
Setelah pernikahan Irwan dan Putri kini ke dua pasangan muda itu tinggal di rumah Melati dan Patra, tapi Irwan dan Rian sudah memiliki rencana untuk tinggal bersama di satu Apartemen, Rian ingin memulai hidup nya menghidupi Celina dengan hasil jeri payah nya sendiri, begitupun dengan Irawan yang juga ingin memulai sendiri dengan hasil kerja nya di kantor Papa nya.
Kini ke dua pasangan muda itu ada di balkon kamar Rian dan Celina, Mereka sedang membicarakan rencana Rian yang ingin pindah dari rumah orang tua nya.
"Bagaimana sayang"
"Aku ikut saja, kemana pun kakak pergi aku ikut"
"Terima kasih sayang"
"Kamu bagaimana dek???"
"Aku ikut kak Irwan kak"
"Aku sih okay aja kalau kita tinggal bareng!!"
"Kita rencana nya tinggal di mana???"
"Kalau di Apartemen ku kalian mau???"
"Apartemen kakak yang ada di jalan ....."
Mereka sedang merencanakan kehidupan selanjut nya mereka, tanpa terasa waktu sudah sangat siang waktu nya untuk makan siang. Keempat remaja itu masuk ke dalam kamar Rian dan Celina mereka keluar dari kamar Rian, mereka berempat akan turun untuk makan siang dengan keluarga dengan membicarakan tentang rencana mereka kepada orang tua nya.
Rian, Celina, Putri dan Irwan duduk di meja makan bersama, mereka menatap ke dua orang tua yang ada di seberang meja mereka.
"Kenapa nak???"
"Kami ingin mengatakan sesuatu Pa"
"Apa??"
"Emmm!!! Kami mau mandiri"
"Maksud kalian gimana nak???" Melati ikut bicara karena menurut Melati anak nya membingungkan
"Kami ingin tinggal di Apartemen"
__ADS_1
"Kenapa Nak??? Kalian tidak nyaman di sini???"
"Bukan begitu Pa, kami ingin memulai hubungan kami secara mandiri tanpa bantuan kalian"
"Tadi nya Papa sangat senang, karena rumah ini bertambah satu lagi tapi kalian kini mau mandiri!! Papa tidak melarang Nak yang penting kalian sering sering main ke sini"
"Papa mengijinkan kami tinggal bersama di Apartemen???"
"Iyah"
Dengan sangat berat hati Patra menyetujui apa yang di inginkan putra putri nya, karena memang mereka bukan tanggung jawan nya lagi karena sudah berani berumah tangga di usia nya yang masih dini. Begitupun dengan Melati yang sangat berat melepas mereka apa lagi dua putri nya Celina dan Putri.
Setelah membahas kepindahan mereka ke Apartemen Rian, mereka semua makan malam dengan tanpa ada nya obrolan lagi, Patra dan Melati akan merasakan kesepian tanpa ada nya anak anak nya di rumah mereka.
Apalagi Melati yang setip hari nya ada di rumah, pasti dia merasakan sendiri, terlihat dari wajah nya yang terlihat murung, tanpa anak anak nya sadari hanya Patra suami nya yang bisa melihat kesedihan, murung di wajah istrinya.
"Paa, Maa kami ke atas dulu"
"Iyah sayang, iyah Nak" Patra dan Melati menyahut dengan kompak.
"Jangan murung Ma"
"Iyah Papa tau tapi Mereka bukan tanggung jawab kita lagi"
"Apa kita adopsi anak saja Pa???"
"Kita bahas nanti saja Ma!! Papa mau ke kantor karena ada meeting yang enggak bisa di tinggal"
Patra memang enggak perna setuju kalau Melati ingin mengadopsi Anak, karena Patra tidak ingin keluarga nya seperti keluarga teman bisinis nya, hancur karena salah mengadopsi anak.
Pemikiran Patra yang sangat jauh membuat nya memiliki was was yang tak beralasan, dia memilih menghindar saat Melati ingin mengadopsi anak, dulu sebelum Rian ada Melati juga ingin mengadopsi anak tapi Patra tidak mau, jika sekarang Patra tetap tidak mau Melati hanya bisa pasrah. Jika mungkin bisa di ingin memiliki anak kembali.
