
Bab 240
Hari yang di tunggu-tunggu tiba. Rere dan zhea berada di tenda Rio dan Niko mberi support untuk ke dua sahabatnya itu.
"Tidur kalian nyenyak kan tadi malam?" Ucap Rere
"Iya, re kita nggak begadang kok" ucap Rio
"Bagus deh kalo gitu" ucap Rere memasang kaos tangan Rio
Sementara zhea sibuk mengecek motor-motor kedua sahabatnya.
"Motornya aman kok Zhe. Kita udah cek pagi tadi"ucap Niko
"Gue cuma mau maatiin aja. Takutnya ada yang curang. Ini tuh hari yang kitq tunggu-tunggu. Gue nggak mau ada kesalahan sedikitpun bagi kalian berdua"
"Kita nyaman-nyaman aja kok Zhe. Perusahaan lho nyiapin tempat terbaik untuk kita semua di sini"
"Benar tuh. Makanannya juga enak-enak. Lho keliatan beda banget berpakaian kayak gini Zhe" sahut rio
"Nggak cocok ya?"
"Cocok banget malah. Udah kayak pejabat-pejabat aja. Keliatan banget kalo anak orang tajir"
Mereka berempat kemudian tertawa.
"Zhea, acara udah mau di mulai. Lho di minta untuk membuka acara ini" ucap Zein
"Gue di sini aja ya. Gue mau support Rio dan Niko di kursi penonton. Tasya, sama mama papa gue udah nunggu di sana" ucap Rere
Zhea hanya mengangguk. Mereka berempat lalu berkumpul "menang, menang, menang!" Teriak mereka bersamaan.
_______________
"Baiklah, kita akan membuka acara tapi sebelum itu kita akan mendengar kata sambutan dari tuan rumah dan salah satu mahasiswa terbaik dari tim medis. untuk ke keduanya waktu dan tempat kami persilahkan" ucap MC
Zhea dan Zein pun mendekat ke arah MC.
"Perwakilan dari tim medis. Waktu dan tempat kami persilahkan" ulang MC. Namun, setelah menunggu 5 menit pertawakilan tim medis pun belum juga datang.
"Baiklah, sepertinya tim medis kita sangat sibuk sekarang. Kita akan meminta mereka bicara di akhir acara nanti. Jadi, kita buka acaranya dengan mendengarkan kata sambutan dari tuan rumah"
"Sebelumnya saya pribadi ZHEA PRAMUDYA MARGA dari perusahaan LZ company, mau mengucapkan terimakasih karena sudah di berikan kesempatan membuka acara ini. Terima kasih kepada Rere Dan Raka yang sudah mengurus semuanya sehingga kita bisa melihat balapan nantinya dengan nyaman sampai selesai. Terimakasih juga untuk Zein, sebagai rekan bisnis saya yang juga bersponsor untuk acara ini. Untuk para pembalap, utamakan keselamatan dan kesehatan karena itu sangat berharga dari apapun. Dan untuk seseorang yang tidak bisa saya sebutkan namanya terimakasih banyak. Anda adalah motivasi saya hingga saya bisa berdiri di sini" ucap zhea semua orang pun bertepuk tangan. Zhea tidak menyebutkan nama belakangnya secara lengkap. Karena ada nama ibu kandungnya di sana. Zhea hanya menggunakan nama belakang Leon.
"Semua yang ingin saya sampaikan sudah di ucapan oleh zhea. Jadi, kita buka saja acaranya" ucap Zein
Suara drum band pun terdengar, pertanda acara akan segera di mulai, dan ada juga beberapa orang penari yang mengiringi lagu drum band.
__ADS_1
Celline berdiri di tengah-tengah pembalap. Beberapa saat kemudian, Dia melempar bendera pertanda balapan di mulai.
Wajah ketengangan terlihat di wajah Rere.
"Nggak usah tegang kayak gitu sayang, yang terpenting itu keselamatan mereka bukan kalah atau menangnya" ucap mama Rere
"Kedua anak laki-laki papa itu orang yang hebat. Mereka pasti menang" ucap papa Rere
"Dua anak laki-laki?" Ulang Rere
"Iya, Rio sama Niko"
"Bukannya cuma Rio ya, yang papah anggap sebagai anak"
"Siapa bilang? Rio, Niko sama zhea itu udah papa sama Mama anggap anak kita. Karena mereka bertiga selalu ada untuk kamu, di saat mama sama papa nggak bisa"
Rere tersenyum bahagia Kemudian memeluk kedua orangtuanya.
