BAD GIRL

BAD GIRL
DI RUMAH


__ADS_3

Jam pelajaran telah berakhir semua murid berhamburan ke luar dari dalam kelas masing masing begitupun dengan Celina dan putri mereka akan pulang berdua karena kelas dua belas ada jam pelajaran tambahan.


Celina menggandeng tangan Putri untuk keluar dari gedung sekolah, mereka berdua berjalan ke arah parkiran sekolah, Celina dan Putri masuk ke dalam mobil Putri, putri menghidupkan mesin mobil nya lalu meninggalkan parkiran sekolah.


Putri dan Celina membelah jalan yang sangat padat, setelah menempuh perjalanan yang sangat membosankan dengan padat nya jalan. Mereka sampai di rumah, mereka langsung turun dan masuk ke dalam rumah.


"Putri pulang"


"Sayang" Melati mendekat ke arah mereka berdua mencium ke dua gadis itu, dan mereka sendiri mencium tangan melati.


"Kalian hanya berdua sayang??"


"Iya Ma karena kakak ada jam pelajaran tambahan"


"Yah sudah kamu masuk ke kamar lalu turun untuk makan"


"Iya Ma"


Celina dan Putri menaiki tangga untuk ke lantai dua di mana kamar mereka bersebelahan. Celina dan Putri masuk ke dalam kamar masing masing dan langsung mandi karena sangat gera.


Setelah tiga puluh menit Celina dan Putri keluar dari dalam kamar turun untuk makan siang yang terlambat. "Mama"


"Ah kalian ayo makan Mama sudah menghangatkan makanan nya"


"Iya Ma"


Celina dan Putri makan dengan sanga lahap tanpa ada nya pembicaraan di antara mereka, setelah makan mereka kembali ke kamar untuk mengerjakan tugas bersama.


"Cell kamu tadi kenapa kelihatan kusut banget??"


"Karena Dian datang menemui ku!!!"


"Kenapa dengan dia???"


"Ingin aku menjauhi kak Rian"


"Sudah jangan kamu ladeni dia lagi"


"Emm Iya"


Setelah itu mereka melanjutkan mengerjakan tugas mereka sebelum mereka akan melakukan tidur sore, karena mereka sangat lah lelah.


"Akhir nya tugas ku selesai juga Kak Cell"


"Sama aku juga sudah selesai"


Mereka berdua membereskan semua barang barang mereka sebelum mereka berdua naik ke ranjang Celina dan Rian, Mereka berdua sangat cepat terlelap dalam mimpi.


Jika Celina dan Putri terlelap dalam tidur berbeda dengan Rian yang sangat pusing terus diganggu oleh Dian, Rian yang tengah mengerjakan tugas tidak bisa fokus karena Dian menempel bak cicak.


"Elo minggit atau elo gue jorokkin???

__ADS_1


" Rian kamu kok jahat banget"


"Karena elo yang minta di jahatin"


"Kenapa sama aku jahat banget sama perempuan murahan itu kamu diam aja ditempeli"


Bruk .. Ahh


"Rian"


"Elo berani bilang Celina murahan gue enggak akan segan segan buat ngerobek mulut sialan elo "


"Gue enggak perduli Rian"


"Aku sudah lama menyukai kamu"


"Tapi gue enggak sialan"


Rian pindah dari tempat duduk nya dia memilih bangku tunggal yang ada dibelakang Irwan, tapi bukan Dian nama nya kalau dia tidak membuntuti Rian ke bangku belakang.


Rian yang geram pun merobek kertas soal yang di berikan guru kiler dikelas mereka dan itu membuat semua murid dan Dian melongso dan shok.


"Rian kamu apa apaan sih"


"Ehm pergi dan nikamti masa hukuman nya sialan"


"Rian kamu benar benar jahat"


"Apa hebat nya Celina Rian sampai kamu bisa lembut sama dia dan enggak sama gue"


"Karena dia cinta gue, tunangan gue"


Setelah mengatakan itu Rian menaru kertas soal yang sudah selesai diatas meja guru yang ada di depan, setelah itu Rian kembali duduk dibangku nya meninggalkan Dian yang tengah marah, terlihat dari wajah nya yang sangat mereh.


