BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 127


__ADS_3

Bab 127


"Apa maksudmu zhea" ujar lira


"Saya yakin anda tahu pasti, apa yang saya maksud. Lagi pula, kenapa tamu tak di undang ini bisa masuk ke kamarku, siapa yang memberimu izin untuk masuk"


"Zheaa biar bagaimanapun, aku lah yang melahirkanmu, sebaiknya kau bersikap sopan"


"Keluarrrr" teriak zhea


"Tidak usah berteriak-teriak. Kami ini orangtuamu" bentak lira


"Hahaha, orang tua. sopan? Wow, lebih baik anda ngaca dulu, sudah baik belum sebagai orang tua. Setelah itu, baru meneriaki orang lain"


"Kauu" ucap Tiffany tidak suka mendengar ucapan Zhe


"Kalian ingin keluar sendiri atau saya paksa kalian keluar dari sini"


"Zheaaa, jangan lupa tempatmu itu dimana sekarang" teriak leon


"Oh, ok. Maaf, saya lupa, jika saya hanya numpang di sini. Silahkan jika tuan dan nyonya sekalian ingin tetap di sini" ucap zhea beranjak pergi. Namun, ketika dia keluar dari kamar, El razka yang baru bisa berjalan itu memeluk kakinya.


Zhea menghentikan langkahnya, sementara baby sister sudah wanti-wanti takut zhea akan memarahi atupun mendorong El razka.


Zhea menatap tajam pada baby sister El razka, dengan cepat baby sister itu mengendong El- razka.


--------

__ADS_1


Rere sampai di kos-kosan Niko, dia mengganti mobil zhea dengan motor Niko agar lebih cepat sampai di Bandara dan tidak terjebak macet.


Berulangkali Rere menghubungi Niko dan rio, namun ponsel keduanya tidak di aktifkan.


"Gue harus cepat sampai bandara. Sebelum itu, gue harus ganti baju dulu, agar tidak di ketahui orang-orang Zein"


Rere yang memakai gaun selutut, yang di beli oleh Rio waktu itu pun mengganti dengan memakai celana jean dan kemeja panjang. Dia memakai masker, dan menyiapkan 3 buah topi dan memasukkannya ke dalam jok motor.


Kemudian, dia pun melajukan motor dengan keahlian balapannya.


Sementara itu, di rumah sakit, Adnan sedang membujuk exsel untuk datang ke acara zhea.


"Ayo lah sel, kita ke sana" ucap adnan


"Jika semua dokter pergi ke sana, bagaimana dengan rumah sakit ini"


"Lho ngomong apaan sih nan. Udah deh kalo lho mau pergi ya pergi aja. Gue datang ataupun enggak, itu nggak bakalan ngaruh sama acaranya"


"Emang iya sih. Tapi, gue selama ini mikirnya kalo lho dan zhea itu cocok lho sel jadi pasangan."


"Udah deh sana pergi"


"Tapi, lho nggak mau ngucapin selamat gitu sama pemilik rumah sakit ini"


"Gue bisa ngucapinnya, di kampus"


"Yaudah deh gue pergi dulu" ucap Adnan beranjak pergi.

__ADS_1


---------


Rere sampai di Bandara, dia melepaskan helmnya dan menggantinya dnegan topi, agar tidak di kenali.


Dengan cepat Rere masuk ke bandara, dia menunggu di tempat mendaratnya pesawat.


10 menit kemudian, pesawat pun mendarat. Rere berdiri di dekat pintu pesawat, dan di saat Niko turun dia langsung menarik Niko menjauh dari sana. Rio yang kebingungan pun hanya mengikutinya. Rere membawa Niko ke toilet.


"Eh, lho siapa sih. Main tarik-tarik orang aja" ucap rio


"Ini gue" ucap Rere melepas maskernya.


"Rere, ngapain lho disini. Bukannya nemanin zhea" ucap Niko


"Ngomongnya pelan-pelan aja. Sekarang nih, kalian pakai topi sama masker dulu" ucap Rere memasangkan topi dan masker ke Niko dan juga Rio.


"Kenapa sih re, kok lho kayak orang di kejar-kejar gitu" ucap niko


"Yang di kejar-kejar orang itu lho"


"Gue"


Rere mengangguk kemudian menceritakan semua yang terjadi.


"Kita nggak punya waktu lagi sekarang. Pernikahannya 30 menit lagi" ucap Rere melihat pergelangan tangannya.


"Gue ada ide, agar Niko bisa pergi secepatnya dari sini" ucap Rio

__ADS_1


"Apa?" Ucap Rere dan Niko bersamaan


__ADS_2