BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 128


__ADS_3

Bab 128


"Gini, kita alihin perhatian mereka dengan cara Rere nganggap gue sebagai lho. Mereka kan nggak lihat tuh wajah kita, jadi di saat itu, lho gunain kesempatan buat kabur dari sini secepatnya. Jadi mereka nggak bakalan curiga" jelas Rio


"Rencana bagus tuh. Ini kunci motor lho" ucap Rere meletakkan kunci motor di tangan Niko


"Gue akan kembali ke pesawat, lho re, tungguin gue di di ruang tunggu. Nah nanti pas gue datang, lho teriak manggil gue dengan nama Niko. Ntar yang nyari-nyari Niko, otomatis akan memperhatikan kita, dan lho nik, secapatnya pergi dari sini"


"Oke-oke" ucap Niko dan Rere.


Rere dan Rio keluar dari toilet mereka muali merencanakan misi mereka.


Rere duduk di kursi tunggu, menunggu kedatangan Rio, sementaranya Niko, memperhatikan mereka dari kejauhan.


Rio pun datang...


"Nikoooo. Akhirnya lho sampai juga" ucap Rere berlari memeluk Rio seolah-olah itu benaran Niko.


Dan benar saja, beberapa orang lelaki memperhatikannya merek.


"Ternyata, orang-orang itu, berpura-pura seolah-olah mereka sedang menunggu orang untuk mencariku" gumam Niko. Kemudian, diapun buru-buru pergi dari sana.


Saat di parkiran, Niko tidak sengaja menyenggol salah satu orang suruhan Zein.


"Maaf, saya sedang buru-buru" ucap Niko kemudian melangkah pergi.


"Tunggu" ucap orang itu


Deg


"Sepertinya, dia salah satu dari mereka" batin Niko.

__ADS_1


Namun di saat Niko berbalik, orang itu mendapatkan telpon.


Kesempatan itupun di gunakan Niko untuk kabur dari sana.


"Aku pikir dia orang yang sedang kita cari" ucap orang itu, ketika menerima kabar dari temannya bahwa mereka sudah menemukan Niko.


Sementara itu, Rere dan Rio sudah di kepung oleh orang suruhan Zein.


"Siapa kalian" ucap Rere berpura-pura.


"Nona, kami tidak ada urusan denganmu. Jadi kau boleh pergi"


"Tidak, aku akan menemani Niko ke acara pertunangannya. Mana mungkin aku membiarkannya sendiri" ucap Rere.


"Nona, pergilah sebelum kami berbuat kasar padamu". Ucap salah satu dari mereka.


Rio menarik Rere ke belakangnya.


"Apa mau kalian" ucap Rio


"Oke, gue bakal ikut kalian. Tapi, biarkan dia pergi dulu"


"Nggak, gue nggak mungkin pergi tanpa lho" ucap Rere.


Rio mengedipkan matanya, agar Rere menurut.


"Tapikan.."


"Pergi dari sini, tunggu gue di depan parkiran" bisik Rio


Rere menggeleng tidak setuju

__ADS_1


"Re..."


"Oke, gue pergi" ucap Rere ragu-ragu pergi dari sana.


"Kenapa biarin cewek itu pergi" ucap salah satu dari mereka


"Boss hanya minta kita buat nangkap dia. Ayo, bawa dia pergi"


Rio pun di seret untuk ikut dengan mereka. Setelah, Rere sudah tidak terlihat lagi, Rio mengajar menghajar mereka satu-persatu.


Setelah semuanya, lengah, Rio berlari mengejar Rere.


Dilihatnya Rere sedang berdiri, di parkiran. Rio langsung mengenggam tangan Rere, dan lari dari sana.


"Sekarang, kita mau kemana" ucap Rere yang terus berlari mengikuti langkah rio


"Cari taksi, dan pergi ke acara pertunangan. Gue yakin, jika kita sudah berada di sana, mereka nggak akan ngejar-ngejar kita lagi"


"Gimana nih, mereka udah dekat" ucap Rere.


Rio yang melihat ada restoran di sana, dia pun menarik Rere masuk ke dalam restoran itu.


"Kenapa masuk sini? Mereka akan mudah nangkap kita nanti"


"Udah ikut aja"


Rio membawa Rere masuk ke dapur restoran itu.


"Ngapain kalian di sini?" Ucap koki restoran


"Kita sedang di kejar-kejar penjahat. Jika boleh, izinkan kami pergi dari pintu belakang restoran ini. Karena mereka sekarang, mengajar kami sampai ke restoran ini".

__ADS_1


"Baiklah, ikut saya" ucap koki restoran itu. Dia pun membuka pintu belakang restoran.


"Terimakasih, ini buatmu" ucap Rio memberikan uang kepada koki itu, dan menarik Rere pergi dari sana.


__ADS_2