BAD GIRL

BAD GIRL
B182


__ADS_3

Bab 182


Saat berada di parkiran, mereka bertemu dengan celline, yang penampilannya sudah acak-acakan.


"Kakak, lho nggak apa-apa kan?" Ucap Tasya memeluk kakak sepupunya itu


"Heum, gue nggak apa-apa. Kalian mau kemana?"


"Taman bermain, kakak mau ikut"


"Apa boleh gue ikut Lex?" Tanya celline penuh harap


"Bukan gue yang punya acara" ucap exsel membuang muka


"Ikut aja kalo mau ikut. Nggak ada yang ngelarang juga" ucap zhea.


"Yaudah kalo gitu, celline lho ikut gue aja" ucap Niko. Celline hanya mengangguk


"Aku ikut kak Rio ya, pleasee" ucap Tasya bergelantungan di tangan Rio


Rio menatap ke arah Rere, yang mana Rere malah beralih menatap Adnan.


"Oke, lho ikut gue" ucap rio


"Jadi, zhea, Rere, dokter exsel dan Adnan kalian naik taksi aja. Dan ikutin kita dari belakang"


---------


Mereka sampai di taman bermain. Zhea, Rere dan Tasya terlihat begitu antusias. Tapi tidak dengan kelompok cowok, dan celline.

__ADS_1


"Lho udah pesan tiketnya?" Ucap exsel


"Penerbangan nanti malam jam delapan. Kita bisa puasin mereka bermain dulu baru pulang" sahut Adnan. Exsel hanya merespon dengan anggukan kepala.


"Wahhhh, udah lama banget nih kita nggak ketaman bermain" ucap zhea yang terlihat begitu bahagia


"Benar banget. Terakhir kali kita ketempat kayak gini pas lulus SD deh" sahut Rere


"Sebelum gue pindah ke sini, bukannya kita sempat ke taman bermain di mall re. Apa lho lupa" ucap Rio mengingatkan


"Gue lupa" ketus Rere


Zhea yang melihat permainan roal coaster pun antusias banget ingin menaikinya.


"Wahhh roal coaster, nik, nik cepetan beli tiketnya kita naikin itu" ucap zhea.


"Kalian tunggu di sini, kita beliin tiketnya dulu" ucap Niko


Niko dan Rio pergi untuk membeli tiket permainan.


"Kita foto dulu sebagai kenang-kenangan. Sayang banget nggak ada kamera" ucap Rere


"Pakai hp aja bisa kan re. Tapi tunggu Rio dan Niko balik dulu. Inikan acara mereka berdua"


"Alah cuma foto dong nggak apa-apa kalo nggak ada mereka. Sini Zhe senyum" kedua orang sahabat itu kemudian mengambil beberapa Selca di hp Rere.


"Wahhh, hasilnya bagus-bagus banget nih" ucap Rere yang mana mereka mengecek hasil Selca mereka tadi.


"Eh Zhe, coba deh lho Sama dokter exsel foto disana" ucap Rere yang sengaja ingin memanas-manasi celline

__ADS_1


"Kenapa?"


"Cuma ngetes aja. Bagus nggak kira-kira kalo foto di sana"


"Nggak usah deh re, kalian aja yang foto" ucap exsel


"Kenapa? lho nggak mau?" Ucap zhea menaikan sebelah alisnya


"Kayaknya zhea mau tuh foto sama lho. Udah buruan sana, kalian kan emang belum punya tuh foto berdua" bisik Adnan


Exsel bukannya menolak untuk foto berdua dengan zhea, dia hanya berpikir zhea tidak akan mau berfoto dengannya.


"Ayo kita foto" ucap exsel Menghampiri zhea.


"Dimana nih kita fotonya" tanya zhea


"Sebelah sana, agak ke kanan dikit, oke" ucap Rere menyesuaikan posisi exsel dan zhea.


"Dekatan dikit dong, kok jauh-jauhan gitu. Nggak bagus angglenya ntar" ucap Rere


Zhea dan exsel pun mendekat.


"Dekatan lagi" ucap Adnan, yang sepemikiran dengan Rere.


"Nah, oke gitu" ucap Rere. Kini sudah tidak ada jarak lagi diantara mereka.


Exsel melihat ke arah zhea, tanpa sengaja zhea juga melihat ke arah exsel.


Moment yang terlihat romantis itu, di abadikan oleh Rere.

__ADS_1


Rere mengambil banyak foto mereka berdua, dan menyuruh mereka berganti-ganti pose.


__ADS_2