
Bab 83
Exsel keluar dari mobil Menghampiri zhea "ngapain keluar dari rumah sakit, udah merasa hebat karena rumah sakit itu milik kamu. sehingga kami bisa pergi gitu aja, tanpa sepengetahuan dokter ataupun suster yang ngerawat kamu, iya!" ucapnya berdiri di hadapan zhea.
"Kalo iya kenapa? Masalah buat lho gitu!" Ucap zhea ketus
Exsel tersenyum sinis, kemudian berucap "masalah? Oh tentu tidak. Saya hanya kasihan sama tubuh anda yang terus-menerus terluka dan masuk rumah sakit. Jika anda tidak ingin di rawat, lebih baik jaga diri anda baik-baik mulai sekarang. Banyak orang yang terlahir tidak sempurna (cacat & penyakitan) dan kamu yang di ciptakan sempurna dan sehat harus bersyukur atas anugerah Tuhan dan jaga tubuh kamu dan cintai diri sendiri dengan baik"
"Udah ngomongnya?" Ucap zhea kemudian beranjak pergi.
"Balik ke rumah sakit sekarang!" Bentak exsel
Zhea membalikkan tubuhnya, kemudian berucap "memangnya lho siapa? Ngatur-ngatur kehidupan gue hah"
"Saya dokter yang merawat kamu sekaligus dosen pembimbing kamu. Jika kamu lupa itu"
"Oh ya, Tapi sayangnya gue nggak peduli. Dan untuk yang terakhir kalinya gue bilang sama lho gue nggak mau berurusan dengan mereka ataupun orang-orang di sekitar mereka. Lho ngerti!"
Tanpa banyak kata lagi, exsel menarik tangan zhea untuk membawanya masuk ke mobil.
"Heh, lho apa-apaan sih. Lepasin!" Ucap zhea menghempaskan tangannya sehingga terlepas dari genggaman exsel.
__ADS_1
Exsel menatap tajam zhea. kemudian kembali mengenggam tangan zhea, kali ini dia menggenggamnya dengan sangat erat. Sehingga berapa kali pun zhea menghempaskan tangannya tidak terlepas.
"Masuk" ucap exsel membukakan pintu mobilnya.
"Gue nggak mau. Lepasin gue!"
"Sepertinya, kamu memang suka di paksa. Tidak heran, jika orang-orang di sekitarmu suka melakukan kekerasan padamu" ucap exsel mendorong tubuh zhea masuk ke mobil, kemudian dengan cepat masuk ke mobil takut zhea melarikan diri.
Setelah exsel masuk ke mobil, Dia mengunci mobilnya. Sehingga zhea tidak bisa keluar.
"Buka pintu mobilnya. Gue mau keluar!"
Exsel tidak menganggapi ucapan zhea, dia lalu melakukan mobilnya.
Lagi-lagi exsel hanya diam.
"Tunggu dulu. Lho mau bawa gue kemana" ucap
zhea yang melihat jalan yang tidak mengarah ke rumah sakit.
Exsel memberhentikan mobilnya setelah sampai di garasi rumahnya.
__ADS_1
"Ngapain lho bawa gue pulang ke rumah lho"
Bukannya menjawab pertanyaan zhea, exsel malah membukakan pintu mobil untuk zhea.
Zhea menatap exsel penuh tanda tanya.
"Turun! Kenapa malah melihat saya seperti itu" ucap exsel menarik zhea agar mengikutinya memasuki rumah.
Exsel melapangkan genggamannya setelah mereka berada di ruang tamu rumahnya.
"Lho ngapain bawa gue ke sini, hah"
"Lho nggak suka di ruang sakit, lho juga nggak suka pulang ke rumah lho. Jadi, gue bawa lho ke sini"
"Apa urusannya sama lho hah. Gue bukan saudara ataupun teman lho yang bisa lho atur-atur"
"Kau pernah menawarkan ku sebagai suamimu bukan? Apa dengan menjadi suamimu kau akan berubah menyanyangi dirimu sendiri dan menuruti perkataanku"
"Sudah basi!"
"Saya hanya mengasihani tubuhmu. Dan jujur saja, saya capek jika selalu di tunjuk untuk mengobatimu. Karena apa? Karena setelah di obati besoknya kau akan masuk rumah sakit lagi. Jika kau tidak menyukai rumah sakit, usahakan agar selalu sehat dan tidak terluka"
__ADS_1
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️