Keinginan Melati sama dengan keinginan Siska saat ini yang ingin memiliki Anak lagi agar rumah mereka tidak sepi, Siska dan Ruddy sudah program hamil dan Celina juga menyetujui kalau Siska memiliki anak lagi.
Membahas Siska dan Ruddy kini pasangan suami istri itu sedang ada di dokter kandungan karena Siska sudah telat datang bulan, mereka ingin tahu sebab Siska tidak datang bulan. Siska berharap kalau dirinya sedang mengandung, dan perjuangan Siska dan Ruddy selama ini tidak sia sia.
Siska tenga diperiksa oleh dokter wanita yang dulu juga menangani Siska saat Siska hamil Celina tujuh belas tahun yang lalu. Dan kini Siska kembali untuk program hamil sejak Celina menikah dengan Rian.
__ADS_1
Dokter itu tersenyum menatap Siska dan Ruddy, sedangkan yang di tatap bingung dengan sang dokter, kenapa tersenyum dengan menatap mereka berdua. "Kenapa Dok???"
"Selamat Tuan dan Nyonya, Nyonya Siksa tenga hamil muda"
"Apa dokter tidak salah lihat???"
"Tidak Tuan, coba lihat ini" Dokter Vira itu menunjukan kepada Siska dan Ruddy gambar yang ada di layar di depan mereka, Dokter menjelaskan bawa Siska sedang hamil 2 minggu.
Siska dan Ruddy sangat bahagia mendengar apa yang dikatakan oleh Dokter Vira, mereka mengira tidak akan bisa memiliki seorang anak lagi di usia mereka yang tak lagi muda. Ternyata Allah memberi kepercayaan kepada Siska dan Ruddy lagi..
Setelah pemeriksaan Dokter memberi resep vitamin yang harus mereka tebus, karena selain untuk memperkuat janin Vitamin juga baik untuk pertumbuhan janin. Ruddy dan Siska pulang setelah menebus Vitamin, mereka tidak langsung pulang melainkan mereka datang ke rumah Yasmin untuk memberi tahu tentang kehamilan Siska. Setelah menempuh perjalan nya cukup padat di siang hari Siska dan Ruddy sampai di rumah mewah Yasmin yang hanya di tinggali dengan penjaga dan pelayan.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah Yasmin, mereka melihat Yasmin sedang menyulam kain panjang entah untuk apa dia menyulam kain itu. "Bu"
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Ruddy dan Siska duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah Yasmin, mereka berdua menatap Yasmin ragu ingin mengatakan nya kepada Yasmin. "Apa yang ingin kalian katakan???"
"Emm Siska hamil bu"
Yasmin menoleh ke arah anak dan menantu nya yang kini menatap mereka dengan pandangan yang sulit di artikan. "Kamu hamil??? Anak siapa??"
"Ibu ngomong apa, Siska hamil anak ku bu"
"Kamu tahu dari mana??
"Aku sudah menikahi Siska kembali bu! Jelas dia anak ku"
"Kamu yakin sekali Rudd???"
"Siska sudah berubah bu"
Yasmin hanya mengangguk anggukan kepala nya dengan kembali menyulam kain yang ada di tangan nya dengan sangat fokus, seakan Ruddy dan Siska tidak ada di sana.
"Pulang lah ibu ingn sendiri'
__ADS_1
Dengan sangat berat hari Ruddy dan Siska pulang dari rumah ibu nya dengan sesak di dada mereka, samapi tidak percaya kalau yang Siska kandung adalah anak nya.
Ruddy kembali melajukan mobil nya keluar dari gerbang tinggi rumah ibunya, Ruddy meminta maaf kalau perkataan Yasmin menyakiti perasaan Siska, Siska sendiri tidak sakit hati karena dulu Siska perna melukai Ruddy dan Celina, sedangkan.Yasmin menitihkan air mata bahagia maren Siska hamil kembali, semoga pernikahan Ruddy dan istrinya langgeng. Yasmin mendoakan menantu nya juga, Yasmin tidak menunjukan rasa bahagia nya kepada mereka karena Yasmin masih kecewa karena Ruddy perna menalak Siska.