Dian yang geram pun pergi dari kelas membawa tas nya dengan segala membawa amarah nya, dia keluar dari gedung sekolah menujuh ke parkiran rumah nya. Dian masuk ke dalam mobil nya setelah mengidupkan mesin mobilnnya dia melajukan mobil nya meninggalkan sekolah.


Dian sangat marah dengan Rian, Dian mencari cara agar Rian mau menerima nya menjadi kekasih nya. Dian membelah jalan padat dengan rasa marah nya.


Dian sampai didepan gerbang rumah mewah, dia turun dari dalam mobil nya masuk ke dalam gerbang rumah mewah nya.


tok tok tok..


Ceklek..


"Iya mencari siapa???"


"Saya teman satu kelas Rian tante"


Melati mengerutkan keninga nya mendengar apa yang dikatakan gadis didepan nya. "Iya Rian belum pulang nak"


"Saya datang kemari ingin meminta pertanggung jawaban kepada orang tua Rian"

__ADS_1


"Mari masuk nak"


Melati mengajak Dian masuk kedalam rumah mewah nya, Melati menyuruh Dian duduk di sofa ruang tamu. Sedangkan Melati duduk di sebrang Dian, Melati menatap Dian dengan bingung.


"Nak siapa nama kamu???"


"Dian tante"


"Emm, kamu mau minta pertanggung jawaban apa yah nak???"


"Rian telah melecehkan saya tante"


Melati shok dengan apa yang dia dengar dari teman anak nya yang ada diseberang nya. "Maksud kamu bagaimana nak???"


"Dia menyutuh bagian tubuh saya tante"


Putri yang mendengar suara seseorang yang yang kenal pun mendekat ke arah ruang tamu niatan ingin ke dapur dia urungkan, Putri melihat ada Dian yang ada diruang tamu.


"Dian"


Dian yang merasa nama nya di panggil pun menoleh ke arah sumber suara, dan begitu terkejut melihat Putri ada didepan nya. Melati menatapa putri nya yang ada disamping nya dengan bingung. "Apa kamu mengenalnya nak???"


"Iya Ma"


"Dia dilecehkan kakak kamu nak"


"Hahahah" Putri tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Melati. Melati yang bingung menatap putri nya


"Kenapa kamu tertawa sayang"


Sedangakan Dian sudah sangat pucat di seberang Melati dan Putri. Dian merasa kalau Putri ini adik Rian yang selama ini di bicarakan anak anak sekolah.


"Kak Rian saja sangat benci dengan dia!!! Bagaimana dengan kak Rian melecehkan dia"


"Putri kejadian nya tadi disekolah"


"Hahah dasar konyol!! sudah Ma jangan dengarkan dia Ma mending Mama usir dia sebeluk kak Celina bangun"


"Celina ada di sini"


"Iya kamu terkejut"


"Sudah pulang dan buang angan angan kamu untuk bisa mendapatkan kak Rian"


Dengan rasa malu nya dia bangkit dari duduk nya setelah itu dia berlari keluar dari rumaj mewah milik keluarga Patra. Dian masuk ke dalam mobil nya setelah menyalahkan mobil nya dia melajukan mobil nya dengan sangat geram dan marah.


Sedangkan di rumah Patra Melati dan Putri sedang ada dirumah, Putri menceritakan semua kejadian di sekolah yang menyangkut Celina dan Dian dan semua itu sukses membuat Melati terkejut.


Selama ini Celina manghadapi anak anak yang menyukai Rian putra nya, Melati sangat perihati dengan Celina yang setiap hari lelah dengan Rian dan Murid murid lain.


Setelah menceritkan semua nya kepada Melati, Putri bangun dari duduk nya lalu melangka meninggalkan Melati yang ada ruang tamu sendiri dengan segala pikirannnya.

__ADS_1


Setelah mengambil air minum Putri kembali naik ke lantai atas kembali masuk ke kamar, bukan kamar Celina dengan Rian melain kan masuk ke dalam kamar nya sendiri.


__ADS_2