangat gelap, karena ruangan itu tidak memiliki jendela ataupun cela untuk cahaya masuk.
Pria itu keluar dari ruangan itu dan mengunci zhea di dalamnya.
"Semuanya sudah beres" ucapnya menelpon seseorang
"Bagus. pastikan dia nggak bisa kabur, dan berada di tempat tanpa cahaya sedikitpun"
"Tenang saja, semuanya berjalan sesuai rencana"
"Nggak sia-sia gue bayar lho mahal-mahal"
Laki-laki itu memutus sambungan telpon, kemudian dia melempar lampu yang di pegang ya hingga hancur.
__ADS_1
"Keberuntungan nggak akan memihak sama lho zhea" seringai pria itu lalu pergi
Sementara itu, exsel tidak lagi melakukan perlawanan, berpura-pura kalah dan pingsan
"Dia sudah k.o. tinggalkan saja, sekarang kita cari nona atau tidak tuan akan marah besar" ucap ketua mereka
Setelah lelah mencari, akhirnya semua orang suruhan Leon kembali ke mansion menghadap tuan mereka
"Dimana zhea?" Tanya Leon To the poin
"Maaf tuan, nona zhea berhasil meloloskan diri"
"Tidak berguna! menangkap satu orang gadis saja kalian nggak Bisa"
"Kami minta maaf tuan"
"Kita ke rumah dokter itu sekarang. Zhea pasti kembali ke sana"
"Kami sudah mengeceknya di sana sebelum. Kemari tuan. Dan Nona tetap tidak ada"
"Dokter itu pasti sudah membawanya pergi"
"Maksud kamu?"
"Dia dan nona mencoba kabur, jadi kami menghajarnya sampai pingsan. Dan dia juga menyuruh nona pergi. Jadi nona sekarang tidak bersamanya"
"Dimana dokter itu sekarang?"
"Kami tinggalkan dia di jalanan tuan"
"Dasar lemah! Katanya ingin melindungi putriku, yang ada putriku yang melindunginya. Kenapa tidak kalian hajar saja dia sampai mati"
Semua orang-orang suruhannya pun hanya menunduk
"Sudahlah, pergi cari putriku sampai ketemu! Jika sampai besok kalian tidak menemukannya, maka jangan harap kalian masih bisa bernafas"
________________
"Dimana zhea? Dia tidak mungkin bersembunyi terlalu jauhkan dari sini" ucap exsel yang sedari tadi mencari zhea sambil meneriakkan namanya
"Zhea"
__ADS_1
"Zheaaaaa"
"Zheaaa kamu dimana?" Teriak exsel melihat-lihat arah sekitarnya
"Apa mungkin zhea tertangkap? Nggak, nggak mungkin!" Ucap exsel menggeleng cepat
Exsel melihat ada cctv di sana.
"Cctv, aku harus liat itu. Jika memang zhea tertangkap, apapun yang terjadi aku harus menemukannya. Mereka tidak bisa memisahkan kami dengan cara seperti ini" ucap exsel
Exsel kemudian masuk ke ruangan cctv, setelah agak lama mencari keberadaan tempat itu.
Exsel melihat melihat dengan jelas bagaimana zhea di seret.
"Tolong perbesar" ucap exsel ingin melihat lebih jelas ornag yang membawa zhea. Namun sayangnya, orang itu memakai masker dan topi.
"Siapa dia? Dia sepertinya buka orang-orang itu" gumamnya. Sesaat kemudian, exsel tersadar dia berlari dari ruangan itu untuk mencari zhea.
"Orang itu membawa zhea ke arah sini" ucap exsel berlari mencari zhea. Walaupun di cctv itu hanya memperlihatkan zhea di bawa ke arah sana, tapi tidak tahu tempatnya dimana.
Dengan yakin, exsel berlari walau tidak tahu, dimana tempatnya zhea berada.
Sementara itu, zhea tersadar dari pingsannya. Dia begitu terkejut karena berada di dalam kegelapan. Nafasnya terasa sesak, bahkan keringat dingin membasahi keringatnya
"I-ini dimana? Kenapa sangat gelap" ucap zhea dengan tubuh yang gemetaran. Bayang-bayang dari trauma masa kecilnya pun kembali menghantuinya.
"Gue harus keluar dari sini" ucap zhea meraba-raba dinding dan berjalan.
Namun, karena tubuhnya sangat gemetaran dia terjatuh.
"G-gue harus bisa" ucapnya terbatah-batah namun, tubuhnya sangat gemetaran hingga membuatnya tak bisa berdiri. Zhea memeluk kedua lututnya, dia menenggelamkan wajahnya di lutut dan menangis.
"Tolonggggggg. Exselll tolongin gue"
"Nikooooo"
"Rioooo"
"Rere...."
" Tolongin gue, gue nggak mau di sini" teriak zhea berulang kali memanggil nama mereka
__ADS_1