"Papa mama orang tua ter the best deh pokoknya"
"Papa mama siapa dulu" ucap papa Rere
"Rere nalista lah" ucap Rere bangga
Rere dan kedua orangtuanya pun, meneriaki nama Rio dan Niko bergantian
Pertandingan balapan makin menegangkan. Niko berada di posisi ke 5 dan Rio berada di posisi ke delapan.
"Tenang Zhe, kalah menang kan hal biasa. Kedua sahabat lho juga laki-laki, mereka nggak mungkin nangis kalo kalah" ucap Zein
"Sahabat-sahabat gue itu tangguh. Mana mungkin menangisi hal sepele"
"Terus kenapa lho gelisah kayak gitu"
"Gue cuma takut mereka kecewa nantinya. Mereka udah latihan mati-matian selama ini"
"Usaha nggak mengkhianati hasil Zhe. Udah duduk yang tenang. Bentar lagi juga balapannya selesai"
2 menit sebelum balapan berkahir, Niko dan Rio langsung tancap gas mengejar pembalap yang lain. Mereka sengaja menggunakan taktik lambat di awal-awal balapan dan menggunakan smeua kemampuan mereka di akhir, untuk menghemat energi dan mengecoh pembalap yang lain. Hingga akhirnya, Niko berhasil menjadi juara pertama dan Rio di posisi kedua.
Zhea menganga melihat ekdua sahabatnya itu. Dia melempar kaca mata hitam yang sedari tadi dia pakai ke sembarangan arah. Dia juga membuka jas yang dia gunakan sehingga hanya menyisakan baju koas pendek. Zhea mengambil jaketnya yang dia letakkan di kursi dan berlari menghampiri Niko dan Rio.
"Mama, papa, tasya Niko Rio berhasil" teriak Rere kesenangan dan melompat-lompat. Kemudian dia berlari ke arah Niko dan Rio.
__ADS_1
Zhea langsung memeluk kedua sahabatnya itu. Niko yang juga ikut kesenangan melihat senyum ZHEA akhirnya mengendong ZHEA dan berputar-putar.
"Nik, nik berhenti gue pusing" ucap ZHEA. Niko pun menurutinya.
Sementara Rere langsung memeluk Rio "lho nggak mau gendong gue kayak Niko gendong ZHEA tadi Yo?" Ucapnya
"Nggak ah, lho berat" ucap Rio
Seketika membuat mood Rere hancur.
"Gue becanda" ucap Rio langsung mengendong Rere dan berputar-putar
"Yeyyy, gue senang banget" teriak rerea
Sementara itu, exsel melihat semua atraksi mereka dari tv. Exsel terlambat datang dan tidak bisa mengatakan kata sambutan karena ada operasi di rumah sakit.
Tanpa sadar, exsel juga tersenyum melihat ZHEA yang terlihat sangat bahagia.
Para wartawan mewawancarai pemenang satu per satu. Setelah wawancara yang cukup lama sampailah mereka mewawancarai Rio dan Niko.
"Ini dia sang juara pertama dan kedua kita. Niko dan Rio" ucap wartawan
Sementara Niko dan Rio hanya tersenyum malu dengan kedua sahabatnya di samping mereka.
"Wah, ternyata ada nona ZHEA dari LR company di sini"
"Tentu saja. Kedua pemenang kita hari ini adalah sahabat-sahabatku"
"Wah, apakah nona sengaja membuat balapan kali ini begitu besar karena ada kedua sahabat Nona yang berpartisipasi"
"Tolong wawancarai pembalap kita saja. Saya akan menjawab pertanyaan kalian nanti di akhir acara"
"Baiklah nona. Kami menunggu jawaban dari anda. Rio bagaimana perasaanmu, emnajdi pembalap go internasional no 2 tahun ini"
__ADS_1
"Sebenarnya menjadi pembalap adalah cita-cita kita berempat dari kecil. Saya bahagia, tapi ada sesuatu yang lebih membahagiakan dari kemenangan ini"
"Benarkah? Kira-kira apa itu.sehingga bisa mengalahkan bahagianya dari menggapai